Cikeretek-Keuskupan: Tanggal 25-26 November 2017, bertempat di Villa Bukit Pinus, Cikretek, Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor di bawah komando RD. Robertus Ari Priyanto mengadakan rapat pleno yang dihadiri para ketua Seksi Kepemudaan Paroki (SKP) dan perwakilan OMK se-Keuskupan Bogor. Rapat pleno merupakan kegiatan rutin tahunan Komisi Kepemudaan sebagai wadah untuk menjaring kebersamaan dan komunikasi antarorang muda Katolik bersama dengan SKP masing-masing paroki.
Sebanyak 19 paroki dari total 23 paroki telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan ini. Beberapa paroki berhalangan hadir tidak menyurutkan semangat dan kebersamaan antara panitia dengan peserta pleno.
Kegiatan ini diawali dengan TOT Medsos yang dibawakan oleh Regina Dori dan Kanzha Mokoginta. Mereka menjelaskan bagaimana fenomena penggunaan media sosial untuk menjaring pelbagai kalangan, tak terkecuali Gereja Katolik. Nyatanya, Gereja pun ditantang untuk eksis dalam fenomena semacam ini demi menjangkau semua kalangan, terutama mereka yang membutuhkan pelbagai macam informasi seputar iman.
Lanjut ke sesi berikutnya, RD. Antonius Haryanto selaku Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI mengajak seluruh elemen dalam konteks orang muda Katolik untuk mau menjadi penggerak yang aktif mewartakan iman. Seluruh peserta pleno menimba banyak informasi bagaimana spirit penggerak itu dijewantahkan dalam karya hidup orang beriman, tentu saja sebagai penggerak orang muda dan orang muda itu sendiri. Sesi ini ditutup dengan tanya jawab dari peserta pleno kepada narasumber.
Sharing OMK dari empat paroki di antaranya Kuasi Paroki Bunda Maria Ratu (Sukatani), Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (Kota Wisata), Paroki Katedral Beatae Mariae Virginis (Bogor), dan Paroki Santo Joseph (Sukabumi). Setiap paroki memaparkan kegiatan OMK selama 2017 dan program 2018 mendatang. Sesi sharing OMK dari empat paroki ini mengakhiri kegiatan di malam yang pertama.
Pada Minggu pagi, seluruh peserta pleno diajak untuk menikmati udara pagi di sekitar villa. Kegiatan diawali dengan senam bersama di lapangan yang dipimpin oleh Pilipus Kristian. Sarapan menjadi kegiatan yang tidak boleh terlewatkan setelah peserta melakukan senam pagi. Setelah senam, peserta dilarang mandi terlebih dahulu oleh panitia pleno. Mengapa? Karena seluruh peserta diajak untuk mengikuti kegiatan outdoor (fun games) setelah sarapan. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyelesaikan pelbagai macam rintangan dan tantangan di darat dan air. Mereka pun berhasil menjawab tantangan itu dengan baik.Semua tantangan yang disuguhkan brhasil diselesaikan semua peserta.
Namun, sebelum fun games, para peserta terlebih dahulu berkumpul di aula untuk mengikuti sesi bersama dengan RD. Robertus Ari Priyanto yang memaparkan evaluasi seputar Asian Youth Day. Tidak hanya sampai di situ, Romo Ari pun memaparkan program-program komisi kepemudaan mendatang, khususnya sepanjang 2018. Dengan cermat seluruh peserta pleno mencatat program-program komisi kepemudaan yang akan disesuaikan dengan program OMK masing-masing paroki.
Akhirnya, perayaan Ekaristi menutup seluruh rangkaian kegiatan Pleno Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor. RD. Robertus Ari Priyanto menjadi selebran utama, didampingi RD. Yustinus Joned Saputra (moderator OMK Dekanat Utara), RD. Bonifasius Heribertus Beke (moderator OMK Dekanat Selatan), dan RD. Antonius Haryanto (Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI). Dalam homilinya, Romo Joned berpesan agar menjadi penggerak yang mau menggerakkan seluruh tenaga, pikiran, dan hati untuk melayani sesama, khususnya orang muda.
Sebelum peserta pleno kembali ke paroki masing-masing tak lupa mereka menyantap makan siang yang telah disediakan oleh pengelola vila. Makan siang ini menjadi bekal dalam perjalanan yang sangat berguna mengingat kondisi lalu lintas kota Bogor dan sekitarnya menjadi sangat padat saat weekend. (KomKep)
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *