Gadog-Keuskupan : Hari itu Sabtu, 20 Mei 2017 berkumpul seluruh pengurus “Pengembangan Sosial Ekonomi” atau yang biasa disebut PSE se-Keuskupan Bogor. Acara bertempat di Mega Development, Pasir Muncang, Gadog. Acara berlangsung selama dua hari satu malam dan diikuti oleh 21 dari 22 paroki yang ada di Keuskupan Bogor. Acara ini juga dibantu oleh beberapa orang muda yang berkarya di Komisi Kateketik Keuskupan Bogor.

Acara diawali dengan ramah tamah, dilanjutkan dengan pembukaan dan Sesi I oleh RD Johannes Maria Ridwan Amo. Dalam Sesi I, RD Ridwan menyampaikan apa yang telah dilakukan oleh PSE Keuskupan di tahun 2015-2017, sekaligus pada sesi berjudul “Apa yang kamu cari?” ini RD Ridwan mengajak para peserta merefleksikan pertanyaan Yesus kepada dua murid dalam Injil Yohanes “apa yang kamu cari?”, apakah kehidupan kekal? Atau mencari yang lain? Pada sesi ini, diputarkan beberapa video yang menunjukkan betapa banyaknya orang miskin yang butuh pertolongan dan betapa pentingnya untuk tidak membuang-buang makanan dan menghargai apa yang ada. Sesi ditutup dengan gambar seorang Pastor yang sedang memeluk anak kecil yang tertidur. Melalui gambar tersebut RD Ridwan mengingatkan pentingnya PSE menjadi tempat perlindungan dan bantuan bagi mereka yang berkekurangan.

Pada sesi ke II para peserta diajak oleh Pak Peter Suriadi, salah satu anggota Komisi PSE Keuskupan Bogor untuk belajar dari persembahan seorang janda miskin (Luk 21:1-4). Para peserta diajak untuk menghitung berapa jumlah persembahan yang diberikan oleh janda miskin itu jika dikonversi ke mata uang saat ini. Ternyata dari konversi tersebut didapatkan hasil bahwa janda miskin itu hanya mempunyai penghasilan kira-kira Rp 5.600 dan itu semua ia sumbangkan kepada Bait Allah. Melalui janda miskin ini para anggota PSE diharapkan dapat memberikan seutuhnya pelayanan mereka kepada umat Allah seperti apa yang dilakukan oleh Janda miskin dalam Injil

Pada sesi III dengan dituntun oleh pak Toni, salah satu anggota aktif Komisi PSE Keuskupan untuk melakukan evaluasi kerja selama satu tahun di paroki masing-masing. Tidak hanya evaluasi saja namun seluruh anggota PSE juga menyebutkan harapan dan rencana kerja yang akan dilakukan ke depannya. Acara hari pertama ditutup dengan doa Completorium.

Pada hari ke-2 para peserta mengikuti perayaan Ekaristi pagi yang dipimpin oleh RD Ridwan Ammo. Dalam homilinya, RD Ridwan mengingatkan para peserta bahwa semakin banyak menolong orang akan semakin banyak lagi yang datang minta tolong. Akan tetapi bagaimanapun para peserta diajak untuk setia menolong mereka yang datang dan minta bantuan. Acara kemudian dilanjutkan dengan belajar dari kesetiaan dan kehidupan Nabi Elia yang pernah mengalami cobaan dalam pelayanannya terhadap Allah. Lewat materi ini, pak Peter Suriadi mengajak para peserta untuk merenungkan pergulatan Nabi Elia dalam perjuangannya menegakkan cinta terhadap Allah.

Pada acara yang menjadi bagian akhir dari seluruh rangkaian acara, para peserta diajak untuk melihat sosok Petrus dan arti kata “Quo Vadis” serta pergulatan hidup dalam pelayanan kepada Tuhan. Acara ini dibawakan oleh sdr. Nikolas Wijaya dari Komkat Keuskupan Bogor. Acara diakhiri dengan kesimpulan akhir yang berisi tentang niat para anggota PSE untuk melayani lebih lagi. Kesimpulan akhir ditutup dengan kata-kata “Quo Vadis PSE? Mengikuti jejak salibMu, Quo Vadis PSE? Mewartakan cinta kasihMu, Quo Vadis PSE? MelayaniMu setia sampai akhir”. Setelah itu para peserta melakukan sesi foto-foto per dekenat dan paroki, lalu pulang dan membawa hal-hal baik untuk diterapkan di paroki masing-masing. (NW)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *