Tim Fasilitator dan Perumus Bersiap untuk Sinode 2019 Keuskupan Bogor

Ciawi–keuskupanbogor.org: Menjelang pembukaan Sinode 2019 Keuskupan Bogor, tim fasilitator dan tim perumus mengikuti lokakarya pembekalan di Rumah Retret Puspanita Ciawi, Jumat (8/2/2019) hingga Sabtu (9/2/2019). Lokakarya ini diikuti oleh 47 peserta yang terdiri dari para imam, frater, suster, bruder, dan umat awam yang telah ditunjuk untuk memandu diskusi pelaksanaan dan merumuskan hasil sinode nanti.

Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur mengawali proses pembekalan dengan menegaskan kembali semangat dari sinode ini. Mgr. Paskalis mengapresiasi keterlibatan para kaum religius dan awam yang menjadi kunci dari proses dan implementasi hasil sinode di sekolah-sekolah, tarekat, dan tempat kerja masing-masing. Ia juga berpesan agar sinode ini sungguh dijiwai oleh sukacita atas perutusan, sehingga hasil sinode ini tidak berhenti hanya pada rumusan, namun sungguh melahirkan gerakan bersama yang konkrit.

“Gereja bukanlah lembaga sosial, melainkan organisme hidup rohani yang berdasar pada relasi dengan Allah. Tantangannya adalah bagaimana agar kita mengenal diri dan dikenali sebagai communio yang Injili, peduli, cinta alam, dan misioner,” ungkapnya.

Belajar dari Dua Murid yang Berjalan ke Emaus

Selain mendapat arahan dari Mgr. Paskalis, spiritualitas peserta juga disegarkan kembali melalui materi yang dibawakan oleh Vikaris Yudisial Keuskupan Bogor sekaligus anggota Tim Pengarah sinode, yakni RD. Yohanes Driyanto. RD. Driyanto membagikan inspirasi dari kisah penampakan Yesus pada dua murid yang pergi ke Emaus (bdk. Luk. 24:13-35) serta penerapannya dalam sinode ini.

RD. Yohanes Driyanto membawakan sesi spiritualitas. (Foto: RD. Habel)

Menurut RD. Driyanto, dalam sinode ini tim fasilitator harus menempatkan diri sebagai ‘teman seperjalanan’: yakin bahwa Yesus ikut berjalan bersama, membuka hati untuk kehadiran Yesus, dan membiarkan-Nya membawa umat betul-betul sampai pada iman akan kebangkitan-Nya. Proses sinode juga dirancang untuk mengikuti tahapan yang disarikan dari perjalanan spiritual ke Emaus ini: 1) mendengarkan sharing pengalaman umat, 2) membuka hati pada kehadiran Yesus untuk menuntun perjalanan, dan berpuncak pada 3) perayaan Ekaristi.

RD. Driyanto mengajak seluruh peserta untuk merenungkan kembali keimanan masing-masing. “Perjalanan ke Emaus memperlihatkan bagaimana kehadiran Yesus mampu mengubah iman yang tadinya tidak berfungsi akibat kekecewaan menjadi sukacita. Dua murid yang tadinya belum yakin akan kebangkitan Yesus, menjadi percaya setelah Yesus memecahkan roti di depan mereka. Pertanyaannya, sudah sampaikah kita pada iman akan kebangkitan itu?”

Diutus Jadi Penjala Manusia
Suster dan bruder menyampaikan beberapa ide aktivitas untuk menyemarakkan proses sinode.

Di hari kedua, dengan dipandu oleh Ketua Tim Pengarah/Steering Committee (SC) Anton Sulis, peserta meninjau kembali dan mendiskusikan alur proses sinode. Lokakarya ini ditutup dengan pembagian tugas dan jadwal fasilitasi sinode di tingkat paroki, serta Misa Pengutusan yang dipimpin oleh Mgr. Paskalis. Dalam homilinya, Mgr. Paskalis meneguhkan peserta untuk siap menjalani perutusan dalam sinode ini. Seperti Yesaya, Paulus, dan Petrus yang dikisahkan dalam bacaan hari itu, peserta diajak untuk menyadari kelemahan diri dan membiarkan Tuhan ‘menebar jala manusia’ melalui perutusan ini.

Sinode 2019 Keuskupan Bogor akan dibuka pada 22 Februari mendatang dengan Perayaan Ekaristi di Gereja St. Joannes Baptista Parung. Berbeda dengan sinode perdana yang dilaksanakan selama lima hari, sinode kedua ini akan berlangsung selama setahun. Tiap paroki dan dekanat akan menyelenggarakan sinode sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tujuannya terletak pada perjumpaan sebagai communio (persekutuan) yang penuh sukacita, sehingga sinode ini ditargetkan untuk melibatkan umat sebanyak mungkin, mulai dari tingkat paroki, dekanat, hingga keuskupan. (Mentari)

Pembekalan Tim Fasilitator & Perumus Sinode 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.