Bogor – Keuskupan : Dalam rangka menyambut tahun baru 2016 serta untuk memperkuat toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Bogor, Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur bersama Walikota Bogor Bima Arya menggagas doa lintas iman di Taman Ekspresi Sempur Bogor, Jumat(1/1). “Toleransi dan kebersamaan itu perlu diperkuat melalui suatu aksi yang konkret dan Roh Kudus merupakan salah satu unsur penting untuk mendorong suatu aksi. Menurut saya roh tersebut bisa kita peroleh melalui doa bersama dan doa juga merupakan tindakan konkretIMG_20160101_104845 orang yang beragama,” ungkap Mgr. Paskalis. Doa lintas iman ini juga dihadiri Walikota Bogor Bima Arya, Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman, Ketua Basolia KH Jaenal Abidin bersama jajarannya, Sekda Kota Bogor, para lurah, dan perwakilan dari 6 agama yang diakui Negara.

Walikota Bogor Bima Arya dalam sambutannya mengungkapkan ketidakrelaannya terhadap presepsi masyarakat melalui beberapa lembaga survei mengecap Kota Bogor sebagai kota yang paling intoleransi terhadap kerukunan umat beragama. “Kota Bogor memilih untuk membuka tahun baru 2016 dengan doa lintas iman, peristiwa ini jelas secara konkret mematahkan presepsi masyarakat melalui beberapa lembaga survei yang akhir-akhir ini menyatakan Bogor sebagai kota paling intoleransi di Indonesia. Perbedaan adalah keniscayaan dan keberagaman adalah sebuah keharusan tapi ingat persatuan harus tetap diperjuangkan,“ tukas Bima Arya.

Kegiatan ini merupakan langkah awal dan suatu pembuktian bahwa Kota Bogor adalah kota yang toleransi khususnya dalam kerukunan umat beragama. Untuk melanjutkan hal tersebut, maka dalam kegiatan ini juga dibacakan ikrar bersama 6 agama yaitu, menjaga semangat toleransi dan persatuan dalam keberagaman, menguatkan kerukunan hidup beragama, mewujudkan aksi bersama untuk tumbuh dan berkembangnya kota multi etnis dan budaya yang beragam, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog dalam semangat kerjasama untuk terus berkontribusi di Kota Bogor.

IMG_20160101_105155Bapa Uskup berharap agar kedepan setelah kegiatan ini kelompok-kelompok umat beragama melalui para pemimpinnya dapat melakukan kerjasama yang konkret. “Tentu saya berharap agar kelompok agama-agama di Bogor dapat mengembangkan kerjasama yang terus-menerus melalui wadah Basolia dalam bidang sosial kemasyarakatan. Tindakan konkretnya seperti menolong orang-orang miskin, menjaga alam semesta, dan mendukung juga program pemerintah untuk kepentingan bersama,” tutur Mgr. Paskalis.

Sekjen Basolia Arifin Himawan juga mengungkapkan terimakasihnya kepada Bapa Uskup Bogor dan Walikota Bogor Bima Arya yang telah menggagas kegiatan doa lintas iman untuk menyambut tahun baru 2016. Doa bersama ini dimulai pukul 09.30 wib dan dibuka dengan nyanyian Lagu Indonesia Raya serta lagu-lagu perjuangan yang dibawakan oleh paduan suara Laudation dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Sukasari Bogor. Diakhir sebagai simbol toleransi dan kebebasan para tokoh agama dan pemerintah melepaskan burung.

(Aloisius Johnsis)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *