Pertemuan Jaringan Karitas Keuskupan Regio Jawa: Mengembangkan Pelayanan Kemanusiaan Tanpa Membedakan

Yogyakarta–keuskupanbogor.org: Bertempat di Wisma Syantikara, Yogyakarta, Perwakilan Karitas Keuskupan Bogor menghadiri kegiatan Evaluasi Akhir Tahun & Perencanaan Program Jaringan Karitas Keuskupan Regio Jawa. Kegiatan yang berlangsung dari 4-8 November 2018 ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan program Building Community Resilience in Indonesia. Program ini betujuan untuk meningkatkan kapasitas warga yang tinggal di kawasan rawan bencana sehingga menjadi resilien. Pada akhir program ini, KARINA dan Jaringan Karitas Keuskupan Regio jawa melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program selama satu tahun terakhir. Evaluasi ini diharapkan dapat melahirkan pembelajaran dan rekomendasi untuk perencanaan program pada periode berikutnya oleh Jaringan Karitas Keuskupan Regio Jawa.

Karitas Keuskupan Bogor (Karior) sendiri baru didirikan pada tahun 2016 di bawah payung Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Bogor. RD. Ridwan Amo yang merupakan Ketua PSE Keuskupan Bogor menunjuk RD. Yulius Eko Priyambodo sebagai direktur Biro Karitas Keuskupan Bogor. Semenjak itu Karior resmi menjadi anggota dari Jaringan Karitas Keuskupan Regio Jawa dan menjadi bagian dari KARINA. 

 

Apa Itu KARINA?

KARINA merupakan akronim dari Caritas Indonesia. Kata Caritas berasal dari Bahasa Latin yang berarti cinta kasih. Yayasan Karina berdiri pada tanggal 17 Mei 2016 dan merupakan yayasan kemanusiaan milik Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). KARINA lahir sebagai wujud nyata keprihatinan Gereja Katolik di Indonesia terhadap dampak dari bencana, baik yang disebabkan oleh peristiwa alam maupun akibat ulah manusia. KWI membentuk Yayasan KARINA untuk menjadi badan koordinator, fasilitator, dan animator bagi Gereja Katolik di Indonesia dalam menanggapi bencana, kemiskinan dan masalah kemanusiaan lainnya.

KARINA yang bervisi kemanusiaan dengan jiwa “Bela Rasa” sebagai organisasi sosio-pastoral membantu meningkatkan pembangunan kapasitas di seluruh 37 keuskupan di Indonesia. Di tingkat internasional, pendirian KARINA didukung sepenuhnya oleh Caritas International yang berkedudukan di Roma, dan beranggotakan lebih dari 160 organisasi Caritas di dunia.

Upaya Integratif dan Berkelanjutan

Mengutip ayat dari Injil Matius 25:40, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku,” seperti itulah kegiatan KARINA dapat digambarkan. Bukan melulu tentang nominal sumbangan yang disalurkan, namun kegiatan utama Karina adalah mengembangkan pelayanan kemanusiaan tanpa membedakan agama, suku, ras, golongan dan sebagainya. Semua manusia, terutama yang miskin dan menderita, merupakan keprihatinan KARINA. Melalui KARINA, umat dapat menyampaikan belarasa kepada siapa saja yang sedang mengalami penderitaan, terutama dalam bencana dan musibah. KARINA hadir untuk membantu dan menemani para korban bencana melalui upaya-upaya yang integratif dan berkelanjutan.

Salam Bela Rasa!
(Maria Dwi Anggraeni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.