Bogor – Keuskupan :

Senin, 6 Juni 2016
Acara dibuka dengan makan pagi bersama di Jambo Resto dan pembagian kamar serta dilanjutkan dengan pertemuan para Yuris dan Ekonom dari tiap Keuskupan pada pukul 10.00 WIB di gedung Cendrawasih pada ruangan yang berbeda. Pertemuan para Yuris membahas mengenai perubahan pada 21 kanon pada KHK 1983 yang disebut dengan Mitis Iudex Dominus Iesus. Pada pertemuan Ekonom membahas persoalan Tax Amnesty dan persoalan badan hukum Gereja. Narasumber pada pertemuan para Ekonom adalah Bapak Iwan Tri Harjanto dan Bapak Yustinus Prastowo. Moderator oleh RP. Aria Dewanto, SJ (KAS). Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh para Ekonom Keuskupan beserta timnya masing-masing dan dua uskup yakni Mgr. Sunarko, SJ dan Mgr. Paskalis, OFM. Acara diselingi dengan makan siang pukul 12.30 WIB dan setelah makan siang pertemuan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Bersamaan dengan itu, para Yuris juga mengadakan pertemuan kembali. Pada pukul 16.00 WIB acara diselingi dengan coffee break dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sebagai pendalaman materi dengan para narasumber. Pada pukul 18.15 acara diakhiri dengan Ekaristi oleh RP. Handoko, MSC (Purwokerto). Setelah perayaan ekaristi dilanjutkan dengan makan malam dan istirahat.

Selasa, 7 Juni 2016
Acara pada hari kedua diawali dengan makan pagi bersama di Jambo Resto. Pertemuan diadakan lagi bagi para Ekonom dan Yuris di tempat yang berbeda. Pertemuan para Ekonom dimulai pukul 08.40 WIB oleh RD. Hari (Bogor). Secara umum, pertemuan para Ekonom pada hari ini merupakan pembahasan lanjutan mengenai strategi masing-masing Keuskupan mengenai akuntansi perpajakan dan Tax Amnesty. Tidak ketinggalan juga disebutkan beberapa poin rekomendasi dari narasumber mengenai tema besar pertemuan tersebut (terlampir). Pertemuan para Ekonom beserta timnya ini berakhir pada pukul 10.30 WIB. Sedianya acara dilanjutkan untuk mengunjungi taman burung di komplek Royal Safari Garden namun dibatalkan sehingga langsung dilanjutkan dengan snack dan dilanjutkan dengan acara bebas sampai makan siang.
Pukul 16.00 WIB diadakan registrasi di Tiger Ballroom bagi pertemuan Kuria Keuskupan Regio Jawa dan dilanjutkan dengan misa pembukaan yang dipimpin oleh Mgr. Paskalis, RD. Tri Harsono, dan RD. Driyanto pada pukul 17.00 WIB. Seusai misa dilanjutkan dengan pemberkatan gedung-gedung dan kamar hotel di kompleks Safari Royal Garden. Acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dengan suguhan hiburan anak-anak panti asuhan St. Yusuf Sindanglaya. Pukul 20.00 sesi dibuka dengan pemaparan hasil notulensi pada acara pertemuan Uskup dan anggota Kuria tahun 2015 yang lalu di Keuskupan Purwokerto oleh RD. Handi. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan mengenai visi-misi, sejarah, dan prioritas kebijakan pastoral Keuskupan Bogor sebagai fokus pelayanan pastoral pada masa kegembalaan Mgr. Paskalis. Pembicaranya adalah Mgr. Paskalis, RD. Driyanto, dan RD. Tri Harsono. Seselesainya pemaparan tersebut diadakan tanya jawab berkaitan dengan materi yang disampaikan. Sesi ditutup pukul 21.30 WIB dengan completorium oleh Fr. Nanang.

Rabu, 8 Juni 2016
Acara hari ini dimulai dengan Laudes dan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Soetikno (Surabaya). Setelah itu dilanjutkan dengan sarapan lalu outing ke Taman Safari Indonesia pada pukul 09.00 WIB. Acara outing ini pun menjadi istimewa karena pihak tuan rumah mengajak serta Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) yang ada di wilayah Bogor. Sesampainya di sana, kita langsung disambut oleh petugas TamanIMG_8466 Safari dengan agenda penanaman pohon. Acara dibuka dengan sambutan dari Bapak Jansen Manangsang, selaku pemilik dari Taman Safari Indonesia. Beliau mengucapkan selamat datang sekaligus memperkenalkan salah khas di Taman Safari yang berkaitan dengan lingkungan hidup, yakni “Salam Lestari!!!” dengan jawaban “Lestarikan!!!” Sambutan berikutnya dari Mgr. Paskalis mewakili para Uskup Regio Jawa. Pertemuan ini bagi Uskup Paskalis sekaligus dimanfaatkan sebagai implementasi langsung dari pesan Ensiklik Paus Fransiskus, Laudato Si. Paus dalam ensikliknya mengingatkan agar melestarikan alam dan melihat alam sebagai teman seperjalanan dan mengingat akan kebesaran Allah. Ucapan terimakasih pun disampaikan rekan-rekan BASOLIA dan atas gerak bersama serta perhatiannya pada lingkungan hidup. Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan menanam pohon bersama oleh para uskup dilanjutkan dengan perwakilan BASOLIA, KH. Zaenal Abidin dari Muslim, Sigit Rusli dari Budha, Pak Arifin dari Protestan, Pak Ketut dari Hindu dan Pak Darwin Darmawan dari Protestan. Acara yang melibatkan BASOLIA ini pun diliput oleh media ANTV dan VIVA NEWS.
Setelah acara penanaman pohon, para peserta outing melanjutkan perjalanan melihat hewan dengan penjelasan mengenai Taman Safari Indonesia dari Pak Jansen. Acara dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh gajah kepada 5 orang Uskup dan 2 orang Administrator DiosesaIMG_8282n sebagai ucapan selamat datang secara simbolik. Pada pukul 12.00 para peserta menikmati makan siang di Rimba Resto dan dilanjutkan dengan presentasi dari Pak Jansen mengenai Taman Safari Indonesia serta fungsinya sebagai benteng terakhir bagi konservasi alam dan bantuannya bagi bumi kita yang sudah perlahan rusak ini. Pak Jansen secara komprehensif menjelaskan kerusakan alam dan pelbagai macam antisipasinya. Beliau pun memaparkan bahwa kebun binatang yang dulu adalah sarana entertainment sekarang telah menjadi sebuah wisata edukasi, penelitian, reservasi dan konservasi. Beliau menyerukan sikap non stop contribution to environment dan perlu menyikapi dengan serius rahmat Tuhan yang diberikan kapada kita berupa alam yang begitu indah ini.
Acara dilanjutkan dengan pengenalan singkat BASOLIA oleh RD. Endro (Bogor) yang merupakan badan sosial lintas agama dan sebagai bentuk kerukunan umat beragama. Presentasi berikutnya dibawakan oleh KH. Zaenal Abidin. Bagi beliau, undangan ini merupakan penghargaan dan apresiasi bagi kami. Lalu mengenalkan utusan yang hadir sebagai perwakilan dari tiap agama. BASOLIA lahir pada tahun 2007. Dalam persepektif KH. Zainal Abidin, agama selama ini kelihatan indah dan menjadi suatu kelompok elite semata sementara di akar rumput tidak ada terjadi relasi yang harmonis dan membangun. Maka dari itu, BASOLIA bertujuan untuk memfasilitasi kerukunan antar umat beragama. BASOLIA memiliki moto yakni siapapun yang dicintai Tuhan sudah selayaknya mencintai sesamanya.
Selanjutnya para peserta outing melanjutkan rangkaian kegiatan berturut-turt dengan menonton Cow Boy Show, atraksi macam-macam hewan seperti pertunjukan harimau Sumatera dan lumba-lumba. Kunjungan terakhir adalah mengunjungi tempat konservasi hewan panda yang akan didatangkan dari negara Cina.IMG_8401 Di gedung konservasi ini diadakan penyerahan plakat ucapan terima kasih kepada seluruh Uskup dan Bapak-Ibu Jansen. Pada pukul 18.00 WIB diadakan makan malam dan ditutup dengan doa, nyanyian syukur, mohon berkat bagi gedung baru dari Mgr. Paskalis dan Mgr. Sutikno pada pukul 19.00 WIB. Setelah itu rombongan kembali ke bus dan menuju hotel Royal Safari Garden untuk beristirahat malam.

Kamis, 9 Juni 2016
Acara hari ini kembali dibuka dengan Laudes dan perayaan Ekaristi yang dipimpin secara konselebrasi oleh Mgr. Antonius Subianto, RD. Hilman, RD. Wirasmohadi pada pukul 06.00 WIB di Tiger Ballroom. Setelah perayaan Ekaristi selesai, para peserta menuju Jambo Resto untuk sarapan bersama.
Tepat pukul 08.00 WIB, pertemuan dimulai di Tiger Ballroom dan dibuka dengan doa oleh RD. Hari (Bogor). Selanjutnya acara langsung diambil alih oleh RD. Driyanto untuk membuka pertemuan dengan dua tema besar yaitu yang berkaitan dengan pembahasan dokumen Motu Proprio Mitis Iudex Dominus Iesus dan yang berkaitan dengan norma aplikatif Ketentuan Pelaksanaan Reksa Pastoral Keuskupan Regio Jawa. Presenter dalam pertemuan ini adalah RD. Driyanto (sekaligus moderator), RD. Rubiyatmoko (KAS), dan RP. Purbo Tamtomo, SJ (KAJ). Di akhir pemaparan, dibuka sesi tanya jawab sampai pukul 10.10 WIB dan dilanjutkan dengan sesi coffee break.
Pada pukul 10.35 WIB pertemuan dilanjutkan dengan sesi kedua yang merupakan lanjutan sekaligus pendalaman pembahasan dari dua tema besar tersebut.
Setelah selesai dilanjutkan dengan penyampaian secara singkat hasil dari rapat Ekonom se Regio Jawa oleh RP. Aria, SJ. Lalu ditutup dengan penyampaian resume pandangan, kesimpulan dan pesan teologis oleh RP. Mardi SJ.
Pertemuan berikutnya pada tahun 2017, akan diadakan di Keuskupan Agung Jakarta. (Wibie)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

One thought on “Pertemuan Kuria Keuskupan Regio Jawa

  • June 13, 2016 at 14:16
    Permalink

    Terima kasih untuk laporan sidang para uskup regio jawa.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *