Depok-Keuskupan Bogor : Suasana gembira penuh sukacita terpancar dari wajah guru-guru dan murid-murid Sekolah Maria (TK, SD, SMP) di Sukatani, Depok. Betapa tidak, hari Jumat, 17 Maret 2017 Uskup Keuskupan Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, berkenan mempersembahkan Misa di sekolah tersebut. Misa tersebut dalam rangka memperingati 50 tahun meninggalnya Yosep Nara Rogaria, Andreas Today Kekasewa, Philipus Laga, para pendiri Yayasan YA, pemilik Sekolah Maria.

Dalam homilinya di hadapan anak-anak Mgr Paskalis menyatakan bahwa kita perlu meneladani Bunda Maria, berdoa melalui Bunda Maria yang selalu mendampingi dan membimbing kita. Bapa Uskup memuji anak-anak Sekolah Maria yang pandai menyanyi dalam bahasa latin. Uskup mengapresiasi para guru yang tanpa lelah mengajar anak-anak menyanyikan lagu dalam bahasa Latin. Uskup mengajak semua yang hadir untuk terus menerus mewartakan Kristus dengan terikat sungguh-sungguh pada Bunda Maria. Yesus menyelamatkan kita. Yesus mengajarkan kita mencintai sesama kita. Sekolah ini mengajarkan anak-anak menjadi manusia Pancasila, manusia yang percaya kepada Tuhan, manusia yang beradab, manusia yang mencintai suku-suku bangsa di Indonesia, manusia yang musyawarah, manusia yang berkeadilan sosial.

Mgr Paskalis mengingatkan kembali kata-kata Mgr Angkur ”Ini Salib Sekali Salib ditancapkan di tanah ini, tidak bisa dicabut kembali” Artinya sekali kita percaya dan yakin bahwa bersama Yesus kita bisa memberikan sesuatu yang baik kepada masyarakat di sekitar sini. Percayalah kepada Yesus ang membimbing kita menjadi manusai yang baik.

Uskup mengungkapkan terima kasih kepada para guru yang karena percaya mereka berusaha untuk mengembangkan gereja bukan demi pengembangan itu sendiri tapi demi kemuliaan nama Tuhan. Mari bersama kita memuji dan memuliakan Tuhan dengan jalan menyebarkan kebaikan bagi masyarakat di sekitar sini. Contoh-contoh yang ditunjukkan Sekolah Maria sudah baik seperti memilah-milah sampah dan membuat titk-titik sampah di sekitar seklah serta dibentuknya pasukan jentik untuk memmbasmi jentik-jentik nyamuk..

Sementara dalam sambutan pada acara ramah-tamah yang digelar sesuah Misa, Bapa Uskup meminta para guru untuk terus mengajarkan budaya berjumpa satu sama lain. Di sekolah ini harus berkembang budaya berjumpa spy mereka menjadi manusia yang mau berjumpa dengan orang lain, dgn orang tua, guru, sesama teman. Budaya berjumpa ini mempunyai semangat misioner, keluar dari dirinya untuk menjumpai orang lain. Anak-anak perlu mengalami pendidikan yang integral, komprehensif sehhingga menjadikan mereka manusia seutuhnya.

Uskup berharap dari sekolah Maria ini lahir imam-imam diosesan yang berkarya di Keuskupan Bogor. Uskup juga memaparkan perkembangan para seminaris yang awalnya banyak berasal dari Jawa Tengah tetapi sekarang seminaris dari paroki-paroki di Keuskupan Bogor cenderung meningkat. Selain itu Bapa Uskup berharap kelak Keuskupan Bogor mempunyai imam-imam yang bergelar doktor guna meningkatkan kualitas pelayanan. Saat ini Keuskupan Bogor tengah menyekolahkan sekitar 20 imamnya baik di dalam negeri maupun luar negeri. Juga dibuka kesempatan bea siswa bagi mereka yang ingin menjadi guru di sekolah-sekolah Katolik di Keuskupan Bogor ini.

Sekolah Maria di Sukatani ini didirikan oleh Yayasan Persekutuan “YA”, dengan pendirinya Yosep Nara Rogaria, Andreas Today Kekasewa, Philipus Laga.  Sekolah ini efektif beroperasi pertama kali pada tahun ajaran 1991/1992. Berdiri di atas tanah  seluas 2.000 m persegi. Murid pertama TK berjumlah 37 orang dan SMP 7 orang. Perlahan tapi pasti sekolah Maria berkembang. Tahun 1999 ijin sekolah pun turun dan status akreditasi “Diakui” Kini sekolah Maria cukup dikenal di Depok dan menjadi salah satu pilihan untuk menuntut ilmu. (Titin CD)

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *