Marsudirini-Keuskupan : Konsolidasi OMK Dekanat Tengah telah digelar pada Sabtu (11/2) dan Minggu (12/2) di Komplek Sekolah Marsudrini, Telaga Kahuripan, Kabupaten Bogor. OMK Dekanat Tengah Keuskupan Bogor, mengambil tema Bangkit, karena ada melihat ada keprihatian dari berbagai pihak, tetapi didalam keprihatian ada harapan, harapan berarti saat ini bertindak dan bergerak, dan menjadi pelaku utama dalam melaksanakan reksa pastoral khususnya bagi OMK Dekanat Tengah. Kegiatan yang diprakarsai oleh Pastor Moderator OMK Dekanat Tengah RD Marselinus Wishnu Wardhana ini mengumpulkan sekitar 60 peserta yang terdiri dari para Seksi Kepemudaan, Pendamping OMK, Ketua OMK, dan OMK Aktif dari 9 Paroki yang ada di Dekanat Tengah Keuskupan Bogor.

“Harapannya tentu ada jejaring yang kuat diantara OMK Dekenat Tengah sehingga ke depan ada komunikasi yang baik mungkin dalam bentuk pertemuan rutin 3 bulanan. Semoga mereka juga dapat mengadakan kegiatan bersama setidaknya satu tahun sekali sesuai dengan Road Map Keuskupan Bogor, sebelum mereka dikatakan sebagai harapan gereja masa depan, lihatlah diri sendiri dulu, karena saat ini diri sendirilah harapan bagi OMK sebelum meletakan harapan itu pada OMK secara keseluruhan, bahkan berdiskusi dan membantu OMK bukan melulu tugas OMK sendiri, atau pendamping atau SKP, tetapi imam pun perlu berdiskusi bersama secara khusus tentang OMK, sebelum imam menaruh harapan pada orang muda katolik, setidaknya harapan saat ini ada pada imamnya sendiri apakah mau menjadi harapan bagi OMK di parokinya atau tidak. Karena OMK tetap perlu figure imam, Imam adalah teman bagi mereka (OMK), lalu secara perasaan, rasio, dinamika, dan pastoral setiap paroki berbeda-beda inilah yang harus selalu disharingkan bersama oleh imam dan juga oleh semua yang memberi perhatian kepada OMK. Selain itu, OMK itu peka terhadap siapa yang bisa mendampingi atau menjadi teman bagi mereka, siapapun pendampingnya janganlah surut dan putus asa mendampingi OMK, jangan karena prosedural pergantian DPP/DKP terutama SKP, lalu para pendamping yang sudah bertahun-tahun bersama OMK dikesampingkan, justru para pendamping inilah yang dapat terus menerus ada bersama OMK. OMK Paroki akan berkembang kuat apabila OMK di lingkungan dan di wilayah kuat dan hidup.” ujar Romo Marsel, sapaan akrab RD Marselinus Wishnu Wardhana.

Konsolidasi ini diisi dengan materi yang disampaikan oleh Romo Marsel berkaitan dengan OMK yang ada di dalam Road Map Keuskupan Bogor tahun 2016-2020. Road Map Keuskupan Bogor adalah buku panduan arahan dasar kebijakan pastoral selama 5 tahun.Selain itu, hadir juga Argasianus Wiguna sebagai Seksi Kepemudaan Paroki BMV Katedral Bogor. Ia berbagi mengenai pendampingan OMK yang tengah berjalan di Katedral. Salah satu agenda utama dari kegiatan ini adalah membentuk garis koordinasi yang jelas diantara OMK Dekanat Tengah dengan melakukan pemilihan koordinator OMK Dekanat Tengah. Kegiatan ini ditutup dengan outbond atau dinamika kelompok untuk memperkuat rasa persaudaraan para peserta. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi titik balik untuk OMK Dekanat Tengah yang selama ini mati suri,” pungkas Fransiska R Cecillia Ketua Panitia. (John/RD Marsel/Wibie)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

2 thoughts on ““REBORN” Konsolidasi OMK Dekanat Tengah Keuskupan Bogor

  • March 18, 2017 at 03:27
    Permalink

    Tetap semangat sebagai Harapan Gereja masa depan dan saat ini juga….

    Semoga senantiasa Lahir kembali dalam karya pelayanan…

    Salam OMK
    RDHJ

    Reply
  • March 18, 2017 at 03:28
    Permalink

    Tetap semangat sebagai Harapan Gereja masa depan dan saat ini juga….

    Semoga senantiasa Lahir kembali “REBORN” dalam karya pelayanan…

    Salam OMK
    RDHJ

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *