Pisah-Sambut Mgr. Michael dan Mgr. Paskalis sebagai Anggota Pembina Yayasan Unpar

Pada hari Rabu, 26 Februari 2014, Yayasan Universitas Katolik Parahyangan mengadakan acara Pisah-Sambut Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM (Uskup Emeritus Keuskupan Bogor) dan Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM (Uskup Keuskupan Bogor yang baru) sebagai anggota ex officio Pembina Yayasan Unpar. Acara yang diadakan di ruang rapat Kantor Yayasan Unpar ini dihadiri oleh Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Unpar.

Acara dimulai dengan doa pembukaan oleh Pastor Frans Vermeulen, OSC (Ketua Pengawas Yayasan); dilanjutkan perkenalan Organ Yayasan Unpar yang dipandu oleh Pst. Antonius Subianto, OSC (Prior Provinsial OSC Provinsi Sang Kristus Indonesia, anggota ex officio Pembina Yayasan). Acara dilanjutkan dengan sambutan Mgr. Michael. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak selama menjadi anggota Pembina Yayasan Unpar. Beliau bersyukur karena sampai saat ini Universitas Katolik Parahyangan masih eksis dan terus berkembang. Beliau menyampaikan bahwa sekecil apapun kehadiran sebuah universitas Katolik, pasti memberikan dampak yang luas bagi masyarakat, dan itu pulalah yang diinginkan pendiri universitas ini (Unpar, red) pada tahun 1955. Keberadaannya tidak hanya untuk Gereja, tapi juga untuk masyarakat. Oleh karenanya beliau mengingatkan semua pihak untuk tidak melupakan sejarah, sesanti, dan visi dasar pendirian Universitas Katolik Parahyangan. Mgr. Michael merasa bangga karena Organ Yayasan Unpar merupakan suatu kesatuan keluarga, sehingga saat ada alih tugas dan menghadapi permasalahan, hal tersebut dapat diatasi bersama.

Sebagai ungkapan terima kasih dari Yayasan Unpar, Mgr. Ignatius Suharyo (Administrator Apostolik Keuskupan Bandung, yang secara ex officio adalahKetua Pembina Yayasan) memberikan alat misa sebagai kenang-kenangan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang perjalanan Unpar yang disajikan oleh Prof. Dr. B.S.Kusbiantoro (Ketua Pengurus Yayasan). Dalam penjelasan tersebut, disampaikan pula penjelasan bahwa berdasarkan kenyataan hostoris maka Uskup / Administrator Apostolik / Administrator Keuskupan Bandung secara ex officio adalah Ketua Pembina Yayasan, serta Uskup / Administrator Apostolik / Administrator Keuskupan Bogordan Prior Provinsial OSC Provinsi Sang Kristus Indonesia secara ex officio adalah Anggota Pembina Yayasan Unpar. Sejumlah pribadi dapat pula diangkat sebagai Anggota Pembina Yayasan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan dokumen-dokumen kepada Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM oleh Mgr. Ignatius Suharyo berupa buku Anggaran Dasar Yayasan, Kebijakan Umum Yayasan, Anggaran Rumah Tangga Yayasan, dan dokumen lain. Acara dilanjutkan dengan penayangan profil singkat Mgr. Paskalis yang disarikan dari buku Jalan Penuh Rahmat dari Ranggu ke Bogor. Setelah penayangan, kemudian Mgr. Paskalis menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya, beliau menyimpulkan bahwa dari penjelasan mengenai sejarah Unpar, ada proses kerjasama yang menyejarah dalam Gereja antara hirarki dan awam. Hal menarik lainnya adalah kerja sama itu terjadi antara dua keuskupan, Keuskupan Bandung dan Keuskupan Bogor. Ada spirit yang sama yakni memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat di tanah Pasundan melalui pendidikan. Inilah bentuk Gereja menjangkau masyarakat; inklusivitas Gereja ditunjukkan melalui upaya ini.

Rangkaian acara ditutup dengan doa oleh Pastor Paulus Wirasmohadisoerjo, Pr, foto bersama, dan ramah tamah para anggota Organ Yayasan Unpar.

Kantor Yayasan Unpar

L. Bobby Suryo K.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.