Sukacita Bersama Keluarga Kudus : Pesta Hari Keluarga Kudus Nazaret (HKKN) Se-Keuskupan Bogor

Para imam dalam HKKN 2019 borsama perwakilan keluarga. (Foto : RD David)

Depok – keuskupanbogor.org : Bahagia itu bermula dari keluarga. Demikianlah RD Paulus Haruna (Vikjen Keuskupan Bogor) menegaskan dalam homili Misa Hari Keluarga Kudus Nazaret di Gedung Yohanes Paulus II, Paroki Santo Paulus (6/01/2018). Sekitar 600-an orang umat dari seluruh Paroki di Keuskupan Bogor hadir  dalam perayaan tahunan yang menjadi agenda Komisi Keluarga ini. Ekaristi Kudus dipersembahkan oleh Romo Vikjen RD Paulus Haruna dengan konselebran : Romo Ketua Komisi Keluarga RD Alfonsus Sutarno, Romo Wakil Ketua Komkel RD Bonifasius Budiman, Pastor Paroki St. Paulus RP Alferinus Gregorius Pontus OFM, Romo Servalus Alfons Suhadi OFM yang berulangtahun Imamat ke-50 tahun, dan Ketua Komsos Keuskupan Bogor RD David Lerebulan. Paduan suara Misa dipersembahkan oleh anak anak dari Sekolah Maria – Sukatani.

Tarian Ibu dan anak berkebutuhan khusus memukau hadirin. (Foto : RD David)

Acara pesta HKKN meriah dan sungguh merakyat. Diawali dengan marching band Gita Mardiyuana Depok menyambut para tamu, kemudian perarakan dengan tarian mengawali Ekaristi, Ekaristi Kudus, dan acara hiburan dari berbagai kelompok dan perwakilan paroki serta talkshow yang dibawakan oleh Romo Alfonsus Sutarno & psikolog keluarga Ani Fegda. Salah satu pengisi acara adalah atraksi tarian ibu dan anak berkebutuhan khusus yang memukau seluruh hadirin.

Pesan penting Bapa Uskup disampaikan oleh Romo Vikjen, bahwa Gereja dibangun dari keluarga yang bahagia. Keluarga adalah yang utama, pertama dan tak terganti. Sekolah & lingkungan adalah pendukung saja. Keluarga menjadi sangat penting karena semua dimulai dari keluarga untuk membentuk insan yang utama, kuat & mandiri. Meneladan keluarga kudus Nazaret menjadi acuan bagi anggota keluarga untuk tumbuh bersama. Bapak meneladan Bapa Yusuf, Ibu meneladan Bunda Maria yang mewarnai iman keluarga, anak-anak taat kepada orangtua. Keluarga yang bahagia akan berdampak bagi lingkungan, paroki dan keuksupan serta bagi bangsa dan negara Indonesia.

Sejalan dengan kotbah Romo Vikjen, acara talkshow pun menyampaikan pesan keluarga yang mendalam. Mendidik & membesarkan anak dengan penuh kasih serta menjadi orangtua yang menjalankan peran dengan tepat dalam kerangka membangun keluarga yang bahagia meneladan keluarga kudus. Tidak dipungkiri bahwa masing masing keluarga menghadapi tantangan yang berbeda & mempunyai kunci masing masing. Peran terkoneksi dengan hubungan antar individu dalam keluarga. Peran ayah atau ibu terkoneksi dengan anak. Peran suami atau istri terkoneksi imbal balik. Peran jabatan ditempat kerja terkoneksi dgn pekerjaan. Konflik terjadi saat peran yang dibawakan tidak cocok dengan yang kita hadapi, misalnya peran sebagai atasan dibawa kerumah sebagai ayah. Ajakan untuk menerapkan peran yang tepat merupakan salah satu kunci menciptakan keluarga bahagia selain yang utama mengasihi anggota keluarga.

Umat memotret kue lang tahun imamat ke-50 Romo Alfons Suhardi. (Foto : RD David)

Dalam  HKKN ini pula secara istimewa diarayakan acara pemotongan kue ulang tahun imamat Romo Alfonsus Suhardi memasuki usia emasnya. “Saya merasa terharu dan tidak rela memotong kue ini”, papar beliau. “Kuenya ada gambar saya yang sungguh indah, mari naik dan lihat bila tidak percaya”, beliau menambahkan dan mengajak umat naik panggung.

Rangkai acara ditutup dengan makan siang dan hiburan-hiburan lainya. Semoga amanat luhur dari Allah untuk saling mengasihi menjadi daya dorong utama keluarga untuk selalu berjuang menjadi keluarga bahagia yang meneladan keluarga Kudus Nazaret.

Penulis : Yustina Wardhani / RD David (Ed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.