KH Cepi “70 Tahun Paroki Santa Maria Para Malaikat Cipanas Tandakan Kita Hidup dalam Damai dan Toleransi”

Cipanas – keuksupanbogor.org : “Kita yang Bersyukur, Bersatu dan Berbagi” menjadi tema yang diangkat dalam HUT ke-70 Paroki Santa Maria Para Malaikat, Cipanas (Minggu, 3/02/2019). Paroki dengan identitas paroki wisata ini menggelar perayaan HUT dengan persiapan yang telah dilakukan setahun sebelumnya. Sejak Agustus 2017, Paroki Cipanas menggelar berbagai kegiatan seperti Susur sungai, pungut sampah, donor darah, seminar Kitab Suci, Novena, renungan AAP/APP, seminar Bunda Maria, ziarah sambil membersihkan makam dan gereja, jalan santai, lomba badminton, volly, futsal, catur, tenis meja, lomba memasak, senam tobelo, pengobatan gratis, dan lain-lain. Puncak acara HUT ini adalah Perayaan Ekaristi.

Pastor Monang memimpin Misa HUT 70 Paroki St. Maria Para Malaikat bersama sejumlah imam lainnya di Gereja Paroki Cipanas (minggu,3/02/2019). (Foto : Eko)

Sebanyak 16 imam tampil dalam Misa. Pastor Monang (Sekretaris Keuskupan Bogor) hadir mewakili Bapa Uskup dan menjadi selebran utama. Pastor Widi OFM, Pastor Haryo OFM, Pastor Mikael Endro, Pastor Lauren Tueng OFM, Pastor Gabby OFM, Pastor Anton OFM, Pastor Bone OFM, Pastor Alex OFM, Pastor Alfons OFM, Pastor Martin Harun OFM, Pastor Robby OFM, Pastor Hadi,  Pastor Agung O.Carm, Pastor Yosef Tote OFM, dan Pastor Patrice CSE menjadi selebran. Para imam ini merupakan imam-imam baik yang berasal dari Paroki Cipanas maupun mereka yang pernah bertugas di paroki ini. Umat hadir dengan menggunakan busana nusantara; kor dengan iringan degung menambah semarak perayaan syukur ini.

Dalam khotbahnya, Pastor Monang menyampaikan bahwa sudah sepantasnya kita sebagai umat Paroki Cipanas merasa bangga. Dengan mengusung tema “Bersyukur, Bersatu, Berbagi” diusia Paroki yang sudah 70 tahun bukan lagi usia yang muda, kita masih bisa berdaya guna dan semakin maju dalam merangkul sesama maupun dalam hidup menggereja. Sebagai paroki wisata yang mempunyak banyak kelebihan dibanding paroki paroki lain di Keuskupan Bogor dari sisi geografisnya. Alamnya yang masih sejuk segar dan hidup berdampingan dengan rukun dengan saudara kita yang lain, yang notabene sebagai kaum minoritas di daerah tatar Sunda. Di akhir khotbahnya, Pastor Monang juga menyampaikan salam hangat untuk semua umat Cipanas dari Mgr Paskalis Bruno Syukur, beliau tidak dapat hadir pada acara ini karena ada tugas lain.

Ramah tamah HUT 70 Paroki St. Maria Para Malaikat Cipanas di Hotel Palace (Minggu, 3/02/2019). (Foto : Eko)

Acara ramah tamah dilangsungkan usai Misa di Hotel Palace (bersebelahan dengan Gereja. Para tokoh lintas agama hadir dalam acara ini seperti KH. Cepi (perwakilan MUI) dan KH. Arief (FKUB Cianjur). “Usia 70 tahun Paroki Maria Para Malaikat Cipanas, itu menandakan bahwa kita selama ini hidup berdampingan dengan saudara yang lain dengan penuh toleransi dan damai”, jelas KH. Cepi dalam sambutannya. Berbagai acara hiburan, pengundian kupon, pemutaran video profil Paroki Cipanas dan makan bersama menjadi pelengkap acara syukur ini. Semoga lewat kegiatan besar ini, kita semakin bangga sebagai umat Gereja Katolik yang semakin bersyukur, selalu bersatu dan mau berbagi, ditengah toleransi hidup beragama.

Penulis : Yuli, Gema Suci

Editor : RD David

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.