“Rumah bukanlah hotel. Rumah adalah tempat dimana keluarga bersatu dengan Yesus membangun kehidupan bersama. Oleh sebab itu Keuskupan Bogor mengangkat tema “Rumahku adalah tempat menyapa, mencintai dan mengampuni” pada Hari Perkawinan Sedunia 2015”

5D3_1219Demikian penggalan kata dari Mgr. Paskalis Bruno Syukur pada Hari Perkawinan Sedunia (World Marriage Day) yang diadakan bertepatan dengan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day) Minggu (14/2/2016) di Paroki St. Matias, Cinere. Sebelum perayaan ekaristi berlangsung, para perwakilan pasutri dari 22 paroki memasuki gereja yang dipanggil oleh MC dengan diiringi lagu “You’re The Light” oleh kelompok paduan suara yang merupakan kolaborasi OMK dengan ME (Marriage Encounter).

12743788_10153896296666069_6188252612832186810_nRangkaian acara pada hari itu diawali perayaan ekaristi yang dilaksanakan secara konselebrasi dengan selebran utama Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM didampingi oleh 15 konselebran yaitu RD Ch. Tri Harsono (Vikjen), RD Alfonsus Sutarno (Ketua Komisi Keluarga), RD Agustinus Suyatno (Paroki Keluarga Kudus, Cibinong), RD Antonius Dwi Haryanto (Paroki St. Markus, Depok Timur), RD YM Ridwan Amo (Paroki St. Ignatius Loyola, Semplak), RD Redemptus Pramudhianto (Paroki Bunda Maria Segala Bangsa, Kota Wisata), RP Dionisius Anggo Man, OFM (Paroki St. Maria Ratu Para Malaikat, Cipanas), RD Y. Dwi Karyanto (Paroki St. Herkulanus, Depok Lama), RP Alfons Suhardi, OFM (Paroki St. Paulus, Depok), RD SM Sumardiyo (Paroki Kristus Raja, Serang), RD Markus Lukas (Paroki St. Fransiskus dari Asisi, Sukasari), RD R. Eeng Gunawan (Paroki St. Thomas, Kelapa Dua), RD Paulus Haruna, RD Lucius Joko dan Diakon Y. Eko Priyambodo (Paroki St. Matias, Cinere).

Sebelum ritus tobat, Romo Haruna mengajak pasutri dan umat yang hadir untuk melakukan penelitian batin dengan mejawab 14 pertanyaan, diantaranya “Pernahkah Anda menyakiti pasangan Anda?” yang lalu dilanjutkan oleh ajakan Mgr. Paskalis Bruno Syukur untuk saling menyesali dan mengakui kesalahan menurut caranya masing-masing.

5D3_1282Dalam homilinya, Mgr. Paskalis Bruno Syukur mengajak umat yang hadir untuk menyembah Allah dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti. Ini sesuai dengan Bacaan Injil pada hari itu yang diambil dari Lukas 4:1-13. Misi perutusan Yesus ialah menghantar semua orang untuk percaya dan menyembah kepada Allah. Yesus menyadari identitasNya sebagai utusan Allah. Selanjutnya beliau memaparkan bahwa misi perutusan kita sebagai pasangan suami istri pun haruslah jelas, tegas dan dipegang secara sungguh-sungguh sebab perkawinan itu ada karena adanya kasih diantara pasangan suami istri. Maka misi perutusan sebagai pasutri adalah berkarya bersama Yesus dengan menjadi duta-duta kasih. Selain itu yang berkaitan dengan pengalaman hidup Yesus, yaitu menjadi duta kerahiman Allah. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita pun meneladan Yesus dengan senantiasa mengasihi dan mengampuni. Paus Fransiskus pernah berkata bahwa tidak ada suami yang sempurna, tidak ada istri yang sempurna, tidak ada orangtua yang sempurna, tidak ada anak yang sempurna, tidak ada keluarga yang sempurna. Namun, keluarga itu menjadi sempurna jika mereka mampu untuk saling mengasihi dan mengampuni. Pada akhir homilinya, beliau menyampaikan 4 hal yang diharapkan dapat menjadi “bekal” bagi pasutri dan umat yang hadir yaitu pernyataan “I love you”, “I need you”, “I’m sorry. Please forgive me” dan “I pray for you” yang hendaknya senantiasa diucapkan baik diantara pasutri maupun didalam keluarga.

Sesudah homili, Mgr. Paskalis mengajak para pasutri untuk mengucapkan pembaharuan janji perkawinan dengan saling berhadap-hadapan dan berpegangan tangan.5D3_1191

Sebelum berkat dan pengutusan, perwakilan pasutri diberi kesempatan untuk berbagi kisah mengenai jatuh bangun mereka dalam membangun dan menjalani mahligai rumah tangga. Selanjutnya kata sambutan dari Ketua Panitia dan RD Paulus Haruna selaku Pastor Paroki St. Matias, Cinere Kata sambutan yang terakhir adalah Mgr. Paskalis yang diwakilkan oleh RD Alfonsus Sutarno selaku Ketua Komisi Keluarga, yang memaparkan bahwa tentu tidak mudah untuk membangun dan menjadi keluarga yang bersukacita, tapi jika antara anggota keluarga sudah dapat saling mengasihi dan mengampuni maka bukan tidak mungkin keluarga yang bersukacita itu akan dapat diwujudkan. Lalu, penyerahan plakat sebagai “tongkat estafet” atas penyelenggaraan Hari Perkawinan Sedunia 2017 dari RD Paulus Haruna selaku Pastor Paroki St. Matias, Cinere ke RD Agustinus Suyatno selaku Pastor Paroki Keluarga Kudus, Cibinong.DSC00211

Usai perayaan ekaristi, acara ramah tamah dan makan siang yang telah disiapkan oleh panitia pun dimulai. Acara ramah tamah yang diadakan di Plaza Pastoran diawali dengan dance “Gemufamire” yang diikuti oleh Mgr. Paskalis beserta para romo dan seluruh umat yang hadir. Nampak beliau bergembira dan berjoged bersama mengikuti irama musik tanpa terlihat lelah.

Selesai berjoged bersama, panitia pun memanggil anak-anak yang hadir untuk maju ke depan panggung. Ya, mereka akan dihibur oleh Mamedo yang akan bercerita mengenai satu tubuh yang terdiri dari banyak anggota tubuh. Seperti layaknya tubuh, keluarga pun terdiri dari banyak anggota yang saling membutuhkan. Mamedo pun mengajak Bapa Uskup, para romo dan umat yang hadir untuk bernyanyi bersama “Semua Karena Cinta” dan “Kemesraan”.

Acara berikutnya yaitu fashion show keluarga dari perwakilan masing-masing paroki. Acara ini pun mengundang tawa dari Mgr. Paskalis, para romo dan umat yang hadir. Ya, karena kostum yang digunakan oleh masing-masing peserta sungguh lucu dan menarik, ada yang berpakaian ala wayang yang merepresentasikan keluarga dari Jawa, ada berpakaian adat Betawi, ada yang berpakaian adat Papua, dll. Sebelum panitia mengumumkan pemenang, lunch box pun dibagikan pada seluruh umat yang hadir. Sedangkan Bapa Uskup beserta para romo dan DPP dipersilahkan untuk menikmati makan siang di Pastoran. Akhirnya panitia pun mengumumkan Pemenang yaitu Keluarga Terfavorit yang merupakan perwakilan dari Paroki Bunda Maria Segala Bangsa, Kota Wisata.

DSC00341Tak terasa hari sudah menjelang siang. Rangkaian acara pun ditutup dengan foto perwakilan keluarga dari masing-masing keluarga dengan Mgr. Paskalis Bruno Syukur. Semoga keluarga-keluarga katolik dapat senantiasa menjadi duta-duta kasih dan kerahiman Allah. Sampai jumpa pada Hari Perkawinan Sedunia 2017 di Paroki Keluarga Kudus, Cibinong. (net)

 

 

 

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *