Dalam Sakit Ada Rahmat Allah Bekerja

Renungan Harian

Senin, 11 Februari 2019
Santa Perawan Maria di Lourdes,
Hari Orang Sakit Sedunia

Bacaan :
Kej. 1:1-19; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,35c; Mrk. 6:53-56

Gereja secara khusus memberikan perhatian kepada orang sakit dengan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia. Sakit tidak pernah menjadi cita-cita manusia. Sakit menandai keterbatasan dan kelemahan manusia. Tidak ada satu orang pun sepanjang sejarah hidup manusia yang tidak pernah merasakan rasa sakit. Sakit bisa berbagai macam: fisik, sosial, psikologis dan bahkan ada juga penyakit iman. Sakit pun bisa berdampak pada hilangnya kepercayaan diri, menghabiskan harta milik, kehilangan pekerjaan, derita tak bertepi dan sebagainya.

Dalam sakit (dan segala efeknya), Tuhan menghendaki manusia untuk mendapat kesembuhan dan pemulihan. Layaknya orang tua yang sedih melihat anaknya sakit, demikian pula Tuhan menghendaki manusia mendapat kesembuhan dan pemulihan. Sakit semata-mata bukan soal fisik yang dipulihkan tetapi semangat dan harapan baru. Itu sebabnya ketika orang sakit, yang utama itu adalah jangan sampai orang kehilangan semangat, harapan dan daya juang.

Kesembuhan bukan hanya didapatkan dari pertobatan medis tetapi terlebih dari hati (iman) kepada Allah. Koneksi hati manusia dengan Allah membawa manusia untuk semakin pasrah pada kehendak Allah. Dalam sakit yang diperlukan adalar hati yang percaya, iman yang semangat dan pasrah pada kehendak Allah. Kesembuhan adalah sebuah anugerah dari perjuangan tersebut di atas. Demikianlah gambaran bacán Injil hari ini. Dalam sakit, rahmat Allah bekerja.

Tuhan semoga hari ini aku belajar semakin bersemangat dalam iman dan belajar pasrah pada kehendak-Mu.

(Penulis : RD David dan Antoni P)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.