Nama Pelindung: Santo Thomas
Buku Paroki: Sejak 23 Maret 1991
Sebelumnya di Cibinong
Alamat: Jalan Kompleks Ksatrian, Korps Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis 16951, Telepon (021) 8715526 Fax. (021) 87706362
Website: www.thomas.keuskupanbogor.or.id
Romo Paroki: RD. Robertus Eeng Gunawan

Gereja Santo Thomas di Kelapa Dua, pada awalnya diprakarsai oleh beberapa warga Katolik yang terdiri atas 5 keluarga dan 7 bujangan yang berada di Kelapa Dua, khususnya para Anggota ABRI yang bertempat tinggal di sekitar Kompleks BRIMOB yang dimotori oleh Bapak J.R. Rahadeth. Para warga Katolik sering mengadakan pertemuan/ibadat sabda dirumah-rumah warga. Kegiatan ini berlangsung hingga tahun 1970. Pada waktu itu Kelapa Dua masih termasuk dalam wilayah Paroki Keluarga Kudus Cibinong.

Pada tahun 1970 mulailah diadakan Misa Kudus secara rutin sebulan sekali. Misa Kudus pertama kali dipimpin oleh Romo. C. Cipto Kusumo, Pr., kemudian untuk selanjutnya dipimpin oleh Pastor J. Salim, Pr., dan Pastor GE. Ruys, OFM. secara bergantian. Pada waktu itu para warga Katolik belum memiliki tempat khusus, sehingga Misa Kudus diselenggarakan di rumah-rumah warga, garasi-garasi, bahkan dibawah pohon rindang (pohon waru). Umat terus bertambah dan frekuensi Misa Kudus ditingkatkan menjadi satu minggu sekali.

Pada tahun 1974 datanglah Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. yang memberikan bimbingan dan juga memberikan Misa Kudus secara rutin. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr., kemudian digantikan oleh Pastor J. Salim Pr.

Pada tahun 1976 umat Katolik di Kelapa Dua mendapatkan hibah tanah dari Bapak Karno, Komandan Pangkalan (BRIMOB sekarang) yang berlokasi di Jl. Asrama BRIMOB (Jl. Akses UI sekarang). Kemudian pada tahun 1977 di atas tanah itu mulailah dibangun gedung gereja yang diprakarsai oleh Pastor J. Salim, Pr. Pada tanggal 3 Juli 1978 gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. dengan nama pelindung Santo Thomas. Pada waktu itu secara resmi berdirilah Stasi Santo Thomas. Pastor yang memberikan Misa Kudus pertama kali di gereja baru adalah Pastor B. Sudjarwo, Pr., kemudian Pastor JE. Rijper, OFM., Pastor Diaz Viera, SVD., Pastor A. Broto Wiratmo, Pr., dan akhirnya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr.

Pada tahun 1990 Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. ditempatkan di Stasi Santo Thomas. Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berkeinginan mengembangkan Stasi menjadi Paroki. Umat bertambah dengan sangat pesat, pada tahun 1991 sudah mencapai 2379 jiwa. Upaya Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. berhasil, sehingga pada tanggal 23 April 1991 Stasi Santo Thomas berubah menjadi Paroki Santo Thomas, dan diresmikan oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. sehingga secara resmi terpisah dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong. Untuk meningkatkan pelayanan pada tahun ini Romo Thomas Saidi, Pr. diperbantukan di Paroki Santo Thomas.

Umat terus bertambah, karena di Kelapa Dua banyak tumbuh perumahan baru (±20 kompleks), sehingga kapasitas gedung gereja tidak memadai lagi. Untuk itu pada bulan Mei 1992 dimulailah renovasi/pembangunan gereja agar dapat menampung umat yang semakin bertambah. Renovasi/pembangunan gereja memakan waktu ± 14 bulan dan pada tanggal 20 Juni 1993 gedung gereja baru diresmikan oleh Dan Pus BRIMOB, Bapak Kolonel Drs. A. Fachrie B. dan diberkati oleh Bapak Uskup Bogor Mgr. Ign. Harsono, Pr. Bangunan gereja sekarang berukuran 1200 meter persegi diatas tanah seluas 1500 meter persegi dengan kapasitas 1000 orang.

Pada tahun 1995 jabatan Pastor Kepala Paroki diserah terimakan dari Romo Felix Teguh Suwarno, Pr. kepada Romo T. Suhardi, Pr. Perkembangan umat semakin pesat, sehingga beban pelayanan menjadi semakin berat. Sehingga pada awal 1997 Romo T. Suhardi, Pr. memiliki inisiatif untuk memekarkan wilayah dan lingkungan untuk meningkatkan pelayanan yang terpadu dan menyeluruh serta untuk mengembangkan pelayanan di gereja basis. Pada tahun 1998 Romo Jimmy Rampengan Pr mendampingi Romo Suhardi sebagai gembala di Paroki St. Thomas.

Sesuai dengan keputusan Kapolri, gedung gereja akan dipindahkan dalam Kompleks BRIMOB bagian belakang paling lambat dalam waktu 10 tahun.
Perkembangan Umat & Status Gereja

Sebelum tahun 1970 :

v Beberapa warga Katolik ± 20 orang berinisiatif untuk mengadakan pertemuan doa bersama.

Pada tahun 1970 – 1978 :

v Misa Kudus mulai dilaksanakan rutin dan frekuensi mulai ditingkatkan dari sebulan sekali menjadi seminggu sekali.

v Dibangun gedung gereja dan pada 3 Juli 1978 diresmikan menjadi Stasi Santo Thomas.

Tahun 1978 – 1991 :

v Stasi Santo Thomas berdiri dengan 5 lingkungan

Tahun 1991 :

v Paroki Santo Thomas dengan jumlah umat ± 2379 jiwa, terbagi menjadi 6 wilayah dan 17 lingkungan.

Tahun 1993 :

v Paroki Santo Thomas memiliki gedung gereja baru, diresmikan 20 Juni 1993. Jumlah umat 3.330 jiwa.

Tahun 1997 :

v Paroki Santo Thomas memiliki jumlah umat 4715 jiwa. Sehingga dimekarkan menjadi 11 wilayah dan 29 lingkungan.

v Dibentuk Stasi Bunda Maria Ratu di Sukatani yang meliputi 3 wilayah dan 7 lingkungan. Saat ini sedang dalam proses membangun gereja baru di Sukatani.

Jadwal Perayaan Ekaristi di Paroki ini:

Harian (Senin – Jumat): Pukul 05.30
Jumat I: Pukul 18.30
Sabtu: Pukul 18.00
Minggu: Pukul 06.00, 08.00, 18.00
Stasi : Minggu pukul 07.00
Jumat Pertama : Pukul 18.00

13,910 total views, 11 views today

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *