img_9639Hari ini, Selasa, 4 Oktober 2016 pembukaan IYD 2016 Manado yang menjadi penantian seluruh peserta resmi dibuka. Para peserta yang semenjak tanggal 1 Oktober 2016 melakukan live in di paroki-paroki wilayah Keuskupan Manado berkumpul bersama di Lapangan KONI Manado. Mereka akan berarak bersama menuju Stadion Klabat – Manado, tempat dimana IYD 2016 akan dibuka. Setelah seluruh peserta tiba di Lapangan KONI, pukul 15.00 WITA, acara dibuka dengan sambutan dari Ketua IYD 2016, Pastor John Montolalu, Pr. Di awal sambutannya, beliau menyampaikan: “Sore ini hingga malam nanti, kalian menjadi tamu istimewa masyarakat Kota Manado”. Masyarakat yang menyambut seluruh peserta menjadikan peristiwa ini sebagai Injil yang hidup. Lebih lanjut beliau menyampaikan harapan : “Semoga ini menjadi kesempatan yang berharga untuk kita dalam rangka memandang masa depan kita sebagai warga gereja dan sebagai masyarakat”. Selanjutnya beliau menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta. Sambutan kedua diberikan kepada Walikota Manado, Bapak Vicky Lumentut. Beliau menyampaikan selamat datang di Manado. Beliau juga mengingatkan bahwa seluruh peserta ketika berada di Manado, berarti adalah orang Manado. “Saya mewakili pemerintah dan Masyarakat Kota Manado dari lubuk hati yang dalam menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada Tuhan yang Mahakuasa karena acara ini bisa dimulai dan berlanjut hingga selesai. Kami menyambut dengan sukacita seluruh Orang Muda Katolik Se-Indonesia” Selanjutnya Bapak Vicky menyampaikan harapan semoga selama di Manado mengalami suasana penuh kebahagiaan selama pelaksanaan Indonesian Youth Day.img_9672

img_9674Setelah sambutan, acara dibuka dengan doa dan peserta mulai berarak dengan pengibaran bendera oleh Bapak Walikota, Polres Manado, serta Pastor John Montolalu, Pr. Lautan OMK se-Indonesia dengan kibaran bendera Indonesia dan Vatikan beriringan menuju Stadion Klabat Manado. Iringan peserta IYD 2016 mendapatkan sambutan luar biasa dari puluhan ribu Masyarakat Manado di setiap jalan yang mereka lalui. Sukacita dan kegembiraan yang dirasakan oleh peserta tidak hanya menjadi sukacita mereka tetapi juga seluruh masyarakat Manado. Sampai di Stadion, peserta sudah disambut oleh puluhan ribu Orang Muda Katolik, perwakilan umat paroki se-Keuskupan Manado. Nampak juga di Tribun VIP Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Antonio Guido Filipazzi ditemani para Uskup serta Para Imam dan suster turut serta menyambut kehadiran seluruh peserta IYD 2016.

img_9694Pukul 18.15 WITA, Perayaan Ekaristi pembukaan IYD 2016 dimulai. Perayaan dipimpin oleh selebran utama, Mgr. Joseph Theodorus Suwatan didampingi Mgr. Ignatius Suharyo dan Mgr. Pius Riana Prabdi, serta para uskup yang turut hadir dalam acara ini, dan tentu saja Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Guido Filipazzi. Dalam pengantar ekaristi, Mgr. Suwatan mengajak OMK menjadi generasi muda yang membawa pembaharuan.

Dalam Homilinya, Mgr. Ignatius Suharyo mengungkapkan tema “Damai dengan Tuhan, damai dengan sesama, damai dengan sendiri dan alam semesta”. Beliau teringat akan tarian, dan ada berbagai macam tarian. Saat melakukan tarian dibutuhkan jurus dasar. Adakah jurus dasar untuk iman kita supaya mampu melakukan damai dengan Tuhan, sesama, diri sendiri dan alam semesta?. Mgr. Suharyo menyampaikan “Salah satu penanda utama semangat orang muda Indonesia ini adalah salib. Salib itu di estafetkan, salib itu diprosesikan, salib itu kita sembah sujud. Semoga semua ini bukan sekedar upacara lahiriah, melainkan ungkapan iman yang mendalam khususnya bagi Orang Muda Katolik untuk bersyukur atas pengurbanan hidup Yesus Kristus. Kita semua diajak untuk memetik buah-buah salib itu seperti yang sudah dialami oleh rasul Paulus. Semoga dengan demikian kita dapat selalu berkembang dalam damai dengan Tuhan, damai dengan sesama, damai dengan diri sendiri, dan damai dengan alam ciptaan.” Sehubungan dengan perayaan St. Fransiskus Asisi, beliau menyampaikan: “Semoga seperti orang kudus ini, kita pun terus berkembang…Tuhan jadikanlah aku pembawa damai”.img_9695

img_9697Perayaan Ekaristi ditutup dengan berkat indulgensi penuh dari Mgr. Antonio Guido Filipazzi. Setelah Ekaristi, Gubenur Sulawesi Utara, Bapak Olly Dondokambey, SE. Beliau menyampaikan “Selamat datang dan Selamat Bakudapa di bumi nyiur melambai, Sulawesi Utara”. Kegiatan ini bagi beliau merupakan momentum untuk pembangunan iman dan semakin memantapkan eksistensi Orang Muda Katolik sebagai pendorong bagi gereja, masyarakat, dan Negara. Setelah sambutan Gubernur, acara dilanjutkan dengan makan malam dan pentas seni meriah yang terbuka untuk seluruh umat. Malam ini, peserta IYD tidak akan kembali ke tempat live in, melainkan akan menginap di LOTA untuk kegiatan seminar hingga IYD 2016 ditutup pada tanggal 6 Oktober 2016. (RD. Y. Joned S)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

One thought on “Gebyar IYD 2016 Manado

  • October 4, 2016 at 21:08
    Permalink

    Romo Joned, luar biasa laporannya Salam kasih dari Depok.

    Oh, iya Romo, boleh ngak tulisan di web keuskupan ini tidak diproteksi,.
    Makasih.

    Marcel.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *