Bogor-Keuskupan : Tepat pukul 7 pagi hari Minggu 13 November 2016, umat Parok iSt.Herkulanus Depok dimotori Paduan Suara Alumni KEP menyanyikan lagu Magnificat Anima Mea Dominum mengiringi rombongan Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, Imam konselebran dan para petugas berjalan memasuki gereja. Di bangku depan dalam gereja sudah ada 86 orang berbaju putih-putih, siap menerima sakramen Krisma, dan 38 orang berpakaian rapi, siap mengikuti kursus perdana KEP angkatan ke-6. Lantunan lagu Gregorian Veni Creator Spiritus dan Utuslah RohMu yaTuhan, mengiringi perayaan Ekaristi penerimaan sakramen Krisma tersebut.

Misa Konselebrasi dipimpin oleh BapaUskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur dengan konselebran Pastor Paroki RD. Aloysius Tri Harjono, dan Pastor Vikaris Paroki RD. Yulius Eko Priyambodo.Hari itu merupakan hari istimewa khususnya bagi 86 orang penerima Sakramen Krisma. Dari jumlah tersebut ada 5 orang umat Paroki St. Paulus Depok dan 1 orang umat Paroki St. Joannes Baptista Parung. Mereka telah mengikuti persiapan sejak 10 minggu sebelumnya, telah menerima Sakramen Pengakuan Dosa dan melakukan Novena Roh Kudus, serta berupaya untuk berdisposisi baik agar dapat menerima rahmat Sakramen Krisma pada hari itu, rahmat Sapta Karunia Roh Kudus.

Di dalam homili, BapaUskup pertama-tama mengulas tentang “Nama”, yang dipakai untuk nama Krisma, yakni nama salah satu Santo/Santa. Orang kudu situ kita imani akan menjadi pelindung kita, pendoa kita, dan menjadi gambaran seperti apa kita akan hidup, dengan meneladaninya. Kita juga menggunakan nama Baptis, yang membuat kita disebut orang kristen. Ya kita adalah pengikut Kristus, makanya kita disebut Kristen. Injil mengatakan “kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu” (Luk 21:17). Bahwa dengan nama Kristen tersebut, kita akan menjumpai kesulitan. Tetapi Tuhan akan senantiasa menyertai kita. Asalkan kita percaya, kita mengandalkan Tuhan dan kita tetap setia kepadaNya.“Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk 21:18-19).

Dengan menerima Sakramen Krisma, kita diingatkan kembali akan Roh Kudus yang telah pernah kita terima pada saat baptisan. Kita diteguhkan kembali. Para calon penerima Krisma, bersama seluruh umat yang telah dibaptis, akan membarui janji baptis, yang berisikan penolakan setan dan pengungkapan iman. Kalau kita mengaku Katolik kita harus banggaakan iman kita. Bila seseorang bangga dengan imannya, ia akan mengembangkan KaruniaRoh Kudus.Dan Roh Kudus akan menguatkannya, untuk ikut aktif dalam mengembangkan gereja, menjadi saksi Kristus.

Para calon penerima Krisma maju satu persatu didampingi wali penguatan masing-masing. Calon kemudian berlutut di hadapan Bapa Uskup, menundukkan kepala,menyerahkan diri, membuka hati untuk menerima tanda karunia Roh Kudus, sementara itu wali penguatan memegang bahunya. Seraya membuat tanda salib pada dahi para penerima, dengan ibu  jari yang telah dicelupkan kedalam minyak Krisma, Bapa Uskup berkata, “Terimalah Tanda Karunia Roh Kudus”, dan penerima menjawab”Amin”. Selanjutnya Bapa Uskup menepuk pipi penerima sambil berkata ”Damai Kristus bersamamu”, dan penerima menjawab ”dan bersama rohmu”. Penerima Krisma siap ditugaskan untuk menyebarkan damai Kristus kepada dunia.

Pada saat berdir dalam ”antrian” untuk menerimakan ada beberapa calon yang matanya sudah basah berkaca-kaca. Demikian pula pada saat berlutut di hadapan Bapa Uskup, ada yang membungkuk sangat dalam sehingga Bapa Uskup perlu sedikit menegakkannya untuk mempermudah pengkrismaan. Mata yang basah dan sikap menunduk yang sangat dalam, mungkin adalah tanda penyerahan diri, untuk mau secara terbuka dan rendah hati menerima Roh Kudus. Sikap penyerahan diri ini tak lain digerakkan oleh Roh Kudus sendiri, yang telah mereka mohon pada saat melaksanakan Novena Roh Kudus, maupun sepanjang perjalanan persiapan 10 minggu.

Sebelum berkat akhir, Bapa Uskup menyampaikan pesan: Terima kasih kepada seluruh umat yang setia kepada Gereja Katolik. Terima kasih kepada Pastor Paroki, Pastor Vikaris dan para pembina, serta seluruh umat sekalian. Ada penerima Krisma,berarti Gereja bertumbuh. Gereja hidup.Ada pewarta Kristus dewasa. Bapa Uskup senang, karena ada teman seperjalanan dalam mengembangkan kehidupan menggereja, yang sudah dikuatkan oleh Roh Kudus.

Pada penutup Misa, Bapa Uskup mengatakan ”Marilah pergi kita diutus”.Umat menjawab ”Amin”.Sebagai lagu penutup, koor KEP bersama umat menyanyikan lagu perutusan ”Lihatlah ladang sudah menguning telah siap dituai. Siapa yang kan jadi penuainya yang mau bekerja bagiKu? Kuutuskau. Kuutus Kau dengan kuasaKu. Jangan takut jangan tawar britakan InjilKu”.Lagu itu adalah lagu wajib bagi peserta Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP).Dengan bersemangat, 38 orang peserta KEP angkatan ke-6 yang telah diberkati Bapa Uskup secara khusus dengan percikan air suci, siap untuk memulai programnya.

Proficiat kepada para penerima Sakramen Krisma, orang tua dan wali penguatan, para pembina serta Panitia. Proficiat kepada para peserta KEP ke-6 serta panitianya. Selamat bertumbuh dalam iman bersama Roh Kudus dan menghasilkan buah-buah Roh dan kebaikan. Toni Widyanto (SeksiKatekese)

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *