Serang- Keuskupan : Tanggal 16 Februari 2017, bapak Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. bersama RD. Yustinus Monang Damanik (Sekretaris Keuskupan Bogor) serta bapak Hubertus (DPKB) mengadakan monitoring mengenai perkembangan kemajuan Reksa Pastoral Paroki Kristus Raja, Serang. Dalam sambutannya bapak uskup menyampaikan bahwa Pelaksanaan monitoring ini merupakan suatu bagian dari proses dan pemufakatan Keuskupan. Konteks  penggembalaan ini berlaku pada seluruh Paroki di Keuskupan Bogor yang sebelumnya sudah ditetapkan panduannya dan sudah disosialisasikan. Bapak uskup mengatakan bahwa proses monitoring ini untuk menjelaskan kembali kita sebagai Satu keuskupan dalam hal penggembalaan. Semua ini bukan sekedar program tetapi lebih ke arah bagaimana kita menggerakan umat  yang dimulai dari diri kita sendiri (Pastor dan Dewannya). Bapak Uskup mau memastikan bahwa program ini dirasa penting. Artinya penting dalam pembicaraan mengenai keluarga dan meyakini bahwa program yang dijalankan ini untuk membantu iman saya, membantu menghayati hidup keluarga sebagai keluarga Gereja Katolik. Selain itu kita juga harus memperhatikan pendidikan, SDM dan hubungan sosial keagamaan dan politik kita dalam bermasyarakat.

Bapak uskup kembali menegaskan bahwa yang mau disampaikan dalam monitoring ini adalah bukan soal monitoring sudah dilaksanakan atau tidak tetapi yang utama adalah kita harus yakin bahwa program ini penting bagi diri kita bersama. Kalau kita tidak merasa penting maka kita tidak akan jalan atau kalau jalan tetapi asal saja. Oleh karena itu peran anggota Dewan Pastoral Parokiuntuk mengajak semua umat bahwa hal ini penting sebagaimana diharapkan oleh bapak Uskup yaitu menyadari bahwa  bagian dari tugas penggembalaan adalah harus berpikir mengenai keluarga  dan bagaimanan supaya keluarga Katolik bisamengikuti ajaran dari Yesus. Kita yakin bahwa Rohnya ada dan Rohitu nanti akan terlihat bilamana kita melaksanakan atau memperjuangkan itu dalam Paroki.

Selain beberapa hal tersebut diatas juga dimonitoring mengenai kesatuan kita antara Paroki dengan Keuskupan ( kita yang ada didalam Keuskupan Bogor).Kesatuan Allah itu musti bisa dilihat dan ditata. Bukan hanya satu dalam omongan tetapi kesatuan dalam gerakan bersama. Misalnya gerakan dalam SDM jangan sampai kita menjadi ketinggalan. Dalam arti itulah monitoring menjadi penting untuk melihat bagaimana kita memandang program itu jangan sekedar membuatnya saja atau merasa tidak penting untuk umat kami. Kita hanya mengadakan Misa saja tetapi diluarnya kacau-balau dan tidak ada perhatian. Jadi Pastor harus memperhatikan itu dan mendorong umat untuk ikuti yang lain dan berusaha untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi umat. Demikian pesan bapak Uskup dalam melakukan monitoring ini

Selanjutnya setelah mendengarkan  apa yang telah dipresentasikan oleh DPP, Romo Monang mengatakan bahwa para Pastor dan umat Kristus Raja Serang bisa mengakomodasikannya, menyumpulkan dan mempresentasikannya. Paroki Kristus Raja sudah bisa melaksanakan seperti yang diharapkan oleh Keuskupan dan juga dari lembaran yang sudah diberikan, bahkan Paroki Kristus Raja lebih bisa membuktikannya dengan gambar. Lebih jauh Romo Monang mengatakan bahwa semuanya sudah baik. Bapa Uskup membuat ini karena Bapa Uskup tidak sanggup sendirian melayani umat. Uskup membutuhkan para imam yang diutus ke Paroki ini dan para Romo yang ada di Paroki ini sudah menentukan bapak ibu sekalian untuk melayani umat karena itu tugas beliau sebagai sorang Imam, Biarawan dan seorang Uskup untuk penggembalaan di Keuskupan Bogor ini dan bapak ibu sekalian  bisa ambil bagian dalam tugas penggembalaan ini. Apa yang disampaikan sudah baik tetapi ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dan saat monitoring ke-2 bisa diperbaiki, karena bapak uskup mempunya harapan agar semua paroki di Keuskupan Bogor bisa berjalan bersama.

Pada akhir dari kegiatan ini Bapa Uskup kembali menyimpulkan bahwa semuanya sudah berjalan dengan baik dan sudah adanya unsur kreatifitas yang terlihat di Paroki ini yaitu tidak terlalu monoton dengan program yang sudah ada tertapi menambahkan unsur lain.  Hal ini dinilai sangat positip dan mau ditekankan disini supaya bisa menjadi tradisi yang baik dan bisa dipromosikan ke seluruh paroki di Keuskupan Bogor. Hal tersebut diantaranya :

  1. Hari orang Sakit Sedunia, dimana Pastor mengunjungi orang sakit di lingkungan paroki selama 2 hari, merayakan Adorasi (suatu kekayaan Gereja Katolik selain Ekaristi). Hal ini harus menjadi tradisi setiap tahun,
  2. Perayaan Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Hal ini sangat baik dan menyarankan Romo untuk mengshare kan ini saat pertemuan para imam,
  3. Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengadakan suatu kegian bersama Gereja-Gereja lain di Serang dalam mengisi acara 17 Agustus dengan upacara bendera bersama dan perlombaan olah raga,
  4. Seni Budaya yaitu pegelaran Wayang kulit Semalam suntuk selain itu adanya perayaan Imlek di Gereja.

(Komsos Paroki Kristus Raja Serang)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *