Surat Gembala untuk Menghormati Bunda Maria: Bulan Maria – Bulan Mei

“MAGNIFICAT ANIMA MEA DOMINUM”

(Jiwaku Memuliakan Tuhan)

Luk 1:46!

Keluarga-keluarga, OMK, Anak Remaja, Para Lansia se-Keuskupan Bogor!

Pace e gioia, Peace and Joy, Damai dan Sukacita!

Tanpa terasa kita telah memasuki bulan Maria. Gereja Katolik secara istimewa menarik perhatian umatnya untuk berguru kepada Bunda Maria, Bunda Tuhan kita Yesus Kristus dan Bunda kita. Memang ada banyak percikan-percikan sinar keutamaan hidup yang terpancar dari Sang Bunda, yang setia mendampingi sang Anaknya hingga disalibkan di Golgota. Salah satu percikan sinar keutamaan hidup yang saya pelajari dan amini dari Bunda Maria ialah roh sukacitanya dalam kesederhanaan. Dia menemukan sumber kegembiraannya dalam Tuhan Allahnya.

Saudara-saudariku! Saya hendak menyertai Anda sekalian secara spiritual selama masa penuh rahmat ini. Penyertaan saya itu berupa surat sapaan, “Mari kita bersama Bunda Maria melantunkan kidung: Magnificat Anima Mea Dominum”. Magnificat atau Kidung ini adalah nyanyian seorang Bunda Maria yang dilantunkannya karena Allah telah, sedang dan terus menerus melaksanakan karya agung keselamatanNya. Karya agung Allah itu dirasakan dan dialami oleh Bunda Maria sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas orang Israel yang diselamatkan Tuhan. Sang Bunda melihat dan mengalami bahwa Allah menyelamatkan bangsanya (bdk. “Menurut janjiNya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hambanya. Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya” (Luk 1:54-55)).

Saudara-saudariku! Karya agung Allah itu tidak pernah berhenti. Allah terus menerus menyatakan kasihnya kepada kita dan dunia ini. Dia tidak pernah meninggalkan kita; Dia tidak pernah membiarkan kita hidup sendirian. Kita baru merayakan Paskah yang agung. Perayaan itu memproklamirkan karya agung Tuhan yang membangkitkan PutraNya, Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah warta Paskah yang kita beritakan dengan sukacita. Halleluya….

Beberapa kegiatan gerejani digelar pada masa Bulan Maria. Beberapa aksi bersama sudah menjadi tradisi yang sehat dalam Gereja Katolik seperti berdoa Rosario yang diadakan di lingkungan, wilayah, dan keluarga. Ada pula ziarah mengunjungi gua-gua Maria. Kunjungan ke gereja-gereja untuk berdoa dilaksanakan. Semuanya ini merupakan sarana untuk melaksanakan hidup dalam ketaatan, keimanan dan berpengharapan seperti Bunda Maria.

Kami mendukung segala kegiatan yang berkenaan dengan penghormatan terhadap Bunda Maria. Kami mendorong agar penghormatan itu dilaksanakan juga bersama-sama. Persekutuan yang berdoa sungguh-sungguh menunjukkan dimensi “encountership” antara Tuhan Allah dan makhluk ciptaanNya.

Dalam kesempatan berdoa Rosario bersama, ziarah bersama, perlu dihembuskan udara baru, cara baru dan isi yang kreatif. Hendaklah disharekan atau dituturkan mengenai keagungan Tuhan yang pernah saudara-saudari alami dalam lintasan sejarah hidupmu. Ikutilah jejak pemazmur ini (lih. Mzm 77(76):12: ”Aku ingat akan perbuatan-perbuatan Tuhan; aku mengenang karyaNya yang agung dari dahulu”). Batasi peristiwa-peristiwa itu. Ambillah 5 peristiwa yang Anda alami dan meyakinkan Anda bahwa Allah itu hidup, Dia sedang berkarya dalam diri anda dan orang lain. Jadikanlah 5 peristiwa itu sebagai tema refleksi dan tema sharing anda. Sharekan peristiwa-peristiwa itu dan akhirilah sharing itu senantiasa dengan doa pujian dan doa syukur. Kalau anda mau sharingkan pengalaman akan keagungan karya Tuhan kepada kami, Uskupmu, Anda bisa mengirimkannya ke alamat email ini: pbrunosofm@gmail.com.

Dengan menyadari kebaikan Tuhan dan keagunganNya, kita patut memujiNya dalam gita kehidupan serta melakukan perbuatan-perbuatan cinta kasih. Bersama Bunda Maria, kita bisa berkidung: “Magnificat Anima Mea Dominum”.

Selamat berdoa-rosario dan berziarah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.