Bogor-Keuskupan : Pada tanggal 11-13 Agustus 2017, Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Bogor menyelenggarakan retret Credit Union dengan tema “Menemukan Spiritualitas Ajaran Sosial Gereja di dalam Gerakan Credit Union”. Jumlah peserta yang hadir dalam retret Credit Union ada 40 orang dan itu terdiri dari berbagai CU yang ada di Keuskupan Bogor. Walaupun masih ada beberapa CU yang tidak mengirimkan pesertanya.

Retret CU dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Ridwan Amo. Acara kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dan setelah itu retret dibimbing oleh RD. F.A Teguh Santoso. RD. Teguh adalah Pastor Keuskupan Purwokerto yang saat ini berkarya di PSE KWI sebagai sekretaris PSE KWI. Beliau di dalam retretnya mengajak para pegiat CU untuk menemukan nilai-nilai apa saja yang ada di dalam Credit Union. Nilai-nilai yang ditemukan oleh para pegiat CU antara lain pelayanan, cinta, kasih, tanggungjawab, percaya, solidaritas,kepedulian, kebersamaan dan berkorban. RD. Teguh juga menekankan kepada para peserta retret bahwa kadang ada anggapan yang salah berkaitan dengan CU, bahwa CU memiliki anggota. CU sebenarnya tidak memiliki anggota, tetapi anggotalah yang memiliki CU. Kalau CU memiliki anggota maka anggota dilihat sebagai obyek. Anggota sebagai obyek bagi CU maka yang terjadi adalah CU bisa semaunya sendiri memperlakukan anggotanya. Kalau anggota memiliki CU berarti CU melihat anggota sebagai subyek, artinya bahwa anggota mempunyai peran penting di dalam CU itu sendiri.

Hari sabtu malamnya, retret dilanjutkan dengan sesi yang dibimbing oleh RD. Yohanes Driyanto sampai minggu siang. RD. Driyanto mengingatkan para peserta CU bahwa mereka adalah para aktivis CU tetapi sekaligus orang-orang Katolik. Oleh karena itu kita pun harus memiliki kekhasan dibandingkan dengan simpan pinjam yang ada. RD Driyanto juga menekankan bahwa sebagai aktivis CU harus bangga menjalani itu semua, oleh karena kita dipilih dan dimiliki Tuhan. Karena aktivis CU itu dipilih dan dimiliki Tuhan berarti kita dijadikan bisa untuk mengemban tugas-tugas yang ada. Selain dipilih dan dimiliki Tuhan, kita sebagai aktivis CU juga harus mengerti bahwa kita disayangi, dipilih, diberkati, dipecahkan dan pada akhirnya kita dibagikan. Ketika kita mampu merasakan sebagai orang yang dipilih, diberkati, dipecahkan dan dibagikan maka yang akan berdampak di dalam pelayanan CU terhadap anggota, sehingga orang yang datang ke CU pun merasakan bagaimana mereka disayangi dan dikasihi. Hal itu akan berdampak baik tentunya bagi perkembangan CU itu sendiri. (RD Greg)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *