Kita adalah Anak-anak Allah

Jumat, 03 Januari 2020
Pekan Sebelum Epifani
Bac I. 1Yoh. 2:29-3:6
Mzm. 98:1.3c-4,5-6
Bac. Injil Yoh. 1:29-34

SEGALA hal yang kita lakukan akan berjalan baik apabila niat yang kita bangun untuk suatu kebaikan. Dengan begitu, prosesnya pun berjalan baik sehingga menghasilkan hal yang baik pula. Tanpa kita sadari kita benar-benar sudah melakukan apa yang baik tersebut. Namun, ada kalanya dalam mengenal Tuhan dan beriman pada-Nya kita melupakan ajaran-Nya sehingga menyimpang dari pada-Nya. Kita memilih sikap yang penting tujuan tercapa,i walau caranya kurang baik. Kita juga lupa bahwa apapun yang kita perbuat tentu diketahui oleh Tuhan.

Dalam bacaan pertama hari ini kita diajarkan untuk semakin mengenal dan menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dalam bacaan tersebut dikatakan “sekarang kita adalah anak-anak Allah. Kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya”. Sehingga, nampaknya tidak ada alasan bahwa hambatan-hambatan yang ada di saat kita mewartakan kebenaran itu karena Tuhan tidak ada untuk kita. Dengan kata lain, Tuhan mengakui kita sebagai umat-Nya dan percaya bahwa manusia mampu melaksanakan kehendak Allah. Tuhan menuntun kita dengan banyak cara untuk semakin beriman pada-Nya. Memang tidak selalu mudah dalam mewartakan Kristus, namun kita patut yakin bahwa apa yang dilakukan Kristus adalah yang benar dan baik serta pantas untuk kita meneladani-Nya.

Kemudian, perihal mewartakan kebenaran adalah tugas setiap orang beriman. Pertolongan Tuhan lewat perantara Roh Kudus membimbing umat-Nya agar mampu mengamalkan kasih Tuhan. Lalu, tugas pewartaan itu hadir juga dalam kesaksian tentang Kristus melalui pengalaman hidup sehari-hari. Yohanes Pembaptis dalam pengalaman imannya mengatakan bahwa ‘Ia inilah anak Allah”. Melalui pribadi Yohanes, kita belajar untuk semakin menyadari bahwa iman akan Yesus Kristus tidak pernah salah dan merugikan diri sendiri. Tidak ada yang sia-sia oleh karena Tuhan beserta kita.

Oleh karena itu, marilah dalam sukacita dan semangat Natal serta tahun baru ini kita semakin mampu untuk berbuat kebaikan dan mewartakan kebenaran-Nya. Marilah mewartakan kasih Tuhan sebagai anak-anak Allah dan percaya pada-Nya sebagai bagian dari kesaksian iman kita akan diri-Nya.

[Frater Wolfgang Amadeus Mario Sara]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.