Bersahabat Dengan Penolakan dan Kecewa

Renungan Harian
Rabu, 3 Februari 2021
Pekan Biasa IV
Bacaan : Ibrani 12 : 4-7. 11-15
Injil : Markus 6 : 1-6

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Markus 6 : 3

Penolakan menjadi hal yang biasa terjadi. Penyebabnya beragam : ketidaktahuan, pengenalan dan pemahaman yang tidak utuh, waktu dan tempat yang kurang tepat, dan banyak lainnya.

Yesus mengalami penolakan di tempat asal-Nya. Orang-orang di kampung-Nya mengenal Yesus bagian permukaanNya saja. Rasa takjub pada pengajaran Yesus berubah menjadi rasa kecewa dan penolakkan.

Mengolah rasa kecewa karena tidak diterima bisa terjadi bukan karena kita salah atau kurang baik. Ada banyak faktor dan utamanya tak perlulah memaksakan diri untuk membela diri agar bisa diterima.

Cukupkan diri dengan memahami dan memaklumi. Tak perlu kecewa hati hingga akhirnya membawa diri menjadi berbeban berat, memusuhi dan hilang kualitas kebaikan serta potensi diri.

Yesus dalam kisah penolakan-Nya, tetap membawa diri dalam ketenangan (santuy : istilah orang muda), tetap melakukan karya baik penyembuhan maupun pengajaran meskipun terbatas.

Refleksi
Bagaimana reaksiku ketika mengalami penolakan? Sanggupkah menerima dan memakluminya sembari tetap menjadi konsistensi diri dalam segala kebaikan dan produktivitas?

Doa
Tuhan ajarlah kami bersahabat dengan rasa kecewa dan penolakan agar kami semakin didewasakan dalam pertumbuhan diri. Amin

Berkat
Semoga berkat Allah yang Mahakuasa memberikan kekuatan, kesabaran dan ketegaran dalam pengalaman penolakkan dan kekecewaan : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

(RD David)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.