img_9770Tidak terasa kegiatan IYD 2016 Manado diakhiri. Kamis, 6 Oktober 2016 setelah kunjungan Menpora Imam Nahrawi, pukul 17.15 WITA  Perayaan Ekaristi Penutupan IYD 2016 dimulai. Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Pius Riana Prabdi, didampingi Mgr. Josef Suwatan dan Mgr. Antonius Subianto Bunjamin beserta para uskup. Dalam pengantar, Mgr. Josef Suwatan menyampaikan bahwa anugerah perjumpaan dengan saudara-saudari yang lain dalam kegiatan ini adalah rahmat tak terhingga. Perjumpaan yang membuat kita semakin yakin bahwa dunia tempat kita hidup semakin mantap untuk kita tinggali dalam kasih.

img_9777Mgr. Antonius Subianto dalam homilinya menyampaikan banyak orang muda terbuai dengan kehidupan yang hiruk pikuk, ramai disana-sini, tetapi sayangnya tanpa fokus dan prioritas, serta tanpa arah dan tujuan. Orang muda ibarat: “Berjalan luntang-lantung, lari pontang-panting, dan pusing tujuh keliling bagaikan orang sinting dalam dunia yang sedang gonjang-ganjing” ungkapnya. Pada saat itu, bisa jadi segala sesuatu dianggap sebagai kebiasaan. Peristiwa Perkawinan Di Kana dalam bacaan Injil memberikan gambaran bahwa pesta perkawinan pada jaman itu tanpa anggur ibarat pesta tanpa sukacita,,maka OMK tanpa sukacita adalah OMK berwajah masa depan suram. Beliau kembali mengingatkan kepada OMK berdasarkan ungkapan Paus Fransiskus: “Hai Kaum Muda, janganlah mengubur bakat, talenta, dan karunia yang diberikan oleh Allah. Jangalah takut bermimpi akan hal-hal yang besar terjadi di dalam dirimu. Dalam hal yang sama, Paus Yohanes Paulus II berkata: Kaum Muda janganlah takut menjadi kudus”. Orang-orang muda bukan hanya masa depan gereja, tetapi juga masa kini gereja. Lebih lanjut Mgr. Anton mengungkapkan: “Janganlah puas menjadi OMK yang biasa-biasa saja bagaikan anggur tawar. Jadilah OMK yang luar biasa bagaikan anggur murni luar biasa.” Segala sesuatu itu oleh Mgr Anton tergantung berada di tangan siapa ia berada. “Gereja sekarang ini berada di tangan kalian Orang Muda Katolik” ungkapnya yang disambut tepuk tangan seluruh peserta. Pada akhir homilinya, Mgr Anton mengajak OMK, semoga melalui seruan “Injil di dadaku, Kristus di hidupku” tidak hanya diteriakkan selama kegiatan IYD ini, tetapi juga diwujudkan dalam hidup sehari-hari dan sungguh-sungguh Injil di dadaku dan Kristus di dalam hidupku bukanlah perkataan slogan belaka, tetapi adalah hidup nyata OMK yang ada disini.

img_9775Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan foto bersama 23 Uskup yang hadir dan sambutan dari Bupati Minahasa dan Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI, RD. Antonius Haryanto. Beliau menyampaikan terimakasih kepada seluruh uskup yang hadir serta seluruh uskup yang telah mendukung cara ini. RD. Hari juga mengajak seluruh Ketua Komisi Kepemudaan se-Indonesia untuk berada dipanggung dan berterimakasih untuk kerjasama luarbiasa dalam kegiatan ini. Setelah doa makan, para peserta makan malam bersama.

img_9793Malam Puncak kegiatan IYD 2016 dilanjutkan dengan pentas seni dari perwakilan regio dan pengisi acara. Kemeriahan acara dinikmati dengan teriakan-teriakan sukacita seluruh OMK. Mereka larut dalam kegembiraan yang sama menjadi saksi sukacita IYD 2016. Di sela-sela pementasan, juga dibacakan Ikrar OMK se-Indonesia yang dibacakan oleh perwakilan OMK. Para Uskup nampak antusias mengikuti acara penutupan IYD 2016 hingga pukul 00.20. Kegiatan IYD 2016 Manado akhirnya ditutup pukul 01.00 WITA dengan penyerahan Salib IYD dari panitia kepada Ketua Komisi Kepemudaan KWI, Mgr. Pius Riana Prabdi dan dilanjutkan dengan berkat penutup. Dengan demikian rangkaian kegiatan IYD 2016 Manado 2016 dari tanggal 1 – 6 Oktober 2016 telah selesai. Para peserta memiliki PR di tempat mereka masing-masing untuk membawa pesan khusus selama mereka berada di Keuskupan Manado. (RD. Y. Joned S)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *