Mengimani Tubuh dan Darah Kristus, Perayaan Tubuh dan Darah Kristus, Cikanyere

Cikanyere-Keuskupan : Dalam rangka perayaan Tubuh dan Darah Kristus Minggu (3/6), Komunitas Kerahiman Ilahi (KKI) bekerja sama dengan wilayah Gabriel Malaikat Agung Bogor Timur menggelar retret kerahiman ilahi sejak Jumat (1/6) siang sampai Minggu (3/6) di Lembah Karmel, Cikanyere. “Beriman itu tidak boleh dipecah-pecah, tubuh dan darah Kristus adalah satu kesatuan yang utuh, sama dengan tri tunggal mahakudus,” kata Vikaris Jendral (Vikjen) Keuskupan Bogor RD Ch. Tri Harsono kepada sekitar 300 peserta saat misa pembukaan.

Misa pembukaan ini juga dipimpin oleh RP Robby Wowor OFM yang akan memberikan materi seputar kitab suci dan Pastor Moderator KKI RD Mikael Endro Susanto. Peserta dari retret ini pun beragam, ada yang berasal dari Bogor, Jakarta, dan Palembang.

Lebih lanjut, Romo Tri sapaan akrab Vikjen memaparkan bahwa tubuh dan darah kristus adalah pengorbanan serta persembahan yang agung, suci, dan baik. “Jika kita memahami kristus hanya sepotong maka iman kita pun hanya setengah. Tubuh dan darah itu agung, suci, dan baik. Agung karena nyawa telah dikorbankan, suci sebagai sebuah persembahan, dan baik karena darah menghidupkan kita,” tuturnya.

Retret ini juga bertujuan untuk menggalang dana bagi Gereja Bojonggede yang telah dimulai pembangunannya. “Hari ini petugas kor dari wilayah Bojonggede karena salah satu tujuan dari retret ini adalah penggalangan dana untuk pembangunan gereja Bojonggede. Wilayah Bojonggede nantinya akan menjadi paroki mandiri yang telah diberi nama St. Faustina Kowalska oleh Bapa Uskup Paskalis,” terang Romo Endro sebelum berkat penutup.

Seusai misa, acara dilanjutkan dengan sesi yang dibawakan oleh Pastor Robby Wowor, OFM. Pastor Robby menjelaskan bahwa dari masa perjanjian lama manusia selalu memberikan kurban kepada Allah mulai dari kain dan habel, Abraham, musa, nuh dan masih banyak lagi. “Tetapi ketika perjanjian baru, semua kurban itu digantikan oleh Yesus. Ini adalah bukti kecintaan Allah kepada manusia. Tubuh dan darah anaknya dikorbankan untuk kita,” katanya.

“Ekaristi kembali mengikat aku dan dia, aku manusia yang penuh dosa dan dia Yesus yang suci penebus dosa manusia. Dalam ekaristi Yesus sungguh hadir dalam bentuk tubuh dan darah tapi kadang kita sering acuh tak acuh dengan kedatangannya sehingga hosti kudus hanya menjadi benda semata,” ungkap Lulusan Teologi Biblis Pontif Univ. St. Tomasso Roma itu.

Ia mengajak peserta untuk lebih menghayati ekaristi agar Yesus dapat hadir dalam diri manusia. “Salah satu caranya adalah kita sungguh mempersiapkan diri sebelum ekaristi, berserah kepada Tuhan. Datang lebih awal, kemudian mulai dengan doa adalah hal yang baik,” imbaunya. (Aloisius Johnsis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.