FRESH FACES OF CHURCH

“Kalian adalah fresh faces of church, wajah-wajah segar bagi gereja kalian masing-masing khususnya di Keuskupan Bogor ini”

Demikian kalimat pembuka yang diucapkan oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM saat memimpin ekaristi dalam One Day 2016, suatu ajang olahraga dan pentas seni OMK se-Dekanat Utara. Ya, untuk ke sekian kalinya One Day kembali diadakan pada Sabtu (12/11/2016) di Sekolah Mardi Yuana, Depok,  dengan mengusung tema “Aku Siap Menjadi Teladan Bagi Generasiku (1 Tim 4:12)”, digawangi oleh OMK St. Markus sebagai panitia pelaksana.img_0285

Rangkaian acara dibuka dengan perarakan vandel paroki masing-masing untuk lalu diletakkan di depan panggung. Selanjutnya pengguntingan pita oleh RD Wahyu sebagai tanda bahwa One Day 2016 resmi dibuka yang dilanjutkan dengan kata sambutan dan doa.

Dalam kata sambutannya, RD Wahyu memaparkan perbedaan situasi dan kondisi OMK di Indonesia dengan di negara-negara barat. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan sukacitanya atas peran aktif OMK dalam kehidupan menggereja di Indonesia. Hal ini bertolak belakang dengan OMK di negara-negara barat, yang enggan terlibat dalam kehidupan menggereja di sana.

Untuk melemaskan otot-otot sebelum berolahraga, panitia mengajak peserta untuk senam pemanasan yang dipimpin oleh Paul. Usai senam, rangkaian pertandingan olahraga pun segera dimulai. Pertandingan futsal dilakoni sebagai pertandingan pembuka, sedangkan adu panco juga dipertandingkan di tempat yang lain. Tidak hanya berbagai pertandingan olahraga, panitia juga memberi tempat bagi masing-masing paroki berjualan di stand-stand. Beragam jenis makanan dan minuman dijual, seperti Paroki St. Matias, Cinere menjual minuman ringan lime squash, Paroki St. Paulus menjual minuman juice buah-buahan, Paroki St. Thomas menjual makanan ringan, Paroki St. Herkulanus menjual makanan ringan seperti bakso dan sosis goreng dan Paroki St. Markus dengan Kedai WS menjual makanan ringan seperti kentang goreng dan berbagai minuman racikan seperti moccachino.

Lalu, di sisi lain lapangan, OMK St. Matias, Cinere, nampak sibuk membuat mural. Ya, mereka telah memenangkan lomba membuat mural dan kini panitia meminta mereka untuk mewujudkan mural tersebut.oneday6

Tepat pukul 12.00 siang panitia membagikan konsumsi berupa nasi Padang yang lansung disantap oleh peserta. Usai makan siang, pertandingan pun dilanjutkan kembali yaitu basket dan tarik tambang. Baik peserta yang turun ke lapangan untuk bertanding maupun supporter yang membangkitkan semangat bagi teman-temannya yang sedang bertanding, turut meramaikan suasana pada siang hari itu.

Tidak hanya berbagai pertandingan  olahraga, panitia pun mengajak peserta untuk peduli dan berbagi dengan adik-adik mereka yang tinggal di Panti Asuhan “Fajar Baru”, dengan cara mengedarkan kotak donasi secara berkeliling di lapangan. Suatu cara yang baik dan unik untuk mengajak OMK peduli dan berbagi pada sesamanya.

Tak terasa berbagai pertandingan pun telah dilakoni, para pemenang pun telah didapat, sebagai berikut mural dimenangkan oleh Paroki St. Matias, futsal dimenangkan oleh Paroki St. Paulus, basket dimenangkan oleh St. Paulus, adu panco bagi wanita dimenangkan oleh Paroki St. Matias, adu panco bagi pria dimenangkan oleh Paroki St. Paulus, basket dimenangkan oleh Paroki St. Paulus dan tarik tambang dimenangkan oleh Paroki St. Markus.

Pada pukul 16.00 pertandingan olahraga pun berakhir. Para panitia dan peserta segera bersiap untuk mengikuti ekaristi. Pada pukul 17.30, ekaristi pun dimulai, secara konselebrasi oleh para romo diantaranya RD Y. Joned Saputra selaku Moderator OMK Dekanat Utara, RD Lucius Joko selaku Dekan Dekanat Utara, RD Robertus Arie selaku Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor, RD Antonius Sahat, RD Wahyu, dan RD Yulius Eko, serta dipimpin oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM.

Dalam homilinya yang mengacu pada Bacaan Injil Lukas 21:5-19, RD Lucius Joko mengajak OMK untuk senantiasa menampilkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai orang yang beriman, tentu akan memegang dan menampilkan kebenaran dalam diri dan hidupnya. Kebenaran baik dalam pikiran maupun perkataan. Saat ini banyak orang memutarbalikkan kebenaran, hendaknya OMK tidak terseret dalam keadaan-keadaan tersebut.

Sebelum berkat dan perutusan, RD Arie menyampaikan bahwa OMK yang telah mengikuti Indonesian Youth Day (IYD) 2016 di Manado dapat menjadi penggerak bagi teman-teman mereka di paroki masing- masing untuk aktif berkegiatan.

Usai ekaristi, panitia mengajak peserta ke lapangan untuk menikmati berbagai acara pentas seni yang telah disiapkan. Meskipun sempat tertunda karena hujan, namun tidak menyurutkan niat dan semangat panitia juga peserta untuk melanjutkan acara pentas seni.

Pentas seni dibuka dengan penampilan  dance oleh adik-adik dari Panti Asuhan “Fajar Baru”. Selanjutnya masing-masing paroki unjuk kebolehan yaitu Paroki St. Markus dengan tradisional dance yang diiringi lagu “Gemu Fa Mi Re”, Paroki St. Thomas dengan modern acoustic, Paroki St. Matias dengan music acapella, Paroki St. Matheus dengan  modern dance, Paroki St. Paulus dengan pompom boys. Penampilan bintang tamu, “Giving My Best” semakin memeriahkan suasana pada malam hari itu.

Di tengah-tengah acara, panitia juga membagikan nasi kotak sebagai makan malam. Tak lupa RD Lucius Joko dan RD Yustinus Joned memberi donasi yang telah terkumpul bagi anak-anak di Panti Asuhan “Fajar Baru”.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba, pengumuman Juara Umum One Day 2016 yaitu Paroki St. Matias, Cinere. Piala Juara Umum pun diserahkan oleh RD Yustinus Joned dan RD Antonius Sahat pada Alfonso Gihon sebagai salah seorang Pengurus OMK di Paroki St. Matias, Cinere.

Proficiat bagi OMK Paroki St. Matias, Cinere. Semoga kemenangan semakin menyemangati OMK Paroki St. Matias, Cinere untuk berkarya dalam kehidupan menggereja baik di paroki, Dekenat Utara maupun Keuskupan Bogor. net

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

2 thoughts on “One Day 2016 OMK Dekanat Utara

  • November 20, 2016 at 17:43
    Permalink

    Maaf untuk koreksi saja, St Markus membawakan tarian yang diiringi dengan lagu “Gemu Fa Mi Re” bukan “Sajojo” terima kasih.

    Reply
    • November 21, 2016 at 09:58
      Permalink

      Baik…sudah direvisi ya……Terima kasih….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *