Nama Pelindung : Santo Yoseph
Buku : Sejak tahun 1927
Sebelumnya di katedral Bogor
Alamat : Jl. Suryakencana Nomor 11 Sukabumi 43114
Telepon/Fax. (0266) 224574, 210556 Fax. (0266) 224574
Romo Paroki : RD. P. Jimmy J. Rampengan

Kota Sukabumi terletak pada ketinggian sekitar 650 M diatas permukaan laut, dengan suhu berkisar antara 20o – 30o Celcius , menjadikan Paroki dengan populasi ± 4.000 jiwa ini bersuasana sejuk, karena letak geografisnya berada di sebelah utara yang berbatasan dengan gunung Gede-Pangrango, sebelah selatan ber-batasan dengan laut Samudera Indonesia, sebelah timur berbatasan dengan Paroki Cianjur dan sebelah Barat berbatsan daengan Paroki Cibadak.

Bila disimak dari sejarah perkembangannya , Paroki Sukabumi terbagi atas 3 masa/zaman, yaitu zaman pemerintahan Hindia Belanda, zaman Pendudukan Militer Jepang dan zaman Kemerdekaan Republik Indonesai hingga kini.

Jaman Pemerintahan Hindia Belanda

Pada tanggal 10 September 1889 Alfred Pierre Yean Eugine Auguste, seorang bayi lahir pada tanggal 30 Agustus 1889, merupakan orang pertama yang di baptis di gereja ini oleh Romo MYD. Claessens Pr. Peristiwa tersebut merupakan tonggak awal berdirinya gereja Katolik St. Joseph Sukabumi

Tanggal 27 Desember 1940 Yeanete Fanny adalah orang ke 754 yang dibaptis di gereja St Joseph Sukabumi oleh Romo Yurebbe SJ., sehingga dapat di bayangkan dalam kurun waktu ± 51 tahun baru 754 orang yang dibaptis secara Katolik di Paroki di mana hampir seluruhnya orang Eropa (Belanda).

Dari tahun 1889 sampai dengan Oktober 1941 Paroki Sukabumi di bawah asuhan penggembalaan ordo Sarekat Jesuit, termasuk wilayah gerejawi Jakarta/Batavia, dan sejak 1941 dalam kedudukan sementara sebagai Prefectur Apostolik Sukabumi.

Zaman Pemerintahan Pendudukan Militer Jepang

Dalam dokumen sakramen baptis, orang pribumi Indonesia pertama dibaptis di Paroki ini ialah Donatus Martaji oleh Romo N. Geise OFM pada tanggal 3 Maret 1942. Kemudian berturut-turut Suzzana Maria tanggal 27 September 1943 oleh Romo N. Geise OFM dan Yohan Frederik Hendrik, tanggal 26 Oktoer 1943 oleh Romo Soemarno, SJ.

Pada Pendudukan Jepang itulah para Pator missionaries berkewarganegaraan Belanda di masukkan ke kamp tawanan oleh militer Jepang.

Zaman Kemerdekaan Republik Indonesia

Pada masa perang revolusi kemerdekaaan Republik Indonesia tahun 1945 – 1948, Jawa Barat menyatakan dirinya sebagai Negara Pasundan (Reconba) di bawah naungan RIS yang di bentuk Belanda. Paroki Sukabumi kembali digembalakan oleh para Pater ordo OFM., antara lain: Pater Ariaans, Ofm.,. Pater Th. S. Hadiatmadja, Ofm., Pater Soejitno, Ofm., Pater Isamael, Ofm., dan Pater P. Teepe, Ofm.

Pada masa RIS Pater N. Geise, OFM., dan kawan-kawannya mendirikan yayasan Mardi Yuana dalam bentuk SGA Mardi Yuana dan SMA Mardi Yuana di sukabumi berdasarkan orientasi dan pengesahan administrasi dari pemerintah Republik Indonesia di Jogyakarta.

Pada tanggal 9 Desember 1948, Konggre-gasi Propaganda Fide secara definitive me-netapkan lahirnya Prefectur Apostolik Sukabumi dan mengangkat pater N. Geise, OFM., sebagai pimpinannya pada tanggal 17 Desember 1948 dengan wilayah:
· Eks. Keresidenan Bogor: Sukabumi, Cianjur, Pacet, Cipanas, Sindanglaya (kecualai Kodya Bogor).
· Eks.Keresidenan Banten: Rangkas-bitung, Serang, Labuhan.

Kehadiran Gereja Katolik di tengah-tengah masyarakat Sukabumi ditandai oleh persekolahan-persekolahan, yang dikelola oleh Yayasan Mardi Yuana, Yayasan Yatna Yuana, para suster OSU, SFS, dan para Bruder Budi Mulia (bahkan dulu para Suster YMY juga berkarya disini). Prinsip Mgr. Geise OFM, bahwa sekolah bukanlah saran untuk “membaptis” orang menjadi Katolik, tetapi di pegang teguh. Sekolah adalah bukti kepedulian Gereja terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang bermutu. Bukti pengamalan ajaran cinta kasih yang diyakininya.

Pada tahun 1969, Prefektur Apostolik Sukabumi ditingkatkan menjadi Keuskupan Bogor. Tanggal 16 Oktober 1961 Pater N. Geise, Ofm., diangkat menjadi Uskup Bogor yang pertama dan ditahbiskan pada tanggal 6 Januari 1962.

Stasi-Stasi di bawah Paroki St. Joseph Sukabumi

Terdapat 4 stasi dibawah pembinaan Paroki St. Joseph ini, yaitu:
1) Stasi Pelabuhan Ratu , dimulai sekitar tahun 1974/1975, dengan jumlah umat ± 100 jiwa dengan perayaan ekaristi setiap Minggu kedua. Letak kapel di ruas jalan utama antara Pelabuhan Ratu dengan Hotel Samudra Beach, di mana pada saat ini bangunannya sedang dalam proses di rehabilitasi.
2) Stasi Cikembar , dimulai pada tahun 1971 dengan jumlah umat ± 70 jiwa (13 KK) di mana perayaan ekaristi diadakan dirumah umat dan saat ini belum memiliki kapel.
3) Stasi Cikaso – Waluran Ciemas terletak ± 80 – 120 KM di selatan Sukabumi, dengan jumlah umat ± 30 jiwa di mana pada awalnya dimulai tahun 1950 di perkebunan Cikaso, kemudian dengan perkembangan umat, maka secara bergiliran antar umat Cikaso, Waluran atau Ciemas perayaan ekaristi diselenggarakan pada Minggu keempat setiap bulan di rumah umat, karena, belum memiliki kapel.
4) Stasi Cikotok, dimulai tahun 1958/1959 sd. Sekitar tahun 1978. jumlah umat ini ± 16 KK. Perayaan ekaristi di selenggarakan pada Minggu kedua setiap bulan. Memiliki kapel sendiri dan pelayanan pastoral untuk saat ini ditangani oleh pastor dari Paroki Rakasbitung.

Perkembangan Gereja Katolik Sukabumi

Bangunan gereja dan pastoran pada awalnya th. 1896 didirikan oleh Pater MYD Claessens, Pr. Di Jl. Cipelang Gede no. 33-35, 35-37 (sekarang gedung Bank Jabar, Jl. A. Yani) dengan daya tampung maksimal 100 orang, sementara pastoran sendiri terletak di Jl. Selabatu atau lokasi gereja saat ini (Jl. Suryakencana No. 11 Sukabumi).

Perkembangan umat yang cukup pesat, menuntut tempat ibadah yang lebih luas. Maka gedung gereja lama di jual dan dipergunakan untuk membangun gereja baru di lokasi pastoran dan pastoran di pindah ke Jl. RE. Martadinata No. 52 (saat ini dipergunakan kantor Pusat Yayasan Mardi Yuana dan DKPKB). Proyek pembangunan selesai tahun 1964 di bawah pangawasan anemer Achmad Diredja dan diberkati oleh Mgr. N. Geise OFM.

Tahun 1990 pastoran dipindahkan menjadi satu ke dalam gereja di Jalan Suryakencana, yang diberkati pada tanggal 28 Oktober 1990 oleh Mgr. Harsono, Pr. Pada tahun 1993 bangunan gereja di renovasi dan diberkati oleh Mgr. Ign. Harsono pada tahun 1994.

Sekitar tahun 1967 wilayah kerja paroki St. Joseph khusus kotamadya Sukabumi terbagi atas 4 wilayah: yaitu Wilayah Sukabumi Utara, Wilayah Sukabumi Selatan, Wilayah Sukabumi Timur, Wilayah Sukabumi Barat. Masing-masing wilayah memiliki 7 lingkungan. Tetapi sekitar tahun 1970 nama wilayah kerja paroki khusus kotamadya diganti menjadi: Wilayah Matius, Wilayah Markus, Wilayah Lukas, Wilayah Yohanes.

Pada tahun 1990 wilayah Markus dipecah menjadi dua yaitu Wilayah Markus dan Wilayah Petrus karena perkembangan jumlah umat dan pemekaran wilayah. Dengan demikian paroki Sukabumi saat ini memiliki 5 wilayah.

Para Pastur yang pernah
Bertugas dan suster yang membaptis
Umat Paroki St. Yoseph Sukabumi periode 1889-1947

MYD. Claessens, Pr. BG Schweitz, RPN. Visjer, Jos Tieneken, RPH. Schader, RPW. Hellings, AH. Nolthenius de Man, WST. Heuvel, SJ., ES. Luijpen, A. Kortenhorst, SJ., PM. Timmers, JJ.V. Rijkevorsel, SJ., HF. Loijmans, L. Sondaal, J. van Driel, LW. Jennisjens, P. Mathisjen, J.v. d. Loo, HA. Sterneberg, H. Geustjes, MSC., A. Ysjeldijk, SJ., TH. Madlener, SJ., J. Sevink, SJ., JJ. Hoevenaars, SJ., J. Kremer, FT. Feeradekoes, MA. Kusters, SJ., CM. Lucas, SJ., J. Erftemeijer, SJ., Zs. Imelda, SL. Koch, SJ., A.v. Aernsbergen, SJ., A. Winkel, SJ., E. Wiegers, SJ.,Jurebbe, SJ., Zr. Anisia, MCM. Remmen, Ofm., A.v.d. Kun, Ofm., Mathilde Dirkens, JM. Postma, Ofm., HJJ. Vermeulen, Ofm., B. Soemarno, SJ., Mdr. Reinilda, Mere Andree, Osu., Zr. Augusta, Henriette Liem, MJ. Fleuran v Beek, Zr. Salvator, Zr. Godefrida, John Moningka, Pr., Mdr. Hedwig, Eus. Samco, Pr., P. Th. S. Hadiatmadja, Ofm., P. Soejitno, Ofm., J. Kuypers, SCJ., M. Ismail, Ofm., P. Teepe, Ofm., P. Maternus Koenings, O.Carm.

Para Pastur yang pernah dan masih bertugas di Paroki St. Joseph Sukabumi sejak tahun 1948-1998

Mgr. NCJ. Geisse, Ofm., CS, Tjiptokoesoemo, Teepe, Ofm., B. Peperzak, Ofm., Th. G.J. Ruijs, Ofm., M. Ismal Hardowardojo, Ofm., MAW. Brouwer, Ofm., AG. Jacobs, Ofm., J. Bosman, Oscr. Verbeeten, Oscr., W. Hoefstede, Ofm., E. Ryper, Ofm., A. Adikardjono, Pr., V.d. Berg, Ofm., A.F. Soetono W., Ofm., W. Kohler, Ofm., Van Meer, Ofm., C.v.d. Zwaan, Ofm., J. Demmers, Ofm., Ben Tentua, Ofm., Soetojo, Ofm., Bonaventura, Ofm., L. Bloemen, Ofm., M. sardi, Ofm., Y. Semiun, Ofm., P.R. Jehadan, Ofm., J. Koesnen, Ofm., Soejitno, Ofm., V.d. Laan, Ofm., V. Nonggur, Ofm., Mgr. Ign. Harsono, Pr., A. Brotowiratmo, Ofm., A. Sebatu, Ofm., B. Soedarto, Pr., V. Solekase, Pr., Simbul Gaib Pratolo, Pr., T. Suhardi, Pr., J. Hardjono, Pr., T. Sujoto, Pr., Markus Lukas, Pr., M. Suharsono, Pr., Thomas Saidi, Pr., St. C. Pudjiantoro, Pr., Y. Dwi Karyanto, Pr.

Jumlah umat Katolik paroki St. Joseph Sukabumi saat ini (1998) sekitar 4.000 jiwa. Terdiri atas berbagai Ras dan Suku, antara lain warga keturunan Tionghoa, suku Jawa, Batak, Flores, Minahasa, Maluku dan Sunda. Umat Katolik pendatang suku bangsa Jawa maupun dari luar Jawa pada umumnya berkarya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Beberapa diantaranya yang berasal dari Maluku terpanggil sebagai guru Inpres di daerah pedalaman kabupaten Sukabumi, sementara yang warga keturunan Tionghoa biasanya sebagai wiraswastawan atau karyawan perusahaan swasta. Tingkat pertumbuhan umat di paroki ini nampaknya lambat, antara lain di sebabkan oleh :
· Pembaptisan umat dari penduduk asli suku Sunda sangat sedikit.
· Kaum muda/remaja dan dewasa rata-rata melanjutkan pendidikan di luar Sukabumi dan memperoleh pekerjaan di luar Sukabumi.
· Umat yang berasal dari keluarga ABRI sering di alih tugaskan/mutasi ke luar Sukabumi.
· Umat yang berasal dari siswa Secapa POLRI masa tinggalnya untuk sementara, hanya selama masa pendidikan.

Pembentukan Dewan Paroki

Pada tahun 1948, pater N. Geise, OFM., membentuk Aksi Katolik di Paroki Sukabumi yang mengemban tugas layaknya Dewan Paroki saat ini. Pada tahun 1962, pater AG. Jacobs, OFM., memprakarsai pembentukan Dewan Paroki di Santo Joseph Sukabumi yang bertujuan untuk :
1. Menghimpun segenap potensi sumber daya umat paroki.
2. Membantu tugas karya pastor paroki.
3. Mengurus dan melaksanakan tugas pastoral ke dalam, berupa tugas sekitar altar dan bina umat dan tugas pastoral ke luar, berupa hubungan dengan masyarakat umum dan pemerintah.

Berbagai Kegiatan Paroki

Dalam setiap gerak langkahnya Dewan Paroki tidak mengabaikan kegiatan yang telah dilakukan para pendahulunya. Pada masa awal Orbam Dewan Paroki bersama Dewan Organisasi tetap yang menjalankan tugasnya sebagai pengambilan keputusan antara lain :
1. Behasil membantu membebaskan 3 orang warga umat katolik yang menjadi korban fitnah sebagai tapol ABRI.
2. Menempatkan Sdr. SA. Soelami, Th. Suhardi, J. Setiabudhi dalam LPKB (sekarang Bakom PKB) untuk membantu pengurusan penggantian nama WN Keturunan Tionghoa.

Sementara pada periode 1980 hingga saat ini Dewan Paroki lebih mengarahkan perannya dalam karya pembinaan iman umat warga paroki dan lebih memusatkan pada kegiatan gerejawi seputar altar, antara lain :
1. Menyusun perangkat Dewan Paroki sesuai dengan pedoman struktur organisasi Dewan Paroki Keuskupan Bogor.
2. Menyelenggarakan rekoleksi, penataran bagi para aktivis perangkat Dewan Paroki, Wilayah sampai tingkat lingkungan dan RT maupun bagi para lector/lektris.
3. Membentuk prodiakon untuk membantu tugas-tugas pastoral para pastor paroki (saat ini T. Soehardo, Th. Suhardi, Djamari, HC. Djamijo, AS. Damanik, Johan Sunarta, Freddy Winujaya, RD. Sudar-sono, Ilham S., Ag. Sunarto, BJ. Sudijo).
4. Pembina Putra Altar.
5. Pembinaan kelompok paduan suara antara lain: Santa Ceicilia, Sekolah-sekolah, Wilayah, Mudika, KKMK, WKRI., PD. Karismatik, Bina Iman/ Sekolah Minggu.
6. Pembinaan iman warga umat paroki dengan cara rekoleksi bagi kelompok pemandu dalam pendalaman iman, pendalaman iman di wilayah-wilayah serta pembentukan persekutuan doa (Legio Maria, Karismatik, Senakel, Taize).
7. Pelayanan Katekese yang ditangani oleh awam (BJ. Sudijo dan Johan Sunarta), suster
8. Ursulin dan SFS serta pastor untuk melayani para katekumen calon baptis dan siswa-siswa katolik di sekolah non katolik.
9. Bina iman (dikoordinir ibu Elly Suparto) dengan dukungan dari dr. Vera Yoyong, dr. Lena, dr. Meitiawati.
10. Bina Keluarga, menyelenggarakan kursus persiapan perkawinan ditangani AS. Damanik – Sr. Ignatin, OSU., dkk.
11. Menerbitkan majalah Gema Paroki dengan pembinaan Rm. Markus Lukas, Pr., dan pengasuh Herman Yosef Suryana, BI. Murtopo, AI. Sunu Dwi W., dkk namun saat ini terjadi kevakuman, karena masalah waktu pengasuh dan peran serta umat.
12. Pelayanan social – kariatif – ekonomis, bagi para umat ekonomi lemah, santunan dana papa secara rutin bulanan bagi umat paroki yang benar-benar membutuhkan, santunan dana kesehatan (konsultasi dokter katolik secara gratis dan bantuan penebusan resep), Rukun Kematian dan Koperasi.
13. Kerjasama antar gereja, Perayaan Natal bersama, Aksi Sosial Natal bersama.
14. Kerja sama dengan umat Islam.
15. Hubungan dengan Pemda Kodya dan Kabupaten Sukabumi tampaknya hanya hubungan sebatas instansional, hal ini bias dilihat dari
· Alotnya permohonan izin rehabilitasi gereja Pelabuhan Ratu, namun atas usaha yang tak kenal menyerah dari beberapa tokoh umat, seperti Hr. Bardono, dr. Vera Yoyong dll., akhirnya membuahkan hasil dengan terbitnya surat izin tersebut.
· Kasus penutupan dan pembongkaran makam TPU Gedongpanjang dimana makam Kristen-Katolik diharuskan pindah ke TPU Cikundul. Hal ini menimbulkan kecemburuan umat karena makam saudara dari umat lain yang berdampingan tidak di bongkar/dipindahkan. Tetapi atas perjuangan RM Agus Djojokoesoemo, H. Suprapto, Henk Jualim, T. Suhardjo dkk., serta dukungan Dewan Paroki Santo Joseph, keputusan Walikotamadya Sukabumi tersebut dibatalkan.
16. Dalam masa reformasi di saat kita sedang menghadapi krisis moneter, Dewan Paroki santo Joseph ikut serta melakukan aksi social membantu warga yang sangat membutuhkan. Dengan dibantu dana dari Aksi Puasa Keuskupan Bogor dan para dermawan Dewan Paroki yang bekerja sama dengan WKRI, KKMK, Yayasan-yayasan Pen-didikan Katolik, RT/RW setempat menyelenggarakan aksi: menghim-pun bahan pangan pokok dan membuka pasar murah terbatas bagi kalangan yang tidak/kurang mampu.
17. Membentuk Forum Komunikasi antar Umat Beragama Sukabumi yang dimotori oleh Henk Jualim, T. Suhardjo dan Al. Subandrio untuk mendampingi aktivis muda antara lain: Djoko Prajitno, Y. Sutardi, Handy, Didiek Saptadi, Herman Hamid dll.

Buah Karya Penuai

Sekalipun Paroki St. Joseph Sukabumi dalam perkembangannya boleh dikatakan lambat dalam jumlah pertambahan umat, namun hingga saat ini telah menyumbangkan beberapa orang putra-putri terbaiknya untuk menjadi Biarawan dan Biarawati yang berkarya sebagai penuai di lading Tuhan. Mereka itu antara lain:
Ø Pater Makmun Muchtar, OFM. (alm) Alumni SGA Mardi Yuana Sukabumi.
Ø Romo Putranto, SJ., Alumni SD Mardi Yuana 2 Sukabumi, putra keluarga Soelami, yang pernah memimpin Ordo Serikat Yesus di Indonesia.
Ø Frater Darius Darmawan Kuntara, OFM. Alumni SMA Mardi Yuana Sukabumi th 1992, putra keluarga Eddy Kuntara.
Ø Sr. Ancilla, SFS., yang kini berkarya di Biara SFS Jalan Bondongan, Bogor.
Ø Sr. Clementin, CB. Putri Kel. R. Brotosoehadjo.
Ø Sr. Francis Sunarjo OSU, yang berkarya di Biara Ursulin Providentia, Jl. Anggrek Bandung.
Ø Sr. Rosalina Suratno OSU, yang kini berkarya di Flores.
Ø Romo Agustinus Pr, Imam Praja Surabaya yang kini sedang studi lanjut di Roma.

Jadwal Perayaan Ekaristi

Gereja St. Joseph Sukabumi :
Ø Harian Pukul 06.00 WIB
Ø Jumat Pertama Pukul 11.00 WIB dan 17.30 WIB
Ø Sabtu Pukul 17.30 WIB
Ø Minggu Pukul 07.30 WIB
Pukul 17.30 WIB

Kapel Biara Ursulin :
Jalan Suryakencana Nomor 43
Sukabumi 43114
Telepon (0266) 221261
Jadwal Ekaristi : Harian : Pukul 05.30 WIB

Kapel Biara SFS :
Jalan Rumah Sakit Nomor 1
Sukabumi 43101
Telepon (0266) 221369
Jadwal Ekaristi : Harian : Pukul 05.30 WIB

Kapel Wisma Asisi :
Jadwal Ekaristi:
Jumat : Pukul 08.00 WIB

Stasi Cikembar :
Perumahan Mardi Yuana, Jl. Raya Cikembar
Jadwal Ekaristi : Minggu III Pukul 09.00 WIB

Stasi Cikaso/Cikaso :
Jadwal Ekaristi:
Minggu I : Pukul 12.00 WIB

Stasi Pelabuhan Ratu :
Jadwal Ekaristi:
Minggu II & IV : Pukul 09.00 WIB

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *