Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM: Ajak Keluarga Kristiani se-Kota Depok, Warnai Cinta Kasih dalam Tindakan Nyata

Suasana Natal Umat Kristianai Depok 10 Jan 2015Perayaan Natal Umat Kristiani tahun 2014 dilaksanakan di GBI Kamboja, Jl. Kamboja No. 18. Depok Lama, Sabtu, (10/01/2015). Tampak antuasias jemaat yang mulai berdatangan sejak pukul 17.00 sementara acara resminya baru akan dimulai pukul 18.00 WIB. Diperkirakan 1500 orang hadir dalam acara tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi dan Kerjasama Umat Kristiani Depok (FKKUKD) sejak tahun 2006 silam.

Menurut rencana pihak panitia memastikan bahwa acara ini akan dihadiri oleh Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Isma’il dan Uskup Keuskupan Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Namun hingga berakhirnya acara sang Wali Kota batal hadir karena ada kegiatan lain.

Hadir mendampingi Uskup Paskalis diantaranya adalah Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo, S.Sos, jajaran Muspida Kota Depok, Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kota Depok, Wing Iskandar, Psikolog dan Kriminolog Profesor Ardianus Meliala, Ketua FKKUD Kota Depok, Pdt. Yosef Sumekto, pengurus BASOLIA (Badan Sosial Lintas Agama), unsur TNI, POLRI, para Imam, para Pendeta dan Hamba-Hamba Tuhan se-Kota Depok.

Acara berlansung lancar yang dimeriahkan oleh Padua Suara Anak Gereja Masehi Advent Hari ke-7, Paduan Suara Orang Muda Katolik Paroki St. Herkulanus, Depok Jaya, Grup Angklung Panti Asuhan “Karena Doa”, serta Paduan Suara dan Tim Drama Gereja Baptist Indonesia. Mereka adalah umat Kristiani yang tersebar di 11 Kecamatan dan 7 Aras yang berada di Kota Depok.

Yesus Datang untuk Mengampuni dan Menyelamatkan

Dengan tema “Berjumpa dengan TUHAN dalam Keluarga” yang diambil dari Kitab Imamat 26:12 dan sub tema “Kedatangan Yesus Kristus ke Dunia Menumbuhkan Semangat Berbagi kepada Sesama Manusia, menurut Pendeta Aryanto Budiono, Gembala Sidang GBI Depok, dalam sambutan tertulisnya mengatakan, ketika setiap anggota keluarga mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan secara pribadi maka disana aka terjadi pemulihan dan berkat Tuhan akan dialami oleh keluarga-keluarga kristiani.

Ketua Panitia, Elisabeth Setyaningsih, seperti yang dikutip dalam buku acara Natal mengatakan bahwa Kristus datang ke dunia sebagai bentuk nyata kasih Allah kepada kita manusia. Artinya dengan cara yang sama kita juga bisa mewujudnyatakan kasih Tuhan itu kepada sesama dengan perbuatan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari baik dalam keluarga, lingkungan kerja tanpa membeda-bedakan termasuk mereka yang miskin, tersisih, terbuang, kekurangan dan lain sebagainya.

Senada dengan Elisbeth, RD. Yustinus Dwi Karyanto, berkeyakinan bahwa Yesus datang bukan untuk menghukum tetapi mau mengampuni dan menyelamatkan. Oleh karena itu marilah kita bersyukur atas anugerah kemesraan Allah dalam peristiwa natal dengan menyebarkan kemesraan cinta kasih Tuhan didalam keluarga, gereja, masyarakat maupun negara.

Pastor yang kini bertugas di Paroki St. Herkulanus-Depok Jaya, cukup prihatin dengan keluarga masa kini yang seringkali dilandai berbagai masalah seperti komunikasi, ekonomi, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua sebagai pengikut Kristus untuk menghangatkan kembali hubungan kasih antara suami-istri, orangtua-anak yang dilanda kedinginan cinta kasih. Untuk melakukan semuanya ini, kita tidak membutuhkan hotel mewah dan restoran yang mahal tetapi hanya membutuhkan keterbukaan hati, kerelaan hati untuk menerima satu sama lain, menghargai dan menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara dialog dari hati ke hati.

Seperti yang disinggung Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM dalam pesan Natalnya, keluarga-keluarga yang dibangun oleh manusia, suami dan isteri, dijadikan tanda kasih dari Allah, karena melalui keluarga Allah menghendaki, agar kehidupan manusia dilestarikan. Selain itu Uskup Paskalis juga mengingatkan akan peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak terutama dalam bidang iman dan moral. Uskup beralasan karena keluarga adalah tempat tumbuh dan berkembangnya benih kasih, yang berasal dari Allah.

Terkait iman dan moral dalam keluarga Kristiani terutama keluarga Katolik yang dewasa ini peran keluarga sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya benih kehidupan itu mendapat tantangan yang sangat dahsyat, digempur oleh arus globalisasi dalam wawancara khusus Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM berpendapat “Iman dan moral semestinya harus bisa mewakili dari semua tindakan kita yang baik. Dalam konteks iman yaitu iman kepada Yesus berarti kita harus mewarnainya dalam perbuatan kita dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal hidup berkeluarga mapun dalam kehidupan berpolitik. Jika dikaitkan dalam keluarga,semua harus bisa mewarnainya dalam tindakan nyata yaitu cinta kasih”.

Ditanya soal sikap gereja Katolik terhadap keluarga atau orang yang berprilaku tidak sesuai dengan iman dan moral, Uskup murah senyum itu mengatakan “Gereja Katolik tetap merangkul semua orang, termasuk mereka yang berdosa. Yesus sendiri datang dan mau bergaul dengan mereka yang dicap pendosa dan menganggap mereka sebagai pribadi yang layak untuk dicintai dan tidak ikut memusuhi mereka. Bagi Yesus, orang yang baik atau pun tidak sama kedudukannya di hadapan Allah, sama-sama dicintai Allah. Kedatangan Yesus telah membawa harapan baru bagi mereka yang berdosa. Dengan cara itu Yesus telah menunjukkan diri-Nya sebagai penyelamat, Sang Pembebas. Yesus mewartakan Allah yang maha pengasih”.

Menjadi Garam dan Terang bagi Kota Depok

Pendeta Yosef Sumekto dalam sambutannya mengajak, semua umat Kristiani Kota Depok untuk mendoakan Kota Depok. “Dengan caranya masing-masing mari kita berdoa untuk kesejahteraan Kota Depok. Dan patut mengucapkan terima kasih kepada semua elemen, Wali Kota, TNI, POLRI, DPRD dan semua masyarakat termasuk umat kristiani yang terus menciptakan rasa aman di Kota Depok”, ujar Ketua FKKUD Kota Depok ini.

Uskup Paskalis didampingi Ketua FKKUD Kota Depok, Pendeta Yosef SumektoDalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, S.Sos. dalam kesaksian singkatnya menuturkan “Saya tidak ada keinginan untuk menjadi politikus tetapi saya hanya ingin berbuat sesuatu untuk Kota Depok. Puji Tuhan, mujizat itu terjadi di tahun 2014 ini. Tuhan memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi Ketua DPRD Kota Depok. Hal ini adalah pertama kali dalam sejarah Kota Depok Ketua DPRD dimpimpin oleh seorang anak Tuhan. Dan ini adalah kado natal yang Tuhan berikan kepada saya”, ungkap jemaat pria asal Sulawesi Selatan dengan dengan nada syukur.

Jemaat GPIB Immanuel Depok ini mengajak kaum minoritas untuk bisa memberikan jatidirinya serta menjadi garam dan terang kepada masayarkat luas, khususnya bagi Kota Depok.

“Saya sebagai Ketua DPRD harus bisa mejadi garam dan terang bagi Kota Depok. Saya mengajak seluruh umat Kristiani sebagai pelopor toleransi antar umat beragama. Saya percaya Tuhan akan memberikan pempimpin-pemimpin baru dari anak-anak Tuhan untuk memimpin Kota Depok. Kehadiran BASOLIA, saya sangat mengapresiasi dengan organisasi ini. Semoga dengan perbedaan-perbedaan bisa menjadi kekuatan dan dapat berperan lebih banyak lagi, memberikan rasa aman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di Kota Depok”, harap Hendrik.

Darius Lekalawo & Clara Maria “WaWu”

(Sie. Acara Natal Bersama 2014, Depok)

2 thoughts on “Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM: Ajak Keluarga Kristiani se-Kota Depok, Warnai Cinta Kasih dalam Tindakan Nyata

  1. Darius Lekalawo says:

    Saya semakin senang dengan website keuskupan bogor yang sudah semakin sadar akan adanya perubahan dan pekembangan peradaban dan teknologi yang semakin hari semakin lajunya semakin kencang. Artikel dan tulisan terus diupgrage, tampilan sudah oke. Berbeda sekali dengan penampilan sebelumnya. Mantap….

    • David Lerebulan says:

      Terima kasih Saudara Darius Lekalawo. Mohon selalu dukungan dan saran-saran untuk perkembangan pelayanan di bidang komunikasi sosial ini. Salam sejahtera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *