Category Archives: Hukum Gereja

Kebijakan Keuskupan Bogor terkait Imlek 2569 dan Masa Prapaskah 2018

Bogor – Keuskupan Bogor : Penerbitan Keppres No.6 tahun 2000 pada era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Presiden Keempat RI) untuk menggantikan Inpres No.14 tahun 1967 telah memberikan angin segar bagi etnis Tionghoa dalam mengekspresikan kepercayaan, budaya dan tradisinya. Imlek dan Cap Go Meh yang menjadi perayaan besar bagi etnis Tionghoa kini dapat dirayakan […]

Sikap Terhadap Hukum Gereja

Sikap Terhadap Hukum Gereja Kenyataan dalam kehidupan Berdasarkan pada pengalaman, pengamatan, dan penilaian atas tanggapan atau reaksi umat beriman kristiani (Klerikus: yang ditahbiskan, Hidup Bakti: yang mengikrarkan tiga nasihat injili, dan Awam: yang tidak ditahbiskan dan tidak mengikrarkan tiga nasihat injili) terhadap Hukum Gereja, dapat ditemukan dan disimpulkan adanya kenyataan berikut. Yang pertama, hanya sedikit […]

Ajaran Gereja Katolik mengenai beberapa Pokok Perkawinan

AJARAN GEREJA KATOLIK MENGENAI BEBERAPA POKOK PERKAWINAN    Pengantar Pemahaman menentukan penerapan. Ungkapan serupa dan memaksudkan yang sama adalah: interpretasi menentukan aplikasi. Atau juga, pengertian menentukan kehidupan nyata sehari-hari. Pandangan atau keyakinan itu berlaku juga pada perkawinan. Ketika pengertian mengenai perkawinan keliru atau tidak tepat, pemikiran, pembicaraan, sikap, dan tindakan yang berkenaan dengannya umumnya keliru […]

Perkawinan Beda Agama

Deskripsi perkawinan   Kanon 1055 1. Perjanjian (foedus) perkawinan, dengannya seorang laki-laki dan seorang perempuan membentuk antara mereka persekutuan (consortium) seluruh hidup, yang menurut ciri kodratinya terarah pada kesejahteraan suami-istri (bonum coniugum) serta kelahiran dan pendidikan anak, antara orang-orang yang dibaptis, oleh Kristus Tuhan diangkat ke martabat sakramen. Kanon itu bukan merupakan definisi atau batasan […]