Nama Pelindung : Santo Fransiskus
Buku Paroki :
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 27,
Cibadak Sukabumi 43155
Telepon (0266) 531364, 534135
Romo Paroki : RD. B. Gatot Wotoseputro

Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak terletak di antara Paroki Santo Joseph Sukabumi dan Paroki Hati Maria Tak Bernoda Cicurug.

Paroki Cibadak mempunyai lokasi tanah yang sangat luas, mungkin di antara Paroki keuskupan Bogor tak ada bandingannya. Lokasi gereja terletak di atas tanah yang luasnya hampir 2 (dua) hektar, maka dari itu tidak salah kalau di katakan bahwa Paroki Cibadak adalah Paroki kaya. Namun, dibalik itu semua bisa pula di katakan Paroki paling miskin, karena sampai saat ini jumlah umatnya tidak lebih dari 287 jiwa. Suatu jumlah umat yang paling kecil di antara Paroki se-Keuskupan Bogor. Bila di bandingkan dengan jumlah umat di stasi Depok Tengah, stasi Parung, stasi Ciluar, Paroki Cibadak memang sangat kecil dari segi jumlah umatnya.

Walaupun demikian, Paroki ini dapat berbangga hati, karena Paroki ini memiliki Gereja yang cukup megah. Berukuran 18 X 20 meter dan cukup unik. Letak ke-unikannya adalah karena bentuknya segi empat sama sisi dengan atap persegi lima dan mempunyai tangga beton sepanjang 17 meter dengan lebar 4 meter, karena letak gereja itu pada suatu ketinggian (tanah bukit) Tiang depan tidak tegak lurus tetapi miring. Tinggi Gereja melebihi panjang dan lebar Gereja itu sendiri. Mungkin gereja di Paroki ini merupakan Gereja terunik di keUskupan Bogor atau bahkan mungkin diseluruh Indonesia, karena altarnya pun terbuat dari batu kali asli. Gereja ini baru selesai dibangun dan di resmikan pada tanggal 12 Juni 1994 oleh Mgr. Valentinus Kartosiswojo, Pr. yang saat itu menjabat sebagai Vikaris Jenderal. Proses pem-bangunan gereja ini tergolong cukup lama memakan waktu lebih dari 2 (dua) tahun sejak peletakan batu pertama pada tanggal 3 Mei 1992 oleh Mgr. Ignatius Harsono, Pr.

Keberadaan gereja Cibadak ini me-rupakan suatu mukjizat, betapa tidak? Sungguh ini suatu anugerah Tuhan. Pada tahun 1970-1980 hasil kolekte di Paroki ini berkisar antara Rp. 10 ribu – Rp. 15 ribu. Berarti, pada tahun 1980-1990 juga tidak jauh berbeda, karena jumlah umatnya hanya berkisar antara 100-150 jiwa. Kalau Gereja dengan jumlah umat seperti itu bisa mendirikan gereja yang megah, bukankah hal itu merupakan mukjizat? Itulah karya agung Tuhan yang patut kita puji dan syukuri.

Tidak ada catatan persis kapan berdirinya gereja Paroki Cibadak, tetapi dari catatan buku baptis, pada tahun 1961 sudah ada umat yang dibaptis di paroki ini dan menurut kesaksian sesepuh di paroki Cibadak ini, jauh sebelum tahun itu yakni sekitar tahun 1952 sudah ada kegiatan hidup menggereja.

Awal mula adanya kegiatan hidup menggereja sampai terbentuknya gereja Cibadak tidak terlepas dari kehendak Romo Tjipto untuk mendirikan sekolah di sekitar Cibadak. Pada sekitar tahun 1952-an beliau membuka Sekolah Guru (SGB) dengan meminjam tempat Di SDN I Cibadak. Selanjutnya yayasan membeli tanah dan mendirikan sekolah SGB, TK, SD dan SMP. Pada tahun 1959 SGB ditutup dan diganti dengan SPG yang pada akhirnya juga di tutup pada tahun 1990. Hingga saat ini yang masih bertahan tinggal TK, SD dan SLTP.

Sekitar tahun 1960 di sekolah Mardi Yuana mulai diadakan perayaan Ekaristi, bertempat di salah satu ruangan kelas. Yang hadir dalam setiap perayaan Ekaristi itu masih sekitar 4 – 6 orang di antaranya adalah para guru yang mengajar di sekolah Mardi Yuana Cibadak. Sesuai dengan perkembangan jaman, ruang kelas yang di jadikan gereja di kembalikan fungsinya. Sebagai gantinya, perayaan Ekaristi di langsungkan di bekas pabrik es balok yang terdiri atas bangunan dua lantai, yaitu lantai bawah digunakan sebagai aula pertemuan dan lantai atas untuk gereja, sehingga kalau orang hendak ke gereja harus melalui tangga. Jumlah umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi semakin meningkat, yaitu mencapai 20-30 orang.

Pada tahun 1978 paroki ini menjadi pusat pembinaan guru-guru Inpres Keuskupan Bogor. Setiap bulannya ratusan guru Inpres dari segala penjuru Jawa Barat bagian barat berkumpul. Sejak saat itu pulalah paroki Cibadak menjadi banyak di kenal orang, selain sebagai tempat pem-binaan guru-guru Inpres, di lokasi ini juga terdapat taman air, yaitu kolam renang. Pada saat itu kolam renang tersebut merupakan satu-satunya kolam renang untuk umum di wilayah Cibadak. Melalui kolam renang itu pula paroki Cibadak menjadi semakin dikenal. Di kompleks paroki dibangun 3 pondok yang diberi nama “Wisma Samadi”. Sebelumnya di lokasi tersebut terdapat banyak rumah retret, pertemuan dll. Tapi sekarang keadaannya sudah sangat berat, tidak dapat digunakan lagi dan hampir tinggal kenangan.

Gereja Cibadak berkembang karena sekolah Mardi Yuana dan sekolah Mardi Yuana akan berkembang karena gereja Cibadak. Idealnya, kalau sekolah Mardi Yuana berkembang dengan baik gereja juga akan berkembang dengan baik. Tetapi kenyataannya saat ini, perkembangan sekolah kurang begitu pesat, sehingga perkembangan gereja juga lambat. Dari TK, SD dan SLTP sering hanya mendapatkan murid satu kelas kecil. Antara pendapatan dengan pengeluaran tidak seimbang, sehingga selalu dalam keadaan defisit, karena itu fasilitas sekolah juga memang seadanya. Namun dari keprihatinan sekolah Mardi Yuana Cibadak masih ada yang bisa dibanggakan. Hampir setiap akhir tahun pelajaran sekolah Mardi Yuana Cibadak selalu menjadi juara di antara sekolah-sekolah di sekitarnya. Inilah yang patut kita syukuri dan tetap menjadi semangat Yayasan Mardi Yuana.

Dari perkembangan umatnya, gereja Paroki Cibadak selalu menunjukkan adanya trend kenaikan, walau tidak terlalu pesat. Pada tahun 1960-an jumlah umat hanya 6-11 orang. Tahun 1970 berjumlah sekitar 20-30 orang dan tahun 1990 terlihat peningkatan yang cukup besar yaitu sekitar 170 umat dan data terakhir jumlah umat paroki ini ada sekitar 287 orang.

Dari segi pengelolaannya paroki ini juga mengalami perkembangan. Sejak awal berdirinya sampai tahun 1987 paroki Cibadak belum mempunyai Dewan Paroki. Segala urusan Pastoral Paroki ditangani langsung oleh pastor. Umat awam sama sekali tidak terlibat dan bahkan tidak dilibatkan sama sekali dalam pengurusan dan pengelolaan Paroki. Umat baru terbuka matanya setelah pastor paroki mengalami musibah secara mendadak sampai wafat pada tanggal 4 Maret 1987. Betapa rumitnya mengurus dan mengelola paroki, misalnya membiayai rumah tangga Pastoran, meng-gaji pegawai, membayar tagihan telepon, listrik, lilin, hosti serta kebutuhan-kebutuhan lainnya. Hal ini bukan ceritera belaka (bdk. majalah Hidup no. 27/XLIII, 2 Juli 1989 dan Buku Kenangan Peresmian dan Pem-berkatan Gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak, 12 Juni 1994). Mulai dari situlah umat awam banyak mengambil inisiatif dalam pengurusan dan pengelolaan Paroki. Walaupun masih sangat sederhana terbentuklah wadah Dewan Paroki. Setelah mambaca ungkapan umat di majalah Hidup dan melihat sendiri keprihatinan yang di derita umat paroki dalam menjaga kelangsungan hidup Gereja Paroki Cibadak, maka pada tanggal 13 Agustus 1989 beberapa umat Katolik dari Bogor mendirikan Yayasan Mulia Hati yang bertujuan menghimpun dana untuk pengem-bangan fasilitas keagamaan, pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial di Paroki Cibadak. Demikianlah Paroki ini bisa berlangsung.

Dewan Paroki yang terbentuk berhasil mengembangkan pengelolaan Paroki. Sete-lah mengetahui perhatian umat di luar paroki yang dengan ketulusan hati mau mem-perhatikan gereja Cibadak, maka umat Paroki Cibadakpun semakin tergerak untuk berbuat sesuatu guna kelangsungan hidup dan pengembangan gereja Cibadak. Ber-bekal semangat dan iman yang kokoh, umat paroki bertekad membangun gereja baru. Tekad ini didorong karena gereja tua bekas pabrik es, yang terdiri atas dua lantai tadi terbuat dari papan yang semakin keropos. Pada tanggal 20 Agustus 1990 Dewan Paroki di bawah pimpinan Romo Simbul Gaib Pratolo, Pr. membentuk Panitia Pem-bangunan Gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi Cibadak yang sejak pembentukan panitia, peresmian, hingga pemberkatannya memakan waktu kurang dari 4 tahun.

Kini Paroki Cibadak semakin ber-kembang. Jumlah umatnya memang kecil tetapi semangat hidup menggereja dan semangat kebersamaannya terus membaja. Pengembangan di segala bidang terus ber-lanjut. Dari pemberdayaan Dewan Paroki, seksi-seksi dan kelompok kategorial yang ada terus berjalan. Melihat perkembangan secara terus menerus dari anak-anak remaja Bina Iman yang sekarang ini sudah nyata terlihat, Paroki ini yakin bahwa dalam waktu mendatang Gereja Cibadak akan ber-kembang dengan pesat.

Paroki Cibadak boleh disebut sebagai paroki yang kaya, karena memiliki tanah hampir dua hektar, tatapi merupakan paroki yang sangat kecil, karena jumlah umat dan sumber dananya sangat minim. Kini lahan yang demikian luas tidak terurus hanya karena tidak ada dana. Dapat dibayangkan seandainya lahan seluas itu didukung dengan dana yang memadai, tempat yang sejuk dengan pepohonan yang rimbun dengan sumber mata air panas serta bisa didirikan rumah retret yang mamadai dengan sarana olah raga yang lengkap, pasti akan menjadi asset yang tidak tertandingi oleh paroki manapun di Indonesia ini. Kabar gembira berhembus baru-baru ini, dimana para Imam Projo Keuskupan Bogor sepakat untuk mendirikan Wisma Unio di lokasi ini. Mudah-mudahan segera terbentuk, sekaligus juga dengan rumah retret. Semoga impian ini menjadi kenyataan.

JADWAL PERAYAAN EKARISTI :
Harian : Pukul 06.00 WIB
Jumat Pertama : Pukul 11.00 WIB
Minggu : Pukul 09.00 WIB

Penyusun : Agustinus Suyatno Pr.

11,099 total views, 21 views today

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

8 thoughts on “Paroki Santo Fransiskus, Cibadak

  • February 17, 2015 at 12:15
    Permalink

    Selamat siang,

    Saya butuh info mengenai jadwal misa Rabu Abu di St Fransiskus Asisi Sukabumi untuk teman saya yang akan turun gunung besok hanya utk menghadiri misa ini, jadi info mengenai jadwal misa yang tepat sangat membantu.

    Semoga hari ini ada yang membaca email ini dan membalasnya.

    Terima kasih dari Jakarta.

    Reply
    • February 17, 2015 at 23:49
      Permalink

      Untuk paroki sukabumi, jadwal Perayaan Ekaristi Rabu abu pkl. 10.00 dan 17.00. Terimakasih.

  • March 25, 2015 at 09:05
    Permalink

    Selamat Pagi,

    saya ingin bertanya untuk misa Paskah hari minggu tanggal 3 April,
    dimulai jam berapakah? karena kebetulan saya akan menuju ke daerah Cibadak, Sukabumi dari Jakarta.

    Terima Kasih,

    salam sejahtera, tuhan memberkati.

    Reply
  • March 28, 2015 at 09:16
    Permalink

    Saya butuh informasi tentang Gua Maria dan gereja ini, karena bulan mei nanti rombongan kami akan kesana tapi, kedua no telp diatas tidak bisa dihubungi, Apakah ada kontak lain?.
    Terima kasih

    Reply
    • March 28, 2015 at 20:04
      Permalink

      silahkan kirim email ke: komsos@keuskupanbogor.org; nanti akan disampaikan kontak personal pastor yang bertugas disana. terimakasih.

  • December 24, 2015 at 08:21
    Permalink

    Mohon tanya jadwal misa Natal 25 Des 2015, tks

    Reply
  • February 28, 2017 at 15:32
    Permalink

    Siang.. saya mau tanya.. kalo gereja katolik yg di cicurug mengadakan misa rabu abu gak? Jam brp? Thx

    Reply
  • April 22, 2017 at 13:59
    Permalink

    untuk jadwal misa sabtu sore di Cibadak ada ? tq

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *