Presiden Jokowi Harapkan Wanita Katolik Republik Indonesia Jadi Agen Toleransi dan Damai Bagi NKRI

Jakarta – Wanita Katolik : Kongres XX Wanita Katolik RI yang diselenggarakan pada tanggal 29 Oktober 2018 -1 November 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat memiliki tema “Wanita Katolik RI Ambil Bagian Berjuang Mewujudkan Indonesia Sejahtera, Bermartabat dan Berkeadilan Sosial dalam Bingkai Kebhinekaan” dengan 3 isu keprihatinan yang diusung yaitu radikalisme-terorisme, lingkungan hidup, korupsi.

Presiden RI Ir. Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembis dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr. I. Suhayo, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo dan Ketua Presidium Wanita Katolik RI Justina Rostiawati, membuka secara resmi Kongres XX Wanita Katolik RI pada hari selasa, 30 Oktober 2018.
Dalam sambutannya (https://www.youtube.com/watch?v=fn4cqm6Xtmc ) Presiden menjabarkan kelebihan perempuan dibanding pria, yakni perempuan memiliki harapan hidup lebih tinggi, perempuan lebih kuat dalam menghadapi persaingan, perempuan memiliki kemampuan untuk mengerjakan lebih banyak hal dalam satu waktu dengan lebih baik bila dibandingkan dengan laki-laki. Presiden menyampaikan harapannya kepada para Wanita Katolik yang tergabung dalam organisasi masyarakat ini untuk mengembangkan cara berpikir yang penuh kecintaan, berpikir positif dan berprasangka baik. Itu adalah modal untuk hidup damai dalam kebhinekaan di Indonesia.

Mgr Suharyo dampingi Presiden Jokowi dalam Kongres Wanita Katolik XX. (Foto : Yanne)

Misa Syukur Pembukaan Kongres XX ini dipersembahkan oleh Mgr. I. Suharyo didampingi 22 Romo Penasihat Rohani dari berbagai daerah. Dalam homilinya Uskup Suharyo menyatakan bahwa ibarat menempuh suatu perjalanan, Yesus menyelesaikan perutusan-Nya sampai tuntas. Tidak tergoda oleh kenyamanan. Maka demikian pula dalam meaksanakan Kongres ini, semua peserta akan meneguhkan kembali komitmennya untuk terus berpegang pada visi misi organisasi.

Setelah Mgr. I. Suharyo yang membawakan materi tentang kontekstual semangat dasar Wanita Katolik RI dalam isu-isu kebangsaan dan diskusi panel : KPK “Perempuan sebagai Agen Pencegah Korupsi” oleh Bapak Alexander Marwata dan ‘Membaca Keterlibatan Perempuan dan Anak dalam Ekstrimisme” oleh Ibu Ruby Kholifah dari The Asian Moslem Action Network (AMAN) Indonesia, para peserta Kongres diajak menerapkan dan memasukkan gagasan dalam diskusi tentang program kerja 5 tahun ke depan yang terbagi dalam Sidang Komisi : Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Organisasi (PPKO), Program Kerja, AD-ART, Tim Verifikasi dan Pokja Pemilihan.

Sementara para peserta Kongres masuk dalam sidang komisi, Para Penasihat Rohani sharing dan berdiskusi tentang DPD yang didampinginya, saling bertukar pengalaman dan pemahaman tentang ormas Wanita Katolik RI. DPD Keuskupan Bogor didampingi Penasihat Rohani RD. Jimmy Rampengan.

Peserta Kongres Wanita Katolik XX dari Keuskupan Bogor. (Foto : Yanne)

Sidang Selanjutnya adalah pemilihan dan penetapan pimpinan DPP masa bakti 2018-2023. Ada delapan (8) calon yang bersedia mengikuti seleksi hingga proses pemilihan. Dari 8 calon, DPD Keuskupan Bogor menyumbangkan 6 orang calon untuk ikut ambil bagian dalam pemiihan pimpinan DPP, sementara 2 orang calon lainnya berasal dari DPD Jakarta, Tiga nama dengan suara terbanyak adalah Justina Rustiawati (Petahana asal DPD Jakarta) dengan perolehan suara 526 suara, Lusia Willar (DPD Keuskupan Bogor) mendapat 441 suara dan Katarina Catri Erliana (DPD Keuskupan Bogor) memperoleh 290 suara. Setelah melakukan pemantapan ketiga presidium terpilih bersama para penasihat Kongres, maka Presidium DPP adalah :
Ketua Presidium : Justina Rustiawati
Anggota Presidium I : Lusia Willar
Anggota Presidium II : Katarina Catri Erliana
Profisiat 2 putri terbaik dari Wanita Katolik RI DPD Keuskupan Bogor menjadi Presidium DPP Wanita Katolik RI masa bakti 2018-2023. Selamat berkarya mempersiapkan organisasi ini dalam menyongsong seabad usianya. (Yanne Marciana/Kabid Organisasi WKRI DPD Keuskupan Bogor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.