Natal Bersama Keuskupan Bogor

Bogor-Keuskupan : Natal keuskupan merupakan sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh Keuskupan Bogor setelah perayaan Natal tanggal 25 Desember. Natal keuskupan kali diadakan pada tanggal 26 Desember 2016 di Paroki Katedral. Paroki Katedral menjadi tuan rumah penyelenggaraan natal keuskupan kali ini. Natal keuskupan adalah tradisi perjumpaan antar uskup dengan rohaniwan, biarawan-biarawati yang berasal dari tarekat dan kongregasi, dan seluruh umat perwakilan dari setiap paroki yang berada dibawah naungan keuskupan Bogor.

Perayaan natal bersama ini diawali dengan ibadat brevir yang dipimpin Diakon Jeremias dan Fr. Hayong di ruang rapat katedral, dan di hadiri oleh uskup, para pastor, suster dan frater serta seluruh perwakilan umat yang hadir. Setelah Ibadat Brevir seluruh tamu berpindah ruangan menuju tempat berlangsungnya santap malam bersama dan menyaksikan berbagai penampilan dari OMK. Kemeriahan ini dihadiri juga oleh para tamu undangan dari Basolia dan GP Ansor.

Sebelum santap malam bersama, para tamu bersalaman saling mengucapkan selamat natal kepada uskup dan para imam yang berkarya di keuskupan Bogor. Setelah itu, dilanjutkan kata sambutan dari bapa Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur. Dalam sambutannya Beliau memaparkan tiga hal penting dalam kehidupan berkomunitas dan bermasyarakat.

“Kita sungguh berbahagia pada Natal tahun ini karena secara kalendarium kita juga akan merayakan tahun baru. Setelah Natal kita juga akan menyambut tahun baru sebagai sebuah kelahiran baru bagi niatan dan upaya membangun serta menciptakan sebuah rencana yang baik. Tema “Orang Muda Katolik merayakan Natal dalam Keluarga” merupakan implementasi dari road map keuskupan yang sudah menjadi agenda bersama. Gereja memberikan perhatian khusus bagi pendampingan orang muda katolik.”

Tiga hal penting menurut Mgr Paskalis adalah sebagai berikut:

  1. Dengan Natal semoga kita semakin mengenal Allah sebagai The Power Of Love, Allah adalah kasih yang menyatukan dan membuat kita semua menyadari bahwa Allah telah menghadirkan kasih melalui Kristus. Allah telah menyatakan dan memulai KasihNya bagi umatNya melalui Kristus, dan dengannya kita mengupayakan dan merefleksikan bahwa semangat yang kita bawa adalah semangat mengasihi sesama agar kita mampu berbuat yang terbaik bagi gereja, lingkungan dan Masyarakat luas.
  2. Dengan Natal kita semakin mengenal dan memahami bahwa Kekuatan yang berasal dari Allah memampukan kita mempunyai The Power of Solidarity. Kita mampu menjadi manusia yang solider terhadap sesame, solider di dalam membangun kasih Allah kepada umat manusia sehingga kita mampu mengikis sikap-sikap egois, iri, cemburu, dan tindakan yang tidak dimaui oleh Allah. perhatian kepada sesame dengan cara mengurangi sikap egois yang justru tidak membawa damai merupakan hal penting bagi terciptanya suatu kondisi yang baik bagi relasi di dalam rumah, gereja, maupun masyarakat.
  3. Dengan merayakan Natal kita juga hendaknya merayakan kegembiraan sebagai keluarga yang memahami bahwa perayaan natal sebagai upaya membangun The Power of Brotherhood sebagai wujud persaudaraan sejati Antar manusia dengan Allah yang maha kasih itu, dan dengannya kita kita mempu menghilangkan keegoisan yang berasal dari diri sendiri, maupun keegoisan yang berada dalam komunitas masig-masing. Sehingga, dengan the power of brotherhood kita semakin mengenal satu sama lain, saling membantu sama lain, saling memahami satu sama lain, dan saling mengasihi satu sama lain. Jika demikian kita semua dapat bekerja sama saling melayani antara Allah dengan manusia, Gereja dengan Mayarakat, imam dengan awam, tarekat dengan tarekat, tarekat dengan imam, yang semua relasi itu menampilkan Wajah Allah sehingga manusia menjadi secitra dengan Allah dalam mengasihi dan menolong sesama. Inilah upaya mempersatukan visi dan misi pelayanan hanya di dalam kekuatan Allah, sehingga kita semua mampu menjadi orang yang mempunyai kekuatasn solidaritas kepada sesama. Dengan semangat ini pula semakin betah di dalam komunitas yang melayani atas dasar kasih Allah dan semakin mampu solider dengan sesama manusia, khususnya bagi Gereja dan Masyarakat luas.

Semoga di tahun yang baru apa yang sudah menjadi program kerja dapat dilaksanakan dengan baik supaya apa yang sudah dituliskan dalam road map terlaksana dengan baik di setiap paroki keuskupan Bogor. Mgr Paskalis juga mengucapkan terimakasih atas kehadiran para tamu undangan dari Basolia, perwakilan dari Kepolisian dan GP Ansor. Demikianlah saripati dari sambutan bapak Uskup Paskalis Bruno Syukur dalam ramah tamah natalan bersama.

Kemudian acara dilanjutkan dengan santap malam dengan doa yang dipimpin oleh Pastor Paroki RD Tukiyo. Pada saat santap malam pada tamu juga menikmati berbagai macam hiburan yang ditampilkan oleh OMK dari dua Paroki yaitu Paroki Katedral dan Fransiskus, Sukasari. Inilah wujud kebersamaan yang setiap tahun dilaksanakan untuk mempertemukan rohaniwan, biarawan-biarawati, umat, dan tamu undangan untuk merayakan Natal bersama sebagai wujud kebersamaan di dalam Kasih Allah, di dalam Kristus yang lahir untuk memberikan damai, sukacita, kegembiraan, dan warta keselamatan kepada dunia.

Bangsa yang tinggal dalam kegelapan kini telah melihat terang, dalam Kristus Kasih Tuhan Nyata. “Selamat Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 1 Januari 2017, ‘Hari ini telah Lahir Bagimu Juru Selamat, Yaitu Kristus, Tuhan, di Kota Daud (Lukas 2:11), ‘Gloria in Excelsis Deo, et In Terra Pax Hominibus, Kemuliaan pada Allah di Surga, dan di bumi damai bagi manusia.” (RD. Marsel/Katedral)

Natal Bersama Keuskupan Bogor

IMG_5541Bogor – Keuskupan : Hari ini, Sabtu 26 Desember 2015, Keuskupan Bogor mengadakan Perayaan Natal bersama. Pada kesempatan ini, Paroki St. Fransiskus Sukasari-Bogor mendapat giliran menjadi tuan rumah. Sesuai dengan rencana, kegiatan dimulai pada pukul 18.00. Nampak di sana Mgr. Paskalis Bruno Syukur, para imam dari berbagai paroki, perwakilan biarawan-biarawati, para frater, dan perwakilan umat seluruh Keuskupan Bogor memadati aula paroki. Acara dibuka dengan ajakan nyanyi bersama oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia. Panitia secara khusus menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan serta mengulas tema “Keluarga Rahim Belas Kasih dan Pengampunan”.

IMG_5542Setelah sambutan dari ketua panitia, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Mgr. Paskalis Bruno Syukur. Bapa Uskup mengajak seluruh yang hadir menyanyikan lagu “We wish you a Merry Christmas”. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa melalui perayaan Natal ini, mengingatkan kita bersama bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita. “Allah yang kita imani itu Allah yang Maharahim. Saya berharap, gereja berharap bahwa kerahiman itu terjadi dalam keluarga kita masing-masing. Natal adalah pesta kerahiman karena begitu besar kasihNya kepada kita sehingga mengutus putraNya untuk kita.” Lebih lanjut beliau menyampaikan, “yang kedua, Allah kita adalah Allah untuk semua orang. Dimensi universalitas dari Allah itulah yang mendorong kita semua untuk mewartakan kepada semua orang.” Beliau berharap melalui kenyakinan inilah, Keuskupan Bogor akan berkembang. Mgr. Paskalis juga mengajak yang hadir untuk tidak memiliki mental seperti Herodes, yang tidak ingin tersaingi sehingga ingin menyingkirkan Yesus. IMG_5547Kita harus menjadi orang-orang pertama yang mau juga mengabdi masyarakat, kesejahteraan umum, kepentingan bersama dan kepentingan gereja kita. Dengan demikian dalam keluarga-keluarga kita merasakan kerahiman dan belaskasih Tuhan melalui sikap-sikap kita. Bapa Uskup menyampaikan terimakasih kepada Basolia (badan Sosial Lintas Agama) dan Muspida Bogor atas kerjasama yang telah dilakukan selama tahun ini. Tidak lupa beliau menyampaikan terimakasih kepada para imam atas pelayanan total selama Natal ini, yang kemudian disambut tepuk tangan oleh seluruh umat yang hadir.

IMG_5548Setelah sambutan Bapa Uskup, acara dilanjutkan dengan pertunjukan nyanyian dari anak-anak Bina Imam dan dilanjutkan dengan doa makan yang dipimpin RD. Markus Lukas (Pastor-paroki St. Fransiskus Sukasari). Acara ramah-tamah dan makan bersama dihibur dengan berbagai pertunjukkan untuk menghibur para hadirin, juga sekaligus menjadi ajang saling mengucapkan natal satu sama lain. Menjelang pukul 20.30, kejutan datang menghampiri para peserta, karena kehadiran orang nomor satu Bogor, yaitu Bapak Walikota Bogor; Bapak Bima Arya. Sungguh kejutan luar biasa, karena beliau hadir langsung dari Bandara setelah mengikuti kegiatan dari Aceh. Sebelum menyampaikan sambutannya, beliau mengajak semua yang hadir menyaksikan tanyangan seputar kota Bogor dengan tema “Green City”. IMG_5573Bapak Bima Arya pada kesempatan sambutannya menyampaikan Selamat Natal yang kemudian disambut tepuk tangan semua yang hadir. Beliau juga memperkenalkan istri tercinta dan kedua anaknya. Bapak Bima Arya bercerita mengenai dirinya yang mendapatkan julukan “walikota taman” karena dianggap hanya mengurusi taman. Tetapi beliau menyampaikan alasan, bahwa “taman adalah oksigen jiwa, taman adalah tempat bercengkrama keluarga, taman adalah tepat anak-anak muda berkumpul dan mengekspresikan ide-ide. Membangun fisik itu mudah karena ada uang, ada anggaran dan barang-barang. Tetapi membangun jiwa, membangun karakter, membangun kultur itu lebih susah. Maka di balik ide membangun kota Bogor dengan sejuta taman filosofinya adalah ramah bagi keluarga. IMG_5576Dulu Bogor adalah kota yang aman dan nyaman. Dengan taman semoga warga Bogor menjadi keluarga yang utuh.” Beliau juga mengilustrasikan bahwa keluarga di Bogor ini adalah keluarga yang kurang utuh karena kesibukan dan aktivitas kerja di luar Bogor. Banyak keluarga kekurangan tempat untuk berkumpul, kebanyakan mereka lebih banyak ke Mall yang tempatnya hanya terbatas. Dengan rendah hati beliau menyampaikan permintaan maaf bila sampai hari ini persoalan-persoalan di Bogor banyak yang belum teratasi. Juga tidak lupa Bapak Bima Arya menyampaikan terimakasih untuk kerjasama yang telah terjalin hingga saat ini. “Semoga saya tidak pernah terbang karena pujian, tidak akan pernah tumbang juga karena cacian untuk Kota Bogor yang kita cintai ini” tutur beliau di akhir sambutannya. Sebelum acara ditutup, para tamu undangan mendapat kesempatan untuk berfoto bersama dengan keluarga besar Bapak Bima Arya dan Mgr. Paskalis Bruno Syukur. “Selamat Natal 2015” – RD. Y. Joned. S

IMG_5599 IMG_5595 IMG_5589 IMG_5581 IMG_5577

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.