Credit Union Hadir Menjadi Berkat Maka Butuh Norma Agar Tetap Dalam Jalur Yang Baik : Retret Bidang Pemberdayaan PSE Se-Keuskupan Bogor

Para peserta retret CU PSE berfoto bersama. (Foto: Panitia)

Puspanita – Keuskupan : Biro Pemberdayaan yang merupakan bagian dari Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Bogor Jumat – Minggu (3-5 Agustus 2018) yang lalu mengadakan retret di Rumah Retret Puspanita – Ciawi dengan tema “Aku Diutus Untuk Mengembangkan Diriku dan Sesamaku melalui Credit Union“. Retret yang diikuti oleh para penggerak PSE di paroki-paroki se-Keuskupan Bogor ini bertujuan untuk menggerakan dan mempromosikan Credit Union (CU) dikalangan umat. RD. Gregrorius Agus Edy Cahyono selaku ketua panitia menyampaikan harapannya agar retret ini memberikan spirit untuk mengembangkan diri dan sesama melalui Credit Union. “Kehadiran (inkarnasi) Yesus menjadi dasar dalam retret ini”, imbuhnya. Yesus yang hadir ke dunia telah mengubah dunia yang semrawut menjadi berahmat. Kesemrawutan dunia dan hiruk pikuknya di dalamnya menjadi kesempatan bagi manusia untuk menggapai rahmat Allah. Demikian Romo Greg menghantar peserta retret untuk mengambil bagian sebagai sarana berkat Allah. Senada dengan hal itu, RD. Yohanes Ridwan Amo selaku ketua PSE Keuskupan Bogor yang juga memimpin misa pembukaan retret ini menyampaikan tentang pentingnya hidup yang didasari iman Allah.

Retret yang berlangsung selama tiga hari ini diisi dengan materi-materi yang sangat penting sebagai dasar dan proses yang dihidupi oleh Credit Union. RD. Yohanes Driyanto sebagai narasumber mengungkapkan bahwa Credit Union pada dasarnya terbentuk karena niat baik. Niat baik itulah yang menjadikan Credit Union dapat bertumbuh dan berkembang, maka tetap menjaga niat baik yang menjadi dasar terbentuknya Credit Union itu adalah suatu keharusan. Niat baik yang mulai luntur akan menyebabkan kehancuran bagi Credit Union itu sendiri. Walaupun niat baik itu penting, tetapi juga dibutuhkan sesuatu yang lain yaitu norma yang mengatur. Norma itu yang membuat Credit Union tetap berada di dalam jalurnya yang baik.

Pada sesi lanjutan, RD. Driyanto juga menyampaikan bahwa manusia yang percaya kepada Allah adalah orang-orang yang beriman. Iman itu tentunya dalam diri manusia harus hidup, eksplisit dan kooperatif. Iman harus terwujud di dalam perbuatan atau tindakan. Sebagai gambaran Allah, kita memiliki kemampuan untuk dapat tampil sebagai pribadi yang murah hati, tertentu, unik, mengundang kekaguman, tidak tergantikan dan  memiliki daya tarik. Yesus menunjukkan kesempurnaan Allah. KehadiranNya sungguh mengagumkan terutama di dalam keberadaannya yang luar biasa.

Di dalam kenyataan hidup yang serba cepat dan dipenuhi dengan banyaknya permasalahan ini, iman harus tetap hidup, eksplisit dan kooperatif. Maka dalam tindakannya, manusia juga dituntut untuk dapat menjadi orang yang cerdas dan bijaksana dalam menyikapi permasalahan ataupun tantangan yang ada. Kita memang perlu menjadi pribadi yang kuat dan sehat secara jasmani, tetapi hal itu akan menjadi sempurna ketika kita dapat menjadi pribadi yang smart. Dalam menghadapi situasi di dalam Credit Union masing-masing, setiap orang yang ada di dalamnya harus memiliki kecerdasan secara emosional dan kebijaksanaan tersebut, supaya kehadiran Credit Union mampu menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Acara ini selain untuk menjalin kesatuan para penggerak PSE di paroki-paroki juga sekaligus media untuk menyebarluaskan peran Credit Union dalam membantu umat dalam bidang ekonomi. Mari kita dukung dan kembangkan Credit Union agar sungguh kehadiran CU menjadi berkat bagi banyak orang. Info lebih lanjut terkait CU silakan menghubungi PSE di paroki masing-masing. (PSE & RD. Greg; edited by RD. David)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.