Paroki Santa Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas

Nama Pelindung : Santa Maria Ratu Para Malaikat
Buku Paroki : Sejak tahun 1948, sebelumnya di Sindanglaya
Alamat : Jalan Raya Cipanas 93 Cipanas 43253
Telepon (0263) 512317
Romo Paroki : RP. Petrus Timotius Peter Beto, OFM

Panti Asuhan Sebagai Cikal Bakal

Paroki Cipanas terletak di daerah pegunungan dan berada di daerah wisata, tepatnya di Jalan Raya Cipanas 93, Pacet 43253.
Keberadaan Paroki Cipanas sangat erat kaitannya dengan adanya Panti Asuhan Santo Yusuf Sindanglaya. Panti asuhan ini mulanya berasal dari Jakarta. Akibat situasi dan kondisi pada tahun 1947 yang kurang menguntungkan, maka Panti Asuhan tersebut di pindahkan ke Sindanglaya. Dalam perpindahannya, Tarekat Fransiskan mem-percayakan kelanjutan Panti Asuhan ini kepada Pater R.J. Koesnen OFM.
Demi kelanjutannya, Panti Asuhan memerlukan tenaga awam untuk mendidik anak-anaknya. Didasari oleh keinginan untuk terus berkembang, maka pihak panti asuhan bekerja sama dengan Yayasan Mardi Yuana mendirikan sebuah lembaga pendidikan formal. Mayoritas para pendidik lembaga tersebut beragama Katolik. Merekalah embrio Paroki Cipanas.
Beberapa umat Katolik, baik yang berada di dalam maupun yang berada di luar panti asuhan, bersama dengan pastor Fransiskan mengadakan musyawarah. Hasil keputusan musyawarah adalah kesepakatan dari mereka untuk mendirikan sebuah gereja. Pada tahun 1950 gereja tersebut diresmikan menjadi sebuah Paroki dengan Pelindung "Maria Ratu Para Malaikat" dengan jumlah umat 18 jiwa terdiri dari 7 keluarga.
Pada awalnya, antara Gereja Cipanas dan Gereja Sindanglaya ada hal unik, yaitu di Cipanas ada buku baptis dan di Sindanglaya juga ada buku baptis. Setiap baptisan di catat di dua buku tersebut. Keadaan seperti ini berlangsung sampai awal tahun 1955. kemudian baptisan di catat di buku masing-masing sampai tahun 1978. Selanjutnya sampai sekarang baptisan di catat hanya di satu buku, yaitu di Paroki Cipanas. Tidak heran bahwa Sindanglaya pernah di pandang/diberlakukan sebagai Paroki Santo Yusup. Namun mengingat bahwa Gereja Santo Yusup adalah kapel asrama Panti Asuhan, maka selanjutnya menjadi kapel stasi saja.
Dengan perkembangan umat yang cukup membanggakan dan kondisi gedung gereja yang sudah harus direnovasi, maka para pengurus gereja bersama seluruh umat, para donator dan pastor (saat itu Pastor CN. Van Der Laan, OFM dan Pastor Thomas Dias, OFM) mengerahkan segala kemampuan yang mereka miliki untuk membangun sebuah gereja yang berkapasitas 400 orang. Gereja tersebut diresmikan oleh Mgr. Drs. Ing. Harsono, Pr.
Para pastor yang pernah berkarya di Paroki Cipanas adalah Pater Frankhuyzen OFM, Pater Vermeulen OFM, Pater Koopman OFM, Pater Oudejans OFM, Pater Kohler OFM, Pater CN. Van Der Laan OFM, Pater Sutono OFM, Pater Bloemen OFM, Pater Robertus Wowor OFM, Pater Andreas Hana OFM, Pater Thomas Diaz OFM dan Pater Markus Gunadi OFM.
Seiring dengan perjalanan waktu, umat di Katolik Cipanas terus bertambah. Hingga saat ini jumlah umat di Paroki Cipanas mencapai 840 jiwa yang terdiri dari berbagai macam suku dan bangsa, antara lain: Suku Jawa 350 jiwa (42%), Suku Tionghoa 210 jiwa (25%), Suku Sunda 95 Jiwa (11%), Suku Batak 92 jiwa (11%), dan suku lain-lain 93 jiwa (11%).
Melihat jumlah umat yang cukup banyak dan untuk meringankan tugas pastor maka dibentuklah organisai-organisasi, antara lain: Legio Maria, Mudika, KKMK, Wanita Katolik (WK), Persekutuan Doa Karismatik Katolik dan Paguyuban Guru Katolik.

Jenis-jenis kegiatan yang dilaksanakan di Paroki Cipanas adalah:

1. PERSEKUTUAN
Dalam persekutuan dengan umat non Katolik dapat berjalan dengan baik, sehingga keberadaan umat Katolik dapat diterima oleh masyarakat disekitarnya. Demikian pula terjalin komunikasi yang baik antarsesama umat katolik.

2. BIDANG PEWARTAAN
Bidang pewartaan dilaksanakan sesuai dengan program yang telah di susun, misalnya pembinaan iman umat dewasa, muda-mudi, remaja dan bina iman dengan menggunakan tenaga yang ada. Di samping itu, diberikan juga kesempatan pelajaran agama Katolik bagi siswa yang bersekolah di luar Yayasan Katolik.

3. BIDANG LITURGI
Dalam pelaksanaannya, bidang liturgi menggunakan kemampuan umat di lingkungan, organisasi, dan di lembaga pendidikan. Selain itu., juga diberikan pembinaan tentang makna liturgi pada umat.

4. BIDANG PELAYANAN
Pelayanan diberikan kepada umat Katolik, umat nonKatolik maupun umat tamu yang berakhir pekan di Cipanas. Bentuk-bentuk pelayanan antara lain:
a. Pemberian bantuan biaya pendidikan untuk umat Katolik dan nonKatolik yang kurang mampu.
b. Umat tamu diberikan pelayanan yang baik, sehingga keberadaanya merasa diakui dan dilindungi.
c. Masih banyak bentuk pelayanan yang dilakukan oleh seksi sosial paroki dan seksi sosial lainnya.

Biara-biara Pendamping

Disamping kegiatan-kegiatan tersebut di atas, Paroki Cipanas merasa dibantu oleh beberapa biara yang akhirnya dapat memberikan warna untuk dapat memupuk iman umat dan kebersamaan dengan umat non Katolik, biara-biara tersebut antara lain:

1. ORDO SANTA CLARA (OSC)
Ordo ini membangun sebuah biara yang bernama "BIARA SANTA CLARA" pada tanggal 8 Desember 1955, yang berlokasi di wilayah Pacet-Sindanglaya. Dengan perjuangan yang cukup berat, biara ini dapat dibangun. Sebelumnya, Ordo ini juga memiliki sebuah Biara yang bernama "BIARA ALVERNA" yang berlokasi di Cicurug. Namun, biara ini sempat dibumihanguskan di jaman penjajahan Belanda. Para Suster OSC di biara ini mengelola rumah retret, menjahitkan pakaian dan perlengkapan misa, membuat hosti untuk misa, dan kegiatan-kegiatan pembinaan rohani lainnya.

2. BIARAWATI SUSTER-SUSTER FRANSISKUS SUKABUMI (SFS)
Para Suster Fransiskus Sukabumi (SFS/BOZ) hadir di Paroki Cipanas Sindanglaya pada tahun 1954. Misi mereka sebenarnya untuk memperkuat pelayanan Panti Asuhan Santo Yusup yang juga merupakan pemekaran pertama Tarekat SFS. Perkembangan selanjutnya para suster ini juga menangani pelayanan medis, sehingga masyarakat luas menyebutnya dengan sebutan "Rumah Sakit Pastor". Sekarang letak poliklinik ini di kompleks susteran Imaculata dengan nama yang baru, yaitu" Balai Pengobatan Mardi Waluya". Selain melayanai bidang medis, Ordo ini juga berkecimpung dalam pelayanan pendidikkan dan bidang karya Pastoral.

3. BIARAWATI SUSTER FRANSISKUS MISIONARIS MARIA (FMM)
Ordo ini hadir di Paroki Cipanas pada tahun 1960. Semula kehadiran mereka bertujuan untuk mendirikan Novisiat. Sempat biara ini juga dikenal dengan nama Biara "PIUS XII". Namun, karena terdapat beberapa kendala terutama anggota Novisiat banyak yang berkurang, maka misi mereka berubah menjadi pelayanan pembinaan Rohani/Retret, sehingga namanya juga diubah menjadi "Samadi Saloom". Sementara itu Novisiat yang semula didirikan berpindah tempat ke Bogor dengan nama "Wisma Emaus" yang sekarang berada di Jalan Pabaton, Bogor. Di Paroki Cipanas sendiri, para suster ini juga terlibat aktif dalam kegiatan Patoral, seperti Katekumen, kunjungan umat, dan pendalaman iman. Selain dari itu semua, mulai tahun 1998 para suster FMM ini juga terlibat dalam pelayanan Panti Asuhan Santo Yusup Sindanglaya.

4. SELAIN ITU, PAROKI INI JUGA DILENGKAPI OLEH KEHADIRAN BIARAWATI PUTRI CARMEL DAN BIARAWAN CSE
Mereka berkarya dalam hal pembinaan rohani di Cikanyere dibawah pembinaan Romo Yohanes Indrakusuma OCarm.

Jadwal Perayaan Ekaristi di Gereja "Santa Maria Ratu Para Malaikat" Cipanas adalah sebagai berikut :
Misa Harian : Pukul 17.00 WIB
Minggu : Pukul 08.00 WIB dan
Pukul 17.00 WIB

Kapel Santo Yusuf
Panti Asuhan Santo Yusuf
Cipanas, Sindanglaya
Telepon (0263) 512416 - 513119
(Kantor PA/Wisma)
Jadwal Ekaristi :
Jumat I: Pukul 11.00
Minggu : Pukul 06.30 WIB

Biara St. Clara :
Jadwal Ekaristi :
Harian : Pukul 06.00
Sabtu : Pukul 17.00
Minggu : Pukul 06.00

Immaculata :
Jadwal Ekaristi :
Harian : Pukul 05.45

Samadi Shalom :
Jadwal Ekaristi :
Harian : Pukul 05.45

 

Penyusun : F.X. Suyatno