Katedral-Keuskupan : Minggu tgl 19 Februari 2017, ketika jam menunjukkan pukul 12.30, segera setelah umat meninggalkan ruang aula paroki, kami bersiap-siap untuk acara pertemuan BIR ke-3. Kali ini BIR merayakan Valentine’s day dengan tema “ To Know The Love of Christ”.  Kami melapisi papan tulis dengan kain hitam dan menghiasnya dengan huruf-huruf dari kertas metalik warna-warni, potongan karton berbentuk hati dan balon-balon berwarna merah muda dan biru sebagai pertanda perayaan Valentine’s day.

Anak-anak remaja satu persatu mulai berdatangan.Lagu-lagu bernada gembirapun digaungkan.Peserta yang hadir 42 orang dari berbagai Wilayah Paroki Katedral, bahkan ada yang dari Paroki Fransiskus Asisi.  Acara dimulai dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh salah seorang peserta, dilanjutkan dengan gerak dan lagu serta games yang menghadirkan suasana cair dan gembira.

Pendalaman iman diawali dengan pembacaan Kitab Suci dari Efesus 3 : 14-21.  Dalam rangka perayaan Valentine’s day, Romo Marsel mengajak para remaja untuk mengenal kasih Kristus.  Kasih Kristus sangat besar di luar kemampuan manusia untuk membayangkannya bahkan melampaui segala pengetahuan.  Pada masa Perjanjian Baru ada 4 kata dalam bahasa Yunani yang dipakai untuk menerangkan tentang kasih atau cinta : 1. Eros; berarti gairah seksual, kasih yang terbatas pada hubungan lelaki dan perempuan dalam suatu ikatan pernikahan. 2. Storge; yaitu ikatan kasih antara anggota keluarga. 3. Filia ; yaitu kasih persahabatan. 4. Agape; yaitu kasih Allah, kasih yang memberikan kebaikan bagi orang lain tanpa mempedulikan apa yang dirasakannya sendiri.  Yesus menunjukkan kasih ini ketika memikul salib dan mati bagi umat manusia tanpa mempedulikan apa yang dirasakanNya saat itu.

Rasul Paulus mengajak kita untuk mengetahui cinta Kristus secara mendalam melalui peristiwa penyalibanNya, melalui nasihat-nasihatNya dan dari janji kedatanganNya yang kedua.  Pada 1 Korintus 13 ; 4-7 dijelaskan seperti apa kasih yang Krtistus ajarkan itu, yaitu sabar, murah hati, tidak cemburu/irihati, tidak sombong (rendah hati), berlaku sopan, tidak mencari keuntungan untuk diri sendiri (tidak egois), tidak pemarah, dst.

Kegiatan dilanjutkan dengan sharing dalam kelompok kecil.Tiap kelompok membahas salah satu unsur kasih itu lalu mempresentasikan hasil pembahasannya dihadapan teman-teman semua.Selanjutnya tiap peserta mengisi kartun berbentuk hati berukuran cukup besar dengan 10 sticker hati kecil yang diperoleh dari tiap kelompok mewakili unsur kasih yang dibahas tiap kelompok.  Selain menempelkan sticker pd karton hati temannya, mereka juga menuliskan biodata singkat dengan sedikit sapaan.  Dari aktivitas ini mereka belajar memberi, menerima dan mengenal teman-teman barunya.Mereka sangat antusias mencari sticker untuk melengkapi karton hatinya.Diharapkan karton hati ini disimpan sebagai pengingat tindakan mereka sehari-hari.

Acara dilanjutkan dengan performance berupa persembahan lagu dari Wilayah Bojong Gede dan modern dance dari  Wilayah Ciomas 2 yang menambah semarak suasana.  Penampilan mereka semoga menginspirasi teman-teman yang lain untuk menampilkan karyanya juga.  Berikutnya  peserta bermain game “data processing”.  Tiap kelompok mendata nama, ukuran sepatu dan bulan kelahiran, lalu mengurutkannya tanpa bicara.  Semua antusias untuk memenangkan permainan ini.Seru walau tanpa suara.Di akhir acara kami menari bersama.  Semogarangkaian  kegiatan ini selain membawa kegembiraan dan memupuk iman mereka, juga  menjalin hubungan yang kompak diantara remaja-remaja Paroki Katedral.  Sampai jumpa di acara berikutnya.  Syaloom… (RD.Marcel/Grace dkk)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg thisEmail this to someone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *