Pastor, Suster dan semua umat bernyanyi "Lestari Alamku"

Pastor, Suster dan semua umat bernyanyi “Lestari Alamku”

Itulah tema yang diusung oleh Paroki Santa Maria Para Malaikat Cipanas, dalam kegiatan menyambut Hari Lingkungan Hidup sedunia yang jatuh pada 05 Juni 2016. Tema tersebut merupakan bahasa Sunda yang artinya kampung saya, bagaimana saya. Jadi tergantung diri kita sendiri dalam melakukannya. Bruder Pudiraharjo, OFM mengatakan bahwa tema ini sengaja diambil, selaras dengan ensiklik Paus Laudato Si Merawat Bumi Rumah kita bersama.”Bumi adalah kampung kita masing-masing tempat kita tinggal dan hidup. kita wajib menjaga dan merawatnya”, jelasnya. Lalu Pastor Stefanus Suprobo, OFM sebagai Pastor Paroki St. Maria Para Malaikat pun menambahkan bahwa: “Merawat bumi rumah kita bersama ini mesti dimulai dari kebiasaan kita yang sederhana dengan menempatkan sampah pada tempatnya. Inilah cara kita untuk menyadari bahwa bumi ini adalah kampung kita yang masa depannya sangat tergantung pada sikap kita. Bumi itu menjadi rumah yang nyaman, tergantung bagaimana kita memperlakukannya”.

Bekerja sama dengan baik membersihkan sampah.

Bekerja sama dengan baik membersihkan sampah.

Peduli Lingkungan dari Berbagai Kalangan
Dalam menyambut Hari lingkungan hidup sedunia, Paroki Cipanas mengadakan acara peduli lingkungan dengan susur sungai dan pungut sampai yang diadakan sabtu, 04 Juni 2016. Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan mulai dari pelajar dari TK & SD Mardi Waluya, SMP Mardi Yuana Sindanglaya, juga perwakilan dari: YON ARMED 5 Cipanas, Brimob Cipanas, kelompok Karang Taruna Relawan Penanggulangan Resiko Bencana desa Sindangjaya, komunitas biarawati SFS dan FMM, umat Paroki Cipanas, karyawan/karyawati Panti Asuhan St. Yusup, Komunitas baca Cipanas dan Satpol PP desa Cipanas. Kegiatan ini pun melibatkan siswa-siswi sekolah dengan tujuan agar kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup itu ditanam sejak dini, sejak mereka di bangku sekolah. Acara ini berpusat di halaman SD Mardi Waluya Sindanglaya Cipanas. Peserta kurang lebih ada 600 orang yang mengikuti kegiatan ini. Diawali dengan registrasi peserta pukul 07.30, Lalu acara di buka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh semua peserta. Kemudian doa pembukaan oleh Sr. Christine FMM. Selanjutnya kata sambutan dari ketua panitia, yaitu Bapak Sugianto lalu Pastor Stefanus Suprobo OFM sebagai pastor Paroki Cipanas disusul Bruder Pudhi Raharjo OFM. Mereka mengajak kita untuk menjaga lingkungan hidup kita dan dimulai dari diri sendiri, kalau bukan dari diri kita sendiri lalu siapa lagi? Contohnya dengan membuang sampah pada tempat sampah dan jangan malu untuk memungut sampah.
Setelah itu semua peserta diajak bernyanyi lagu “Lestari Alamku”. Kemudian pengarahan teknis dari panitia dalam melakukan kegiatan susur sungai dan pungut sampah. Sebelumnya Bruder Pudhi Raharjo OFM dan pembawa acara mengajak peserta untuk melakukan yel-yel dan tepuk semangat. Hal ini dilakukan untuk membakar semangat para peserta. Dalam kegiatan susur sungai dilakukan di sungai Ciwalen yang tempatnya tidak jauh dari tempat acara sehingga mereka pun berjalan kaki hingga ke lokasi dan pesertanya kebanyakan orang dewasa. Sedangkan untuk pungut sampah dibagi dalam beberapa kelompok dengan tempat yang berbeda-beda. Dimana untuk anak TK & SD disekitar kawasan sekolah, sedangkan untuk anak SMP dan peserta lainnya tersebar di pinggir jalan raya sekitar Cipanas dan sekitar Pasar Cipanas.

Tetap Semangat

Antusiasme anak dan dewasa membersihkan sungai.

Antusiasme anak dan dewasa membersihkan sungai.

Peserta yang akan melakukan pungut sampah menaiki truk dari Brimob dan YON ARMED yang telah tersedia. Saat akan melakukan kegiatan pungut sampah ini jalan menuju lokasi mengalami macet karena hari Sabtu, dimana jalur Cipanas- Puncak padat. Namun hal ini tak menyurutkan para peserta untuk melakukan kegiatan pungut sampah ini dan tetap semangat dengan berjalan kaki sampai ke lokasi. Tak hanya itu semangat peserta pun tak terkalahkan oleh teriknya matahari yang bersinar cukup terik saat itu, sehingga peserta pun bermandikan keringat. Sekitar pukul 12.00 peserta mulai kembali ke tempat acara. Mereka pun mengumpulkan sampah-sampah yang mereka pungut, entah dari sungai maupun dari jalan raya ke tempat yang telah ditentukan. Ternyata sampah yang telah dipungut jumlahnya sangat banyak.
Bagi peserta yang telah kembali ke tempat acara, mereka disuguhkan makanan ringan dan air mineral untuk menghilangkan rasa lelah. Setelah peserta berkumpul, acara dilanjutkan kembali dengan sharing dari beberapa peserta atas kegiatan yang telah mereka lakukan. Mereka sangat senang dengan adanya kegiatan ini, dan berharap diadakan lagi kegiatan yang sama, kalau bisa dalam setahun diadakan dua atau tiga kali. Kemudian acara dilanjutkan dengan makan siang dan diawali dengan doa makan oleh Sr. Agatha SFS. Sekitar pukul 13.30 acara ditutup dengan doa penutup. Dan sebelumnya Pastor Dion, OFM berpesan agar semua yang hadir pada hari ini menjadi pelaku utama dalam proyek besar, memulihkan kehidupan. Tidak dengan hal yang muluk-muluk, tetapi melalui hal yang sederhana, menempatkan sampah pada tempatnya dan peduli pada kebersihan lingkungan. ~Alexander Eko~

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

One thought on “Lembur Abdi, Kumaha Abdi : Perayaan Hari Lingkungan Sedunia di Paroki st. Maria Ratu Para Malaikat – Cipanas

  • June 10, 2016 at 12:29
    Permalink

    Sangat menginspirasi…tetap semangat Paroki Cipanas, paroki kecil tapi punya andil yang besar untuk lingkungan sekitarnya..semoga..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *