Dalam rangka menyambut Pekan Suci, Hari Minggu Panggilan, serta Bulan Maria, OMK St. Fransiskus Asisi Sukasari mengadakan beberapa kegiatan selama bulan April-Mei silam. Seperti yang telah dilaksanakan pada hari Jumat Agung di tahun-tahun sebelumnya, pada tanggal 18 April 2014, OMK St. Fransiskus Asisi kembali mengadakan Visualisasi Jalan Salib yang dikenal juga dengan sebutan tablo. Dalam kegiatan ini, OMK mengajak umat untuk merenungkan makna sengsara serta wafat Yesus Kristus melalui kisah yang ditampilkan dalam adegan nyata. Acara dibuka dengan pembacaan puisi berjudul “Via Dolorosa” diiringi dengan alunan biola solo, yang menyulap atmosfir aula pertunjukkan menjadi begitu khidmat. Seusai pembacaan puisi, ibadat Jalan Salib pun dimulai dengan dipimpin oleh Diakon David Lerebulan. Adegan demi adegan dalam tiap perhentian pada Jalan Salib dibawakan secara apik oleh para aktor dan aktris. Penambahan berbagai sound effect juga memperkaya suasana yang ditampilkan dalam tiap adegan. Umat seakan-akan terbawa dalam emosi sesungguhnya yang terjadi dalam perjalanan Yesus, dari suasana kesedihan hatiNya pada saat berdoa di Taman Getsemani hingga saat penyalibanNya di Bukit Golgota. Setelah pementasan berakhir, senyum kebahagiaan terlihat dari para pemain dan panitia, seraya mendengarkan sambutan serta apresiasi yang disampaikan oleh RD. Ignatius Heru Wihardono(pastor paroki Sukasari), RD. Habel Jadera(ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor), serta dua sahabat Mgr. Paskalis yang salah satunya berasal dari El Salvador.

Selanjutnya, pada tanggal 11 Mei 2014, OMK St. Fransiskus Asisi Sukasari mengundang kurang lebih 200 OMK dari berbagai paroki di Keuskupan Bogor serta seminaris dari Seminari Menengah Stella Maris untuk merayakan Hari Minggu Panggilan sekaligus Paskah bersama. Pada acara yang bertema “Keep Calm and Say YES(US)” ini, para OMK diajak untuk memahami lebih dalam mengenai pentingnya mendoakan serta menanggapi panggilan hidup sebagai kaum imam, suster, atau biarawan-biarawati. Lewat sesi tanya jawab serta talk show yang disampaikan oleh para seminaris dan juga perwakilan keluarganya,  OMK pun belajar untuk memahami serba-serbi kehidupan para rohaniwan. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan flash mob dan pertunjukkan musik yang dibawakan oleh para OMK, misdinar, RD. Ignatius Irwan, serta seminaris.

Tak berhenti sampai di situ, dalam rangka merayakan Bulan Maria yang diperingati pada bulan Mei di setiap tahun, OMK St. Fransiskus Asisi mengadakan acara bagi para kaum muda yang bertajuk RoKeR: Rosario Keliling Bogor. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 15 Mei 2014. Sesuai nama acaranya, OMK St. Fransiskus Asisi memilih untuk menyambut Bulan Maria dengan berdoa rosario melalui cara yang tidak biasa, yakni sambil berjalan kaki keliling Bogor. Acara ini dimulai dari Gereja St. Fransiskus Asisi, dan berakhir di Kebun Raya Bogor. Tempat-tempat yang menjadi perhentian dalam rute keliling Bogor ini antara lain adalah Kapel St. Maria Fatima Bondongan, Gereja BMV Katedral, serta Kapel Seminari Menengah Stella Maris. Tak hanya berdoa rosario, di sepanjang perjalanan para OMK pun melakukan aksi berbagi kasih yang dilakukan dengan cara membagikan paket makanan serta pakaian layak pakai kepada orang-orang yang membutuhkan yang ditemui di sepanjang perjalanan. Selain itu, OMK juga melakukan aksi peduli lingkungan melalui pembersihan dan pengumpulan sampah. Sampah-sampah yang dapat dijual kembali, seperti botol dan gelas plastik, dikumpulkan untuk kemudian diserahkan kepada mereka yang membutuhkannya. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan ini memang membawa sukacita tersendiri bagi setiap OMK.

Hal ini terlihat dari pancaran senyum gembira serta canda tawa yang mewarnai setiap kegiatan yang dilaksanakan. Akan tetapi, jauh melampaui semua euforia sesaat yang dirasakan sepanjang acara, kegiatan-kegiatan telah dilaksanakan ini menjadi bahan refleksi serta motivasi bagi para kaum muda untuk berkarya lebih banyak lagi bagi Gereja dan masyarakat. Sebagai kaum muda yang penuh dengan potensi serta energi, sudah selayaknya kita terus terpacu untuk mengamalkan iman kita dalam perbuatan. Hal ini ditekankan pula dalam Firman Tuhan pada 1 Timotius 4:12: “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” Teladan dapat diberikan tidak hanya melalui aksi-aksi besar, melainkan juga dalam setiap tindakan kecil kita dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan selalu menjaga perkataan kita supaya tetap sopan, maupun dengan membuang sampah pada tempatnya. Persahabatan yang terjalin antar OMK pun bisa menjadi sarana untuk saling meneguhkan iman dan juga semangat pelayanan untuk menciptakan karya-karya lain dengan dampak yang positif. Dengan demikian, kontribusi yang diberikan OMK pun dapat selalu menjadi tanda kehadiran Allah di tengah-tengah masyarakat.

Proficiat OMK, yang muda yang berkarya!

SALAM OMK

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *