Hidup untuk Memberikan Cahaya

Renungan Harian

Kamis, 31 Januari 2019
Bacaan: Markus 4: 21- 25
PW St. Yohanes Bosko, Imam

Salam dari Indonesia Timur

Pemazmur dalam Kitabnya menuliskan, “Sabda-Mu adalah pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku.” Pernyataan tersebut sangat tepat dengan apa yang ditekankan dalam Injil bahwa manusia hendaknya menjadi pelita atau cahaya dalam kehidupan.

Kita telah ditebus dan dikuduskan lewat pengorbanan Yesus Kristus, selanjutnya sabda Allah telah ditanamkan dan ditulis dalam dahi kita masing-masing. Ya, hidup kita dibuat menjadi sangat istimewa dan berharga. Oleh karena itu sudah sepantasnya dan selayaknya hidup kita menjadi pelita atau cahaya yang menerangi kegelapan dunia. Sungguhkah hidup kita sudah menjadi pelita atau cahaya yang menerangi kehidupan?

Saudaraku, meskipun hidup kita dijadikan sangat istimewa dan berharga, ternyata kita belum mampu menjadikan hidup kita sebagai pelita atau cahaya tersebut. Kita sering mampu berkata “ya” tetapi tidak pernah menepati janji dan komitmen kita. Kita sering merasa paling pantas dan mampu berbuat tetapi tidak pernah memulai dan menyelesaikannya. Kita sering juga merasa paling memiliki dan punya segalanya tetapi tidak mampu memberi dan berbagi. Kita merasa hidup sebagai pelita tetapi hanya untuk diri sendiri. Hal ini tentu sia-sia dan tidak akan pernah berguna.

Hari ini kita diingatkan untuk selalu mampu menjadi peilta atau cahaya kehidupan yang menerangi kegelapan dunia. Maka mari kita mulai dengan memiliki cara berpikir yang baik dan sehat supaya perkataan kita menjadi baik dan sehat untuk akhirnya mampu bertindak yang baik dan sehat pula. Hidup yang selalu selaras antara berpikir, berkata dan bertindak baik dan sehat itulah pelita, itulah cahaya. Tuhan memberkati.

Jangan lupa bahagia,
Jangan lupa tersenyum,
Jangan lupa berdoa.

(RD Lucius Joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.