OMK adalah wajah gereja di masa depan. Oleh sebab itu sudah seharusnya OMK senantiasa didampingi dan didukung supaya bersemangat dan pantang menyerah serta memiliki iman yang berakar kuat dalam Kristus

Demikian penggalan kata sambutan RD Robertus Arie Priyanto dalam Rapat Pleno Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor pada Sabtu-Minggu (2-3/04/2016) di Wisma Puspanita, Ciawi.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Pengurus dan SKP (Seksi Kepemudaan) dari 22 paroki di Keuskupan Bogor itu dimulai pada pukul 14.00 wib dengan melakukan registrasi ulang terhadap peserta. Tiap-tiap paroki mengirimkan perwakilan 3 orang Pengurus dan 2 orang SKP. Setelah melakukan registrasi ulang, panitia membagi kamar bagi peserta dimana 1 kamar akan diisi oleh 4 orang secara acak. Hal ini tentunya dimaksudkan supaya peserta dapat saling mengenal. Pada pukul 16.00 wib, panitia dan peserta kembali berkumpul di ruang makan untuk menikmati snack dan minuman hangat yang telah disiapkan oleh pengelola Wisma Puspanita.

Pleno6Usai menikmati snack dan minuman hangat, panitia dan peserta berkumpul di aula untuk memulai acara pada malam hari itu dengan perkenalan peserta per paroki. Lalu dilanjutkan dengan sesi yang seharusnya diisi oleh RD Tri Harsono, namun karena beliau terjebak kemacetan dalam perjalanan maka akhirnya diisi dengan sharing dan diskusi bersama RD Arie dan panitia. Sebelumnya panitia membagi peserta ke dalam 10 kelompok secara acak. Setelah peserta terbagi dalam kelompok-kelompok, panitia memberi kesempatan paroki-paroki yang telah ditunjuk untuk mempresentasikan laporan kegiatan yang telah dilakukan. Adapun paroki yang memberikan presentasi atas laporan kegiatan yang telah dilakukan yaitu Paroki St. Maria Tak Bernoda-Rangkasbitung, Paroki St. Petrus-Cianjur, Paroki St. Ignatius Loyola-Semplak, Paroki St. Joannes Baptista-Parung. Peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya pada paroki yang telah mempresentasikan laporan kegiatannya. Kemudian, panitia memberi bahan diskusi pada peserta yaitu apa yang menjadi kendala bagi OMK di paroki dan apa yang dapat dilakukan Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor untuk membantu mengatasi kendala tersebut. Ternyata, sebagian besar paroki memiliki kesamaan kendala yaitu kurangnya dukungan dari orangtua. Kebanyakan orangtua masih beranggapan bahwa kegiatan-kegiatan OMK hanyalah bersifat hura-hura juga nongkrong-nongkrong yang nggak jelas. Orangtua juga masih beranggapan bahwa dengan anaknya bergabung dalam wadah OMK, akan dapat menghambat prestasi anaknya di sekolah maupun kampus. Hal ini mengakibatkan OMK yang aktif baik di lingkungan maupun paroki hanyalah segelintir orang saja. Maka tidak salah jika ada ungkapan 8L, “lu lagi, lu lagi. Lagi-lagi lu lagi”. Dari keseluruhan kaum muda yang ada di paroki, hanya sekitar kurang dari 10% yang aktif baik di lingkungan maupun di paroki. Selain itu juga mengakibatkan susahnya regenerasi dalam wadah OMK. Lalu, kurangnya dukungan dari paroki terhadap OMK, terlebih dalam hal pendanaan. Adalah suatu hal yang kontradiktif jika OMK diminta untuk aktif berkegiatan namun minimnya anggaran untuk mewujudkan kegiatan-kegiatan itu, sehingga OMK harus bersusah payah untuk mencari dana, misalnya dengan berjualan pada Sabtu dan Minggu, usai misa. Padahal OMK adalah wajah gereja di masa depan. Tentu, kita tidak ingin jika gereja hanya diisi oleh kaum lansia seperti halnya yang terjadi di gereja-gereja di Eropa. RD Arie berharap dengan diketahuinya berbagai permasalahan yang terjadi dalam wadah OMK di paroki-paroki, maka Komisi Kepemudaan akan dapat membantu sehingga dapat mengarahkan OMK menuju ke arah yang lebih baik. Rangkaian acara pada malam hari itu diakhiri dengan doa taize yang dipimpin oleh RD Arie di kapel.

Pleno9Minggu pagi (3/04/2016) panitia membangunkan peserta pada pukul 06.00 wib. Rangkaian acara pada hari itu dimulai dengan menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh pengelola. Usai menikmati sarapan, panitia pun membawa peserta ke lapangan untuk melakukan senam pagi dan berbagai games yang menarik. Lalu masing-masing kelompok menampilkan yel-yel yang dilanjutkan dengan outbound ke 5 pos yang diisi oleh panitia. Pada tiap-tiap pos, panitia telah mempersiapkan permainan yang membutuhkan kekompakan dan ketangkasan dari kelompok. Tiap-tiap kelompok pun hanya dibekali sebotol air mineral selama perjalanan menuju 5 pos tersebut. Panas matahari yang cukup terik tidak menyurutkan semangat dan langkah peserta untuk menyelesaikan 5 pos. Setelah kesepuluh kelompok selesai, mereka berkumpul di ruang makan untuk menikmati snack dan minuman hangat. Lalu panitia memberi waktu untuk mandi dan membereskan barang bawaannya masing-masing. Pada pukul 11.30 wib panitia dan peserta kembali berkumpul di aula untuk mendengarkan pemaparan mengenai Indonesia Youth Day 2016 yang akan berlangsung pada 1-7 Oktober 2016 di Manado. Adapun tema yang diangkat dalam IYD 2016 yaitu “OMK : Sukacita Injil di Tengah Masyarakat Yang Majemuk”. Selain itu juga dipamerkan Salib IYD dari Keuskupan Bogor. Salib sederhana yang terbuat dari akar-akaran yang diikat menjadi satu menggambarkan dinamika OMK dalam konteks zaman, dari pelbagai latar belakang dan golongan. Mereka menjadi satu (diikat) di dalam Yesus Kristus melalui baptisan yang sama. Sedangkan Corpus terbuat dari besi yang melambangkan kekuatan dan semangat pantang menyerah sebagai orang muda di dalam Kristus yang tersalib. OMK hendaknya kuat dalam iman, tapi lentur dalam semangat kemanusiaan dan persaudaraan sebagai sesama ciptaan Allah. Sedangkan warna abu-abu melambangkan pertobatan sejati sebagai jalan untuk mencapai kekudusan/kesucian hidup manusia. Abu-abu juga mengingatkan kita bahwa manusia berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Dengan semangat pertobatan, OMK semakin berani untuk menjadi harapan Gereja di masa sekarang dan masa yang akan datang. RD Arie juga menjelaskan rangkaian acara harian yang akan diikuti selama 6 hari di Manado, dimana antara lain OMK akan tinggal secara “live in” di rumah-rumah penduduk setempat.

Pleno13Usai pemaparan mengenai IYD 2016, panitia dan peserta menuju ke kapel untuk mengikuti misa yang dipersembahkan oleh RD Arie. Dalam homilinya pada Minggu Kerahiman Ilahi itu, RD Arie menjelaskan bahwa minggu kedua Paskah merupakan Minggu Kerahiman Ilahi. Jadi, dimanakah letak Kerahiman Allah itu ? Menurut Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik-nya pada tanggal 30 November 1980, “Dives In Misericordia”, Kerahiman Allah itu tampak bagi kita dengan wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Bahkan tahun ini merupakan Tahun Kerahiman Ilahi, maka kita pun harus menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang maharahim, orang-orang yang sungguh-sungguh merahimi satu sama lain.

Walaupun kita memiliki watak yang berbeda-beda juga berdosa, namun Tuhan tetap menggunakan kita seturut kehendak-Nya.

Setelah misa berakhir, panitia dan peserta pun foto bersama dengan Salib IYD Keuskupan Bogor. Lalu dilanjutkan dengan makan siang bersama. Rangkaian acara dalam Rapat Pleno Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor diakhiri dengan saling bertukar nomor telepon dan WhatsApp (WA).

Semoga OMK di Keuskupan Bogor dapat semakin aktif dalam doa dan karya pelayanan baik di lingkungan, paroki maupun keuskupan. net

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

2 thoughts on “Mau dibawa Kemana?

  • April 5, 2016 at 08:48
    Permalink

    Semoga lewat rapat ini.. Teman-teman bisa lebih dan tambah semangat dalam menjaring teman-teman OMK dan mengajak bergabung di lingkup OMK maupun Paroki/Lingkungan masing” serta mampu menciptakan dalam membantu mengembangkan setiap Iman teman-teman yang haus akan Rohaniah.Amin.

    Tuhan memberkati setiap langkah bagi anak-anaknya yang mau berjuang baginya.

    Salam dari OMK Cilegon

    Reply
    • April 5, 2016 at 11:38
      Permalink

      Semangat dalam karya juga ya untuk OMK Stasi St. Mikael – Cilegon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *