Bogor-Keuskupan : “5 Obor ini melambangkan butir-butir Pancasila” teriak Rafael de Deo ketika membuka acara api unggun Kemah Rohani Komisi Kateketik yang di adakan di Kebun Wisata Pasir Mukti, Citereup pada 23-24 Juli 2016 lalu. Kemah Rohani 2016 kali ini bertemakan 100% Katolik 100% Indonesia, acara tahunan Komisi Kaketetik ini dihadiri oleh 70 peserta dari berbagai Paroki. Para orang muda yang diutus ialah perwakilan Bina Iman Remaja di masing-masing paroki, yang terdiri dari paroki Cicurug, Katedral, Megamendung, Sukaraja, Cianjur, Depok Tengah, Sentul, dan Kuasi Paroki Sukatani. Rangkaian kegiatannya ini mendalami makna tema yang disusun Mgr. Soegijapranata. Kegiatan lanjutan yang dibuat tahun lalu, dengan tema “Proud to be Catholic”. Sepanjang acara, mereka di dampingi oleh Frater Rio, Frater Galih, dan Frater Benny, juga para Tim Komkat muda: Deo, Monica, Adri, Yulita, Marga, Imanuel, Kevin, dan Nico.DSC_0610

Setelah registrasi, acara dimulai dengan Misa pembukaan yang dipersembahkan oleh RD. Andreas Bramantyo selaku ketua Komisi Kateketik Keuskupan Bogor. Dalam homilinya beliau berharap kegiatan Kemah Rohani ini menjadi bekal yang baik bagi masa depan remaja-remaja Katolik terutama yang bersekolah di luar sekolah katolik. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian pos-pos yang berisi materi tentang Ajaran Sosial Gereja, debat kasus toleransi beragama, sikap orang muda dalam Beriman, dan mengenal para tokoh katolik seperti I.J. Kasimo, Butet Kertarajasa, dan tokoh berpengaruh di Indonesia yang beragama katolik. Kemudian mereka diajarkan untuk memahami Ajaran Sosial Gereja dengan membuat sebuah rencana kegiatan nyata untuk masyarakat luas. Pada kegiatan malam hari mereka diajak membuat proposal hari kemerdekaan yang ditantang mewujudkannya setelah pulang ke paroki masingmisatutupdanbuka-masing.

Acara ditutup dengan malam inagurasi, api unggun. Mereka menyalakan api unggun dengan obor 5 buah. Tentu sebagai lambang butir Pancasila dan 5 pilar Gereja. Setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Keuskupan Bogor, dan penampilan seni dari budaya yang ada di Indonesia. “Kegiatan Kemah Rohani kali ini, panitia berusaha mengurangi muatan-muatan outbond. Saya melihat outbond terlalu melekat di dalam kegiatan OMK. Bagus sih. Namun, tidak menyelesaikan masalah-masalah OMK yang mendasar. Maka, kami berupaya membuat alternatif kegiatan bagi OMK” ungkap Deo sebagai seksi acara. Kegiatan yang sederhana ini disambut baik dari banyak peserta dan mereka merasa bAerkesan. “Saya dapat pengetahuan lagi tentang Indonesia dan Katolik. Saya ditantang bicara bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mau lagi, dan harus lebih lama.” Ungkap Nadine salah satu peserta dari Sentul.

Kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Yustinus Joned, dilanjutkan dengan penyematan pin kepada seluruh peserta sebagai simbol “kami anak 100% Katolik 100% Indonesia”, dilanjutkan dengan foto bersama. [Maria Yulita]

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *