Misa Kebangsaan Umat TNI AD Usung Nilai Totalitas Netralitas dan Integritas

Jakarta – Keuskupan Militer Indonesia : Umat Katolik di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) se-Garnisun Tetap (Gartap) I/Jakarta menggelar doa bersama dalam bentuk Perayaan Ekaristi Syukur dalam rangka HUT TNI ke-73 tahun 2018, di Gereja Katedral, Jl. Katedral No.7B, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2018). Perayaan Ekaristi dilangsungkan secara konselebrasi oleh RD Rofinus Neto Wuli M.Si (Han) (Pasbanmilpol OCI) sebagai selebran, didampingi RD. Jost Kokoh Prihatanto, RD. David Lerebulan M.Han dan Pastor Mabesau RD. Letda Sus Paulus Nasib Suroto. Perayaan yang dimotori oleh TNI AD ini digelar dengan intensi khusus untuk mendoakan para korban bencana alam khususnya di Palu, Sigi dan Donggala sekaligus menggalang dana untuk membantu para korban seraya berdoa bagi kesatuan dan keutuhan NKRI.

Ki-Ka : RD. Josh Kokoh Prihatanto, RD. Rofinus Neto Wuli M.Si(Han)(Pasbanmilpol), RD. David Lerebulan M. Han, RD. Letda Sus Paulus Nasib Suroto (Pastor Mabesau). Dok. Pribadi

Romo Ronny, sapaan akrab Pasbanminpol, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran segenap umat Katolik TNI POLRI meskipun acara ini digelar dadakan. Sementara itu Romo Jost Kokoh tampil membawakan homili perihal  kekuatan doa yang harus menyerap sebagai identitas orang Katolik secara khusus bagi TNI. Doa adalah “Dikuatkan Oleh Allah”, papar romo yang bertugas di Wisma Samadi, Klender ini. Selaras dengan injil hari ini (Lukas 11:1-4), Yesus mengajarkan murid-Nya untuk berdoa. Berdoalah dengan totalitas, netralitas dan integritas, tambahnya.  Totalitas doa terletak pada hati yang tidak setengah-setengah. Netralitas doa terletak bahwa doa melulu bukan soal kemauan manusia tetapi kepekaan terhadap kehendak Allah. Integritas doa terletak pada kesesuaian hati dan perkataan. Dengan kata lain, doamu menjadi tindakanmu. 

Sementara itu, Bapak Brigjen TNI Taat (Dirbekangad) dalam sambutannya mengajak para hadirin juga turut untuk mendoakan para relawan dan petugas kemanusiaan TNI POLRI yang bertugas di daerah bencana (Palu, Sigi, Donggala). Beliau menuturkan pengalamannya meninjau daerah bencana dan sungguh memilukan kondisi di sana. “Begitu sampai di bandara, udara dan aroma tidak enak tercium kuat karena masih banyak korban yang belum ditemukan terkubur”, tutur beliau. 

Perayaan yang digelar dari Pukul. 08.00 WIB ini ditutup pada Pkl. 09.30 dengan kumpulan donasi dan kolekte sebesar Rp. 36. 506. 000,- (Tiga puluh enam juta limaratus enam ribu rupiah). Keseluruhan kolekte dan sumbangan- sumbangan dalam misa ini diserahkan ke Aster Kodam Jaya yg selanjutnya dihantar ke Sulawesi Tengah. (RD David)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.