Nilai Sebuah Kehidupan

Gods handSeorang pekerja pabrik di Inggris dan istrinya merasa senang ketika mereka akan dikaruniai anak pertama, apalagi setelah bertahun-tahun menikah. Menurut penulis Jill Briscoe, yang menceritakan kisah nyata ini, si pekerja tadi menyampaikan berita baik ini dengan penuh semangat kepada teman-teman sekerjanya. Ia mengatakan kepada mereka bahwa Tuhan menjawab doanya. Namun mereka mengejeknya karena meminta seorang anak kepada Tuhan.

Namun saat bayi itu lahir, ia didiagnosis menderita Sindrom Down. Dan ketika sang ayah berangkat kerja untuk pertama kali setelah anaknya lahir, ia tak tahu bagaimana harus menghadapi teman-teman sekerjanya.

“Tuhan, beri aku hikmat,” doanya.

Seperti yang ia khawatirkan, beberapa orang mengejeknya, “Jadi, Tuhan memberimu anak seperti itu!” Ayah baru itu berdiri termenung untuk beberapa lama. Dalam hati ia memohon pertolongan Allah. Akhirnya ia berkata, “Saya bersyukur Tuhan memberikan anak ini kepadaku, bukan kepadamu.”

Sama seperti pria itu menerima putranya yang cacat sebagai karunia Allah untuknya, demikian juga Raja Daud menyatakan kebaikannya dengan sukacita kepada cucu Saul yang “cacat kakinya” (2 Samuel 9:3). Beberapa orang menolak Mefiboset karena ia pincang, tetapi Daud menunjukkan bahwa ia menghargai Mefiboset.

Di mata Allah, setiap pribadi sangat berharga. Itu sebabnya Dia mengutus Putra Tunggal-Nya untuk mati bagi kita. Marilah kita ingat dengan rasa syukur betapa Dia menghargai kehidupan setiap manusia.

Setiap orang berharga bagi Allah. (sahabatdoa)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *