Temu UNIO : Imam-Imam Diosesan Butuh Penyegaran Spiritual, Relasional, Emosional dan Intelektual

Keseriusan para imam dalam Temu UNIO (Foto : Keuskupan Bogor)

Anyer, BANTEN : Pertemuan UNIO Keuskupan Bogor yang menjadi wadah persaudaraan para imam diosesan Bogor merupakan salah satu agenda pertemuan rutin yang diselenggarakan minimal tiga kali dalam satu tahun. Selain pertemuan UNIO masih ada satu wadah persaudaraan para imam di Keuskupan Bogor yaitu “Temu Imam” yang melibatkan seluruh imam yang berkarya di Keuskupan Bogor. Pertemuan para imam yang umumnya diselenggarakan selama dua hari satu malam menjadi wadah bagi para imam untuk saling meneguhkan panggilan imamat , persaudaraan dan karya pastoral. Pertemuan ini diisi dengan agenda edukasi dan rekreasi. Para frater yang sedang bertugas di paroki-paroki pun turut hadir dalam pertemuan ini. Semakin lengkap pertemuan ini karena Bapa Uskup pun senantiasa hadir dalam pertemuan para imam ini (baik Temu UNIO maupun Temu Imam).
Kali ini, pertemuan UNIO diselenggarakan di Anyer, Banten. Dalam pertemuan ini, Bapa Uskup Mgr. Paskalis hadir dan menyampaikan berita-berita serta agenda keuskupan kepada para imam. Selain memberikan wawasan dan pencerahan, pertemuan UNIO (dan Temu Imam) menjadi wadah bagi para pastor untuk seiring selangkah mengembangkan karya-karya dalam visi misi yang sama. Pertama-tama Bapa Uskup Mgr. Paskalis menyambut gembira atas terpilihnya Romo Tri Harsono (Vikjen Keuskupan Bogor) menjadi Uskup Purwokerto. “Seorang uskup lahir dari rahim Keuskupan Bogor”, demikianlah ungkapan Bapa Uskup, Mgr. Paskalis. Dalam kesempatan ini Mgr. Tri tidak bisa hadir dalam pertemuan UNIO karena ada berbagai hal yang sedang dipersiapkan beliau terkait pemilihan beliau sebagai Uskup Purwokerto. Dua agenda utama pertemuan UNIO kali ini adalah sosialisasi kegiatan keuskupan dalam waktu dekat yaitu pagelaran seni dan penggalangan dana pembangunan Rumah UNIO Keuskupan Bogor (1 September 2018) dan Temu UNIO Regio Jawa (18 – 21 September 2018).
Agenda kedua adalah mendengarkan “oleh-oleh” Romo Driyanto yang telah kembali ke Indonesia setelah menjalani masa penyegaran di Roma. Pada kesempatan ini Romo Driyanto mensharingkan kebahagiaan dan sukacitanya kepada para imam terkait perjalanannya tersebut. Layaknya sebuah smartphone yang diupgrade demikianlah Romo Driyanto menggambarkan pembaharuan hidup yang dialaminya selama tinggal beberapa bulan di Roma dengan istilah “Aggiornamento di Roma”. Kehidupan fisik, spiritual dan intelektualnya mendapatkan pembaharuan dan inilah yang disharingkan oleh Romo Driyanto kepada para rekan imam yang ditutupnya dengan ungkapan “Hidup itu penuh syukur” : sehat dalam iman, tambah mantap dalam harapan dan kian giat dalam kasih.
Pertemuan

Keceriaan saat para imam dan frater rekreasi bersama (Foto : Keuskupan Bogor)

UNIO dilengkapi dengan aneka kegiatan rekreasi yang dikemas oleh para frater diakon: bermain bola di pantai, gebuk bantal di kolam renang, berenang di pantai serta bermain bola pakai terong. Para imam dan frater larut dalam suasana penuh kekeluargaan dan sukacita. Di sinilah para imam sebagai sebuah koleagilitas mengalami kesegaran spirirtual, relasional, emosional dan intelektual. (RD. David Lerebulan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.