Rabu, 23 Januari 2019: Ekaristi Itu Menyembuhkan

Renungan Harian Rabu, 23 Januari :
(Bacaan : Ibr 7:1-3.15-17; Mrk 3:1-6.)

Peringatan St. Ildephonsus, St. Emerensiana, St. Yohanes Penderma, St. Martina, Beato Henrikus Suso OP

Hari Sabtu – Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu, tentu untuk refreshing dari kepenatan pikiran dan raga karena kesibukan kerja sepekan. Jika uang cukup, hari akhir pekan itu diisi dengan bepergian ke tempat-tempat rekreasi atau jalan-jalan ke mall. Dengan menikmati hari libur di akhir pekan, diharapkan pulih kesegaran pikiran, jasmani atau pun rohaninya. Bagi yang kebetulan malas bepergian, cukup berada di rumah. Adakah di hari akhir pekan itu ingat untuk pergi ke gereja merayakan perayaan Ekaristi bersama keluarga ?

Bacaan Injil hari ini masih berkutat tentang rasa penasarannya orang-orang Farisi. Mereka mengamati tindakan Yesus, kalau-kalau Yesus menyembuhkan orang yang sakit sebelah tangannya pada hari Sabat dan di tempat ibadat, supaya mereka dapat mempersalahkan tindakan Yesus, yang dianggap melanggar aturan dan adat mereka. Yesus melawan pikiran dan sikap kedegilan mereka. Kalau orang Farisi fokus mencari-cari kesalahan Yesus, sedangkan Yesus memusatkan perhatianNya melayani mereka yang mendengarkan sabdaNya dan menyembuhkan yang sakit.

Mari kita fokus pada apa yang dilakukan Yesus di tempat ibadat pada hari Sabat itu. Mungkin ada dari anda sedang bermasalah berat atau menderita sakit penyakit yang tak sembuh-sembuh. Sudah beraneka upaya dilakukan, namun tak kunjung juga selesai atau sembuh. Istilah mati sebelah tangan tidak saja dalam artian kondisi tangan kita yang lumpuh, yang mungkin karena stroke, tetapi juga menggambarkan keadaan hidup kita yang lemah bahkan mati rasa karena keberdosaan. Dalam konteks hidup jaman now, peristiwa penyembuhan pada Injil hari ini memberikan gambaran bahwa kesembuhan dapat terjadi karena anugerah belas kasih Yesus. Itu hanya terjadi pada hari istimewa yakni hari Minggu dan tempat penyembuhannya adalah di rumah ibadat atau gereja dalam perayaan Ekaristi!. Bagi yang tak berdegil hati, hari Minggu dan di gereja memiliki daya kuasa penyembuhan, karena dilakukan sendiri oleh Yesus melalui GerejaNya lewat sakramen penyembuhan yakni Ekaristi. Sebagai umat beriman, ketika menderita sakit fisik, bermasalah berat, jiwa yang hampa, adakah pergi ke tempat yang baik dan di hari yang baik, yakni ke gereja mengikuti perayaan Ekaristi pada hari Minggu untuk menerima uluran tangan kasihNya? (Penulis : Antonius Purbiatmadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.