Beragama Belum Tentu Beriman

Renungan Harian
Selasa, 12 Februari 2019
Selasa Biasa, Pekan Biasa V
Kej. 1:20-2:4a; Mzm. 8:4-5,6-7,8-9; Mrk. 7:1-13

Hukum agama tidak akan pernah menghilangkan kemanusiaan. Kemanusiaan dilindungi, dijaga dan dirayakan dalam kaidah hukum. Tidaklah dibenarkan bila atas hukum agama lantas manusia menzolimi manusia lainnya dan mengganggap dirinya lebih benar dan kudus. Dari sinilah kita mulai memahami bahwa setidaknya ada dua jenis manusia yaitu manusia yang beriman atau manusia yang beragama.

Manusia beriman adalah pribadi yang menjadikan nilai-nilai agama untuk dijalankan dengan hatinya. Sementara manusia beragama adalah pribadi yang menjalankan nilai-nilai agama dengan pikiran dan bibirnya saja. Begitulah setidaknya yang dijumpai dalam Injil hari ini ketika orang Farisi dan ahli Taurat menegur Yesus dan murid-murid-Nya yang makan dengan cara yang najis (tidak membasuh tangan).

Pemahaman agama yang baik dan benar bukan untuk menghukum, mengkritik dan bahkan menyalahkan cara dan gaya hidup orang lain. Seolah merasa diri kita lebih benar dan suci. Beragama bukan untuk menilai dan menghakimi hidup orang lain tetapi lebih dari itu semua hidup kita dituntun untuk semakin mempermudah hidup sesama kita menuju kebaikan.

Tuhan ajar kami melakukan firman-Mu bukan dengan bibir kami tetapi dengan hati kami.

Penulis : RD David

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.