Perayaan Natal ala Seminaris Generasi Z

Bogor – keuskupanbogor.org: Perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini terasa berbeda bagi seminaris Seminari Menengah Stella Maris Bogor. Apa yang berbeda? Biasanya, perayaan Natal diadakan di Aula Besar Seminari. Namun tahun ini, mereka merayakan Natal bersama di Kebun Raya Bogor. Acara ini juga melibatkan para seminaris tingkat akhir (yang sudah lulus SMA).

Perayaan ini sebenarnya merupakan program dari SMA Budi Mulia untuk para seminaris di KPP (Kelas Persiapan Pertama; setara SMA). Pihak sekolah menetapkan perayaan Natal dan Tahun Baru diadakan pada Kamis, 3 Januari 2019. Namun RD. Jeremias Uskono, RD. Dionysius Manopo, serta para guru SMA Budi Mulia yang menjadi wali kelas untuk seminaris memutuskan untuk mengemas acara secara berbeda dari tahun sebelumnya.

Selain memilh lokasi acara yang berbeda, para formator seminari dan guru SMA Budi Mulia mendorong para seminaris untuk mengisi acara dengan stand up comedy. Dua orang perwakilan dari tiap kelas membawakan komedi bertemakan pengalaman liburan Natal dan Tahun baru. Para seminaris yang menjadi perwakilan stand up comedy pun tak henti memancing tawa para hadirin.

Pesan bagi generasi Z

Para seminaris yang sedang menempuh studi di Seminari Menengah Stella Maris saat ini berusia sekitar 16-19 tahun. Artinya, mereka tergolong ke dalam angkatan yang sering disebut sebagai generasi Z. Apabila dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya, generasi Z identik dengan karakter mereka yang lebih individual dan cenderung kurang bisa fokus pada satu hal. Namun di sisi lain, mereka juga berpikiran lebih terbuka dan ramah teknologi. Keunikan karakter generasi Z ini membuat mereka lebih senang mengeksplorasi hal-hal baru yang berada di luar norma-norma tradisional.*

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Sekolah SMA Budi Mulia Bogor, Ibu M. Henrica menyampaikan pesan khusus bagi para seminaris generasi Z ini. Dalam sambutannya, Ibu Henrica berpesan agar di tahun 2019 ini para seminaris tidak lagi bertingkah di luar batas kewajaran, yang dapat mengakibatkan kerugian pada diri mereka sendiri. Pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan seminari bila ada anak yang melakukan pelanggaran.

Selain penampilan stand up comedy, para peserta juga melaksanakan tukar kado. Acara ini ditutup dengan makan bersama pada pukul 11.30. (RD. Jeremias Uskono/ed. Mentari)


*) Beall, G. (2017). 8 Key Differences between Gen Z and Millennials.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.