INJIL hari ini menunjukkan kepada kita bagaimana menanggapi campur tangan Allah dalam hidup ini. Maria melakukan sebuah perjalanan yang luar biasa ke Yudea melintasi bukit-bukit Galilea. Itu adalah perjalanan iman. Ungkapan “berangkat/bangkit/ bangun” merupakan kekhasan Lukas (bdk. Luk 2:34; 4:29.38). Orang harus meninggalkan segala bentuk kenyamanan dan harus bergerak maju. Bagi Lukas, “berangkat” berarti “bergerak maju” bersama dan untuk Allah. Bersama Allah, Maria dimungkinkan melintasi bukit-bukit Galilea menuju Yudea untuk bertemu dengan seseorang yang diberkati Allah. Sukacita mereka meluap karena tidak ada kepura-puraan di dalamnya. Mereka menerima peran yang diberikan Allah. Perlu diingat bahwa kepura-puraan sering membunuh persahabatan kita dalam komunitas.

Dalam komunitas Kristen, kita menjadi lebih gampang menerima segala sesuatu yang sudah ada di dalam keseharian kita. Kita lupa untuk berangkat dan menemui orang lain di sekitar kita yang telah dikunjungi Allah sekaligus belajar dari mereka. Prasangka-prasangka yang ada merupakan tembok yang mencegah kita untuk berbagi dengan sesama dari kelas sosial dan etnis yang lain. Kita tidak siap melakukan “pergerakan awal” dan berangkat seperti yang dilakukan Maria.

Sumber : Hidupkatolik.com

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *