Tahbisan Presbyterat Diakon Eugenius de Jesu CSE

IMG20160406175619 Pada 6 April 2016, Bapa Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur berkenan menahbiskan Diakon Eugene CSE menjadi Imam. Perayaan Ekaristi Tahbisan Presbyterat diadakan di Kapela Santa Maria Bunda Karmel, Cikanyere pada pukul 16.30 WIB. Bapa Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur sebagai selebran utama dalam Perayaan Ekaristi yang didampingi oleh konselebran RP. Sergius Paulus CSE, RP. Valentinus Maria CSE dan pelayan umum CSE RP. Yohanes Indrakusuma CSE. Tahbisan Imam pada sore hari itu dihadiri pula oleh sekitar 40 Imam dari CSE, Diosesan Bogor, Diosesan Bandung, OFM, Er. Dios dan tentu saja dihadiri pula oleh para suster, bruder, frater dan umat awam.

Dalam homili, Bapa Uskup menyampaikan bahwa Imam bukan hidup menurut kesukaannya sendiri. Imam adalah orang yang ditahbiskan, orang yang dikhususkan oleh Tuhan. Tahbisan adalah sakramen yang olehnya perutusan yang dilakukan oleh Kristus kepada rasul-rasul-Nya diteruskan oleh Gereja sampai akhir zaman. Oleh sebab itu, Sakramen Imamat adalah sakramen pelayanan apostolik. Keuskupan berterima kasih kepada CSE karena membuat perutusan Kristus menjadi nyata, meneruskan amanat Kristus dalam Gereja kita untuk mengutus orang-orang yang dipersiapkan secara istimewa melalui tahbisan ini. Peristiwa tahbisan membuat imam itu bergabung dalam persekutuan dengan Uskup, para imam, pimpinan tarekatnya. Roh Kuduslah yang mempersatukan Imam dalam persekutuan dengan Gereja. Imam itu dikhususkan, diangkat oleh Allah untuk melakukan pelayanan dalam Gereja. Oleh sebab itu Imam harus memperkenalkan dirinya sebagai orang pilihan Allah dengan tujuan untuk mengingatkan akan identitas diri bahwa saya adalah orang yang dipilih oleh Tuhan. Maka Romo Eugenius CSE harus memperkenalkan dirinya sebagai pilihan Tuhan. Kemudian, perutusan hendaknya menjadi bagian dalam diri Imam. Imam diutus untuk memberitakan Kabar Baik, mengajarkan hal-hal yang baik, menggembalakan domba-domba-Nya. Penggembalaan itu hendaknya dilaksanakan dengan sukarela. Imam diutus untuk menjadi gembala umat Allah dimana pun dia diutus. Imam juga harus dekat dengan Tuhan, senantiasa berjumpa dengan Tuhan dalam doa-doa dan adorasi abadi. Hiduplah dalam psikologi kebangkitan yakni kebangkitan Kristus yang membuat Imam senantiasa bersukacita melakukan pelayanan apapun tantangan dan kesulitannya untuk mewartakan Kristus. Dalam sambutan, Romo Yohanes Indrakusuma CSE memberikan pesan kepada neomis bahwa tahbisan Imam merupakan awal dari perjalanan panjang Romo Eugene CSE maka senantiasalah mohon doa kepada Tuhan.

Romo Eugene CSE selanjutnya akan bertugas memperkuat panggilan bersama para Imam, suster dan frater di Lembah Karmel, Cikanyere. Proficiat.

 

Fr. Jeremias Uskono

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *