Bogor-Keuskupan : Dalam Ensiklik ini Paus Fransiskus ingin membangun, mendorong, bahkan menghentak dunia teristimewa umat Katolik untuk kembali ke fitrah yakni mencintai sesama makhluk hidup di bumi tercinta ini.

LAUDATO SI
IMG_0072Hari yang cerah,pada hari Minggu, 10 Juli 2016, Paroki Santa Maria Para Malaikat Cipanas mengadakan seminar ekologi sehabis misa pagi di aula gereja Cipanas. Acara yang diselenggarakan oleh tim PSE Paroki, seksi ekologi dan ini adalah lanjutan dari acara Hari Bumi pada 4 Juni 2016 dalam bentuk bersih-bersih sungai dan memungut sampah yang melibatkan umat Katolik berserta masyarakat dari beberapa desa yang peduli akan kondisi alam terutama daerah Cipanas, dan akan masih berlanjut beberapa acara atau aksi sebagai bentuk kepedulian kita terhadap bumi ini sampai Hari Pangan Sedunia pada bulan Oktober nanti. Setelah registrasi peserta menikmati snack dan minuman yang telah disediakan panitia, lalu mulai memasuki aula karena acara akan dimulai. Peserta seminar ini adalah dari utusan-utusan lingkungan dan beberapa kategorial bidang yang berjumlah sekitar 60 orang. Tepat pukul 10.00 WIB acara dimulai dengan pembawa acara yaitu ibu Tika kemudian dibuka dengan Doa pembuka oleh Sr. Grece. KYM, lalu dilanjut sambutan dari Wakil Ketua DPP yaitu Bpk. Heru, dalam sambutannya beliau mengungkapkan perlunya kita mengenal dan lebih dekat dengan alam, serta ucapan terimakasih kepada Romo serta PSE yang telah menyiapkan acara seminar ini, dan juga kepada semua pihak.
Pada sesi pertama, dengan nara sumber RM. Martin Harun, OFM dan di moderator oleh Bpk. Joko yang mengulas buku ensilik: “LAUDATO SI” yang berarti TERPUJILAH ENGKAU, TUHANKU dari Paus Fransiskus. Bahkan Rm. Martin, OFM jugalah yang telah menerjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Dalam Ensiklik ini Paus Fransiskus ingin membangun, mendorong, bahkan menghentak dunia teristimewa umat Katolik untuk kembali ke fitrah yakni mencintai sesama makhluk hidup di bumi tercinta ini karena bumi sebagai rumah bersama telah telah rusak dan saudara-saudari kita sebumi sekarang menjerit karena kesakitan, kematian dan penyalagunaan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.
Ensiklik yang dikeluarkan Paus Fransiskus dalam salah satu bab nya, memberikan contoh langkah-langkah konkrit seperti mulai dari diri sendiri yaitu: dengan merubah pola pikir kita yang selama ini salah terhadap perlakuan alam yaitu dengan pengelolaan sampah yang bijak, penghematan listrik, menghilangkan gaya hidup yang konsumerisme, pembelian barang secara bijak, memberlakukan mahkluk hidup lain dengan baik dan masih banyak lagi. Namun semua aksi diatas perlu didasari pertobatan ekologis karena dengan pertobatan kita mengakui segala kesalahan, kelalaian dan berubah dari dalam lubuk hati, sehingga dengan dorongan batiniah akan memberi semangat dalam aksi mencintai alam ini.
Berkebun Organik
Sehabis pemaparan, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab seputar Ensiklik ini sampai jam 12.00 WIB. Setelah makan siang, acara dilanjut sesi kedua tentang aksi nyata bentuk kepedulian kita kepada alam dalam bentuk berkebun organik dengan nara sumber Rm. Yulianus Agus CP yang merupakan seksi biro ekologi PSE Keuskupan Bogor. Romo menjelaskan bahwa kita sebagai manusia tinggal dibumi tidak sendiri, dan ada komunitas-komunitas lain yang berperan masing-masing untuk menjaga kehidupan dibumi ini, mereka adalah 11 saudara sebumi yaitu tanah, air, udara, sinar matahari, serangga/hewan, mikroorganisme tanah, cacing, tanaman, gulma, hewan dan manusia sebagai anak sulung dan selama ini kita belum mengenal mereka sehingga kita tidak menghargai dan memberlakukan mereka seenaknya, padahal salah satu unsur saja ada yang terganggu maka akan berpengaruh terhadap unsur lain dan akan merugikan kehidupan terutama manusia sendiri. Tapi bila kita memberlakukan mereka secara baik maka mereka akan saling berdampingan dan akan memberikan hal-hal yang luar biasa seperti kesehatan dan kehidupan yang indah. Kemudian Rm. Yulius CP menyampaikan tehnik-tehnik berkebun organik seperti mulai dari persiapan pemetaan, pembuatan bedeng, penanaman rumput, dan pembuatan mol tape dan mol/EM4.
Setelah penyampaian dari Rm. Yulius CP selesai, acara dilanjut sesi tanya jawab. Banyak peserta yang antusias sehingga bergantian bertanya satu persatu kepada Rm. Yulius CP juga kepada Rm. Martin OFM. Tak terasa waktu sudah sore, maka acara dilanjut dengan ucapan terimakasih oleh Rm. Dion OFM kepada Rm. Yulius CP dan RM. Martin OFM yang bersedia menjadi narasumber dalam acara seminar ini, dan acara pun ditutup dengan doa Penutup oleh Sr. Marieta PIC.( teguh & ameo )

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *