Jakarta-Keuskupan : Doa pembuka Sesi I dipimpin oleh RD.Stefanus Sri Haryono Putro (Ekonom Keuskupan Bogor) pada pukul 19.30. Pembahasan utama dalam sesi ini adalah “Perkenalan Keuskupan Agung Jakarta” yang dibawakan oleh RD. Samuel Pangestu (Vikaris Jendral KAJ) dan moderator RD. Vincentius Adi Prasojo (Sekretaris KAJ). Sesi I dibuka dengan perkenalan setiap delegasi dan anggota Dewan Karya Pastoral (DKP) KAJ. Pertama, setiap delegasi memperkenalkan para anggota Kuria, terutama anggota yang baru, mulai dari Keuskupan Bogor s.d. Keuskupan Purwokerto. Kedua, RD. Yustinus Ardianto, Direktur Pusat Pastoral SAMADI, menjelaskan dan memperkenalkan para anggota Dewan Karya Pastoral (DKP) KAJ yang hadir.

Sesudah perkenalan anggota DKP, RD. Yustinus Monang Damanik (Keuskupan Bogor) mempresentasikan notulensi Temu Uskup Regio Jawa (TURJ) Tahun 2016 yang diselenggarakan di Keuskupan Bogor. Secara lebih jelas, review notulensi tersebut dapat dilihat dalam lampiran presentasi. Poin-poin yang dimuat merupakan ringkasan pembahasan dari TURJ 2016.

Samuel Pangestu mengawali pemaparan materi “Perkenalan Keuskupan Agung Jakarta” dengan refleksi tradisi Palang Pintu dari kebudayaan Betawi yang menyambut perarakan TURJ 2017. Dari tradisi itu, RD. Samuel merefleksikan perjuangan pembangunan beberapa gereja di KAJ yang tidak mudah.Penjelasan materi dibagi RD. Samuel Pangestu dalam tiga (3) bagian: pemutaran video profil KAJ, penjelasan tentang KAJ oleh RD. Samuel, dan penjelasan Buku Pedoman (Code of Conduct) Para Imam di KAJ oleh RD. Stefanus Tommy Octora.

Penjelasan tentang KAJ memuat berbagai pembaruan dalam dinamika pastoral-evangelisasi KAJ: sejarah KAJ dan tanggung jawab seluruh umat untuk memikul sejarah, eklesiologi KAJ sebagai persekutuan yang dinamis dengan pastoral yang kreatif, logo KAJ yang memuat identitas dan harapan, bentuk organingram KAJ yang menyamping, dan spiritualitas Gembala Baik dan Murah Hati. RD. Samuel juga menjelaskan beberapa pembaruan: penggunaan sastra baru “Arah Dasar”, dimasukkannya Pancasila dalam Arah Dasar KAJ 2016-2020, Tahun Kemanusiaan 2017 “Amalkan Pancasila: Makin Adil Makin Beradab”, pengembangan paroki, dan perumusan berbagai Pedoman Pelayanan, serta kebijakan KAJ. Pengembangan yang sudah dan sedang dilakukan di KAJ adalah pengembangan Paroki yang dikoordinasi oleh Tim Karya Pengembangan Paroki (TKPP), Komisi HAAK, Tim FKUB, dan Paroki. Tiga program yang dilakukan: TABUT (Tabungan Umat), pembuatan peta KAJ 2017, dan pengolahan data BIDUK.

Pusat Pastoral SAMADI akan dikembangkan dengan berbadan hukum PGAK (Pengurus Gereja Amal Kasih). KAJ memililki dua tim karya, yaitu Tim Karya Parokial dan Tim Karya Kategorial. Dari peringatan 210 tahun Gereja KAJ bersama Dewan Paroki Harian di Paroki Kramat, RD. Samuel mengapresiasi kekuatan awam KAJ yang luar biasa. Dalam peringatan tersebut, KAJ menerbitkan buku profil paroki-paroki KAJ yang terdiri dari 8 jilid dan Pedoman Kebijakan KAJ. Di akhir pemaparan materi, RD. Samuel menjelaskan persiapan Temu Pastoral (TEPAS) KAJ yang akan diselenggarakan pada 5-8 Juni 2017 (Gelombang I), dan 12-15 Juni 2017 (Gelombang II).

Stefanus Tommy Octora melanjutkan pembahasan materi tentang Buku Pedoman Hidup dan Pelayanan (Code of Conduct) Para Imam di KAJ. Setiap tahun diadakan Introduksi Pastoral bagi para imam yang baru berkarya di KAJ, termasuk para imam diosesan. Introduksi berisi pengetahuan minimal agar para imam dapat melayani Gereja KAJ. Latar belakang penyusunan meliputi: karakteristik Gereja KAJ yang terletak di ibu kota, wilayah urban, modern, dan umat yang heterogen; banyaknya jumlah komunitas imam dengan keragaman tradisinya; dan sejarah Gereja KAJ yang menekankan unsur kemartiran. Dalam presentasi, RD. Tommy mengungkapkan harapan Bapak Uskup Suharyo tentang pengadaan Pedoman hidup dan pelayanan bagi imam yang berarya di KAJ: dapat menyatukan keragaman serta membentuk communion dalam pelayanan imam di KAJ, dilandasi spiritualitas Gembala Baik dan Murah Hati serta unsur kemartiran, dan menjadi panduan bagi imam yang menjalankan peran sebagai pengelola, berperilaku yang menguduskan, membawa suka cita injil, melayani, dan mengajar.

Setelah menjelaskan harapan Bapak Uskup, RD. Tommy menyampaikan rencana promulgasi pedoman tersebut pada tanggal 22 Juni 2017 dan menjelaskan susunan buku tersebut. Lalu, RD. Tommy memaparkan hasil wawancara dengan P. Heuken, SJ terkait sejarah Gereja KAJ yang disarikan dalam tiga hal: semangat kemartiran yang tidak terlepas dari perkembangan Gereja KAJ – daya tahan dan daya juang, keragaman sebagai entitas yang tidak terpisahkan dari konteks Gereja KAJ, dan relasi dengan pemerintah selalu diusahakan sebagai bagian dari bangsa.

Pada bagian akhir pemaparan, RD. Kriswanto (Vikaris Yudisial Keuskupan Agung Semarang) mengajukan pertanyaan mengenai Gereja bawah tanah yang terdapat dalam sejarah KAJ dan implementasi dari pastoral-evangelisasi. Kedua hal tersebut ditanggapi RD. Samuel dan Bapak Uskup Suharyo. Sesi I ditutup dengan pengumuman dari panitia terkait: agenda hari kedua TURJ 2017. Ibadat completorium dipimpin oleh delegasi Keuskupan Surabaya. ( Tim TURJ 2017 )

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *