Surat Gembala Keuskupan Bogor (Oktober 2014)

Bogor, 2 Oktober 2014

Kepada Yang saya kasihi

Suami-istri katolik, Bapa-Ibu Keluarga katolik se-Keuskupan Bogor

Para Imam, Suster-suster dan Bruder-bruder se-Keuskupan Bogor

Saudara-saudariku OMK se-Keuskupan Bogor

Salam sejahtera dan salam “Magnificat anima mea Dominum” (Luk 1:46). Inilah salam khusus yang kami kembangkan, mengingat Bunda Maria merupakan bintang kejora yang menuntun kita menuju Yesus. “Per Mariam ad Christum” merupakan adagium yang menegaskan peran Bunda Maria dalam konteks hubungan kita dengan Yesus Kristus, puteraNya dan saudara sulung kita.

Kita memasuki bulan Oktober. Tradisi Gereja Katolik menempatkan bulan Oktober sebagai bulan khusus untuk membangun relasi anak-Ibu dipererat. Bulan Rosario merupakan nama berlatar devosional untuk bulan Oktober. Tetapi bulan Oktober tahun 2014 ini mempunyai makna khusus, sebab dalam bulan ini, Paus mengadakan Sinode Para Uskup yang membicarakan secara khusus peranan keluarga dalam misi-perutusan Gereja.

Dalam rangka menghiasi sharing dan doa rosario itulah, kami hendak membagi-bagikan “hadiah istimewa” untuk umat sekalian. Hadiah istimewa itu lahir dari ketidak-hadiran kami selama akhir bulan Agustus (25 Agustus -5 September 2014) dari Keuskupan dan selama bulan September (7September -28 September 2014). Kami pulang ke Paroki asal kami, Paroki Kerahiman Ilahi, Sok Rutung –Manggarai Barat, untuk merayakan pesta syukur atas tahbisan kami sebagai Uskup bersama keluarga asali kami. Selain itu, sejak 7 September sampai dengan 28 September, kami berada bersama “keluarga injili di Roma”. Ada Seminar berisi pembekalan khusus bagi para Uskup baru yang diangkat Paus Fransiskus.

Hadiah istimewa yang dimaksudkan disini ialah “Wejangan Paus Fransiskus” untuk para Uskup, termasuk Uskup Bogor, Uskup Bandung, Uskup Ketapang dan Uskup Tanjung Karang. Saya melampirkan wejangan ini di media komunikasi ini (klik di sini untuk mengakses artikel tentang wejangan tersebut), dengan maksud:
(1) Agar saudara-saudari sekalian mengetahui harapan Paus terhadap para Uskupnya;
(2) Umatku sekalian tahu membantu Uskupmu agar dia dapat menjalankan tugas panggilannya sesuai dengan harapan Gereja Universal.

Maka saya mengajak Bapak-Ibu, anak-anak, para imam, bruder, suster, muda-mudi untuk mengambil waktu sebentar membaca “wejangan Paus Fransiskus” ini. Kalian semua diundang untuk memberikan komentar serta mengembangkan gagasan baru yang brilian untuk mengimplementasikan hal-hal menarik dari Wejangan ini. Sembari berguyub melaksanakan doa rosario selama bulan Oktober ini, bacalah teks Wejangan ini pula. Niscaya Anda akan tergerak hati untuk saling mendoakan, saling meneguhkan serta secara istimewa berdoa untuk Paus, Uskup dan Keluarga-keluarga.

Salam dan doaku.

Uskupmu Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *