ABK Pamerkan Karya Seni untuk Peringati Hari Disabilitas

Bogor – keuskupanbogor.org: Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) menunjukkan bakat seninya dalam pameran di Botani Square, Bogor yang digelar oleh homeschooling Rumah Anak Mandiri. Pameran ini berlangsung sejak tanggal 28 November hingga 4 Desember 2018. Rumah Anak Mandiri yang didirikan dan dikelola oleh pasutri Rafael Widya Wirawan dan Fidelia Wardani ini mengadakan pameran hasil karya anak-anak didiknya untuk menyambut Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Menurut Fidelia, gagasan utama yang melatarbelakangi pengadaan pameran ini ialah keinginan untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa ABK pun mampu melakukan berbagai hal, termasuk menghasilkan karya seni. Selama ini, masih banyak orang memandang sebelah mata terhadap ABK. Padahal, mereka juga mampu berkreasi layaknya anak-anak lain, dan mereka patut pula diberi penghargaan yang bukan berupa benda, uang, atau materi lainnya. ABK hanya memerlukan penerimaan bahwa mereka pun anggota masyarakat sama seperti kita.

Belajar banyak
Leuwi berpose di depan hasil karyanya. (Foto: Jany)

Salah satu orang tua murid yang turut hadir dalam pameran, Leisya Maharani, mengungkapkan kebanggannya akan putranya yang memiliki kekhususan autisme, Leuwi Adi Perdana. Leisya menyampaikan bahwa menjadi orang tua dari anak seperti Leuwi telah mengajarkannya banyak hal. Contohnya, ketika ada anak lain yang memukul Leuwi, Leuwi tetap sabar dan tidak mendendam.

Leisya mengakui jika ia pun mengalami masa-masa sulit dalam mendidik Leuwi. Dinamika emosi anak-anak dengan disabilitas bisa seperti rollercoaster—sewaktu-waktu mereka sangat bahagia, lalu tiba-tiba menjadi sedih berlebihan. Oleh karena itu, mungkin tidak semua orang tua dapat menangani anak-anak seperti ini. Kendati demikian, Leisya merasa sangat bersyukur karena Leuwi banyak mengajarkannya mengenai kesabaran, terutama ketika menghadapi orang-orang yang mengejek Leuwi. Semua suka-duka ini pun diterima Leisya sebagai keindahan dalam mendidik anak dengan disabilitas.

Aneka cookies hasil karya para ABK. (Foto: Jany)

Pameran ini menampilkan sekitar 80 karya murid-murid Rumah Anak Mandiri, dan ditutup dengan pentas seni yang dihadiri oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Murid-murid berkebutuhan khusus ini telah mempersiapkan karya-karya ini selama empat tahun. Selain memamerkan lukisan, para ABK juga menjajakan aneka cookies dan pernak-pernik seperti gantungan kunci.

Para pengunjung Botani Square yang melihat pameran ini pun terkagum-kagum dengan hasil karya para ABK. Beberapa pengunjung bahkan baru mengetahui bahwa ABK pun mampu menciptakan lukisan dengan kombinasi warna yang sama indahnya dengan yang dibuat oleh anak-anak pada umumnya. Mereka sangat menghargai para orang tua serta pendidik yang telah membimbing anak-anak tersebut hingga bisa menggelar pameran ini. “Seni mendidik anak dengan disabilitas terletak pada keterbukaan dan kejujuran. Bagi siapapun yang memiliki anggota keluarga dengan disabilitas, jangan pernah menyerah. Tuhan memberi keunikan kepada tiap orang, dan Tuhan pasti punya rencana di balik ini semua,” pesan Fidelia. (Isabella Jany/ed. Mentari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.